
Galaksi begitu menikmati suguhan menarik saat istrinya mengidam ingin digendong oleh Andromeda. Semua menahