
Rumi merajuk setelah Galaksi memintanya untuk menginap di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar sembuh dan stabil. Rumi ingin pulang dan tidak betah jika harus tidur di rumah sakit sehingga dia menolak untuk meminum obat bahkan mengancam akan mencabut selang infus.
Galaksi memijit ruang diantara aslinya merasa pening dengan sikap Rumi yang menolak untuk dirawat. Padahal itu semua demi kebaikan dan kesehatannya juga. Tetapi Galaksi tidak bisa berbuat banyak karena ancaman Rumi.
Mau tidak mau akhirnya Galaksi terpaksa menuruti keinginan Rumi untuk pulang. Tentunya dengan syarat Rumi harus benar-benar istirahat di rumah dan libur bekerja selama beberapa hari. Tentu saja Rumi senang dan bersedia melakukan syarat tersebut walaupun sebenarnya Rumi sedang banyak pekerjaan.
"Eddy, tolong ambilkan kursi roda," pinta Galaksi.
Rumi menarik tangan Galaksi.
"Gendong......" ucap Rumi dengan manja.
Kedua mata Galaksi melotot mendengar ucapan Rumi sedangkan Rumi hanya tersenyum manis sambil sesekali mengedipkan matanya.
"Manja!" gerutu Galaksi.
"Pak boss, kalo ga mau biar aku saja yang menggendong Rumi. Aku rela," ucap Eddy
"Berani menyentuhnya seujung kuku saja, kau ku pecat tanpa pesangon dan jangan harap kamu bisa bekerja perusahaan lain," ancam Galaksi
Rumi terkekeh melihat reaksi Galaksi yang berlebihan padahal Rumi tau Eddy hanya bercanda.
"Canda boss, serius amat sih. Takut ya istrinya terpesona dengan gue," ucap Eddy tanpa takut Galaksi kembali marah
"Junaeddi!!!!!!" geram Galaksi, Eddy langsung ngacir entah kemana.
"Ayo gendong," ucap Rumi sambil merentangkan kedua tangannya.
Galaksi mendengus kasar, dia dipermainkan oleh keadaan. Rumi merasa senang keinginannya terwujud, salah satu cara agar hubungannya dengan Galaksi tidak sedingin lemari es.
.
.
Dua hari sudah Rumi libur bekerja dan hanya berdiam diri di rumah. Setelah Rumi menolak untuk di rawat di rumah sakit sehingga Galaksi memutuskan untuk Rumi sementara libur bekerja. Dus hari itu juga Galaksi sibuk bekerja karena sedang mempersiapkan untuk mengikuti tender proyek baru yang di tawarkan oleh Pemerintah daerah.
Tentu sajs Galaksi tidak melewatkan kesempatan tersebut apalagi jika perusahaan Galaksi terpilih akan membuat perusahaannya semakin maju.
"Nanti malam jangan lupa makan, jika jam 8 aku belum pulang berarti masih berada di kantor. Tapi nanti aku kabari lagi jika ada sesuatu," ucap Galaksi.
Mereka baru saja selesai sarapan, Rumi mengambilkan tas kerja suaminya.
__ADS_1
"Baik-baik dirumah ya, kalo ingin jalan-jalan boleh tapi ajak bunda atau Rora. Jangan pergi sendiri, jika ketahuan keluar tanpa ditemani siapa siap-siap aku kurung di rumah selamanya," ucap Galaksi memberi pesan kepada Rumi.
"siap Tuan Suami," ucap Rumi dengan senyum tipis
Galaksi mendekatkan kearah telinga Rumi.
"Aku suka dengan panggilan baru itu," bisiknya tepat di telinganya Rumi
Blush
Mendadak hawa di sekitarnya terasa memanas, bahkan tanpa disadari jika kedua pipinya tengah merona. Galaksi melihat Bagaimana istrinya yang tersipu malu, terlihat menggemaskan seperti seekor kelinci.
Cup
Sebuah kecupan di dahi Rumi diberikan oleh Galaksi sebelum dirinya pamit untuk bekerja. Rumi masih terpaku didepan pintu apartemen padahal Galaksi sudah pergi sejak tadi. Sebelah tangannya terangkat dan meraba bekas kecupan Galaksi yang ada di dahinya.
"Ahhhh hangat," gumam Rumi merasa kegirangan.
.
.
Sunggu pekerjaan Galaksi sangat banyak hari ini, tetapi tak membuat dirinya kewalahan. Semuanya harus selesai hari ini terutama proposal dan materi presentasi untuk acara tender baru esok hari.
Sepertinya Galaksi akan pulang terlambat, dia juga sudah mengabari Rumi yang ada di rumah. Galaksi harus mengerjakan proposal untu besok karena masih ada beberapa bagian yang kurang sreg.
Tok
Tok
Tok
"Masuk," ucap Rumi
Ternyata Sarah yang datang sambil membawa pesanan makanan untuk Galaksi.
"Ini Pak makanannya dan ini air mineralnya," ucap Sarah sambil meletakkan nampan yang diatasnya ada kotak bento, air mineral dan gelas.
Galaksi yang awalnya tidak menyukai makanan jepang mendadak suka setelah merasa bagaimana rasa masakan jepang saat menyuapi Rumi di rumah sakit.
"Baiklah terima kasih, kamu boleh kembali bekerja. Jangan lupa dalam satu jam semua dokumen harus selesai," ucap Galaksi tanpa melihat kearah Sarah.
__ADS_1
Padahal Sarah sudah berpenampilan seksi dan menggoda, tetapi tak pernah sekalipun mata Galaksi melihat kearahnya.
"Baik Pak, sedang saya kerjakan. Sebentar lagi akan selesai," ucap Sarah dengan suara yang sedikit dibuat menggoda.
Sarah pun terpaksa keluar dari ruangan kerja Galaksi tapi sebelumnya sebuah senyuman tipis tersungging di bibirnya yang lebar.
Tak ingin kondisi badannya drop karena kelelahan bekerja, Galaksi menghentikan dahulu pekerjaannya dan memutuskan untuk makan. Tak lupa mengabari Rumi jika dia sudah makan di kantor.
Namun beberapa menit setelah Galaksi selesai makan, mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Galaksi mulai merasa kegerahan padahal AC di ruangannya sudah dalam settingan paling dingin.
"Kenapa gerah begini sih," keluh Galaksi sambil mengendurkan dasinya
Galaksi melepas jasnya dan hanya menyisakan kemejanya untuk mengurangi rasa gerahnya.
Sedangkan Sarah sedang melihat jam tangan yang melingkar diiringi sebuah senyuman yang cukup lebar. Dia melihat ke arah meja kerja Eddy yang kosong. Dia belum kembali setelah mendapatkan perintah untuk memfoto kopi beberspa dokumen.
Mendapatkan kesempatan langkah, Sarah mulai menjalankan rencananya.
"Sudah waktunya," ucap Sarah saat selesai melihat waktu di jam nya.
Sarah melangkah dengan percaya diri keruangan Galaksi. Dengan mengetuk pintu terlebih dahulu, dia masuk seolah-olah tidak ada apa-apa.
Galaksi semakin tidak nyaman dengan tubuh. Walaupun sudah melepas jasnya tetapi masih merasa gerah. Apalagi setelah melihat Sarah yang masuk kedalam ruangannya, Galaksi dibuat tak bisa berkutik.
"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" ucap Sarah dengan suara mendesah.
Galaksi tak tahan apalagi Sarah mulai memberikan sentuhan di tubuh. Seharusnya Galaksi menghindar tetapi justru mulai menikmati setiap sentuhan Sarah.
"A-apa yang kamu lakukan, jangan kurang ajar!!!" bentak Galaksi.
"Saya tau bapak sedang butuh bantuan saya, jangan menolak ya pak. Ini justru akan menyiksa diri bapak. Saya akan membantunya pak, bapak cukup menikmatinya," ucap Sarah semakin berani.
Galaksi melotot mendengar ucapan Sarah, dia terjebak. Ini semua pasti sudah direncanakan oleh Sarah.
Ya..itu sudah Sarah rencana dengan baik. Sarah menambahkan obat perangsang di gelas tanpa Galaksi ketahui. Sehingga ketika Galaksi minum dengan menggunakan gelas tersebut tentunya obat perangsang itu akan terminum juga.
Galaksi berusaha mungkin menahan gejolak dalam dirinya, tidak mungkin dia mengkhianati Rumi walaupun hubungan mereka belum ada kemajuan yang berarti.
Sarah semakin gencar dan berani memberikan beberapa sentuhan pada tubuh Galaksi. Galaksi yang sudah terkuasi oleh pengaruh obag tersebut mulai berhalusinasi.
Dalam pandangan Sarah beruban menjadi Rumi istrinya. Tangan Galaksi mulai menyentuh dan meraba pipi Rumi. Sejak kejadian Rumi terjebak, Galaksi mulai menyimpan rasa untuk istrinya. Sarah seolah mendapatkan Jackpot mendapatkan Galaksi mulai terpengaruh dan tidak bisa melawan hawa nafsunya.
__ADS_1
"Rumi istriku, kamu cantik sekali."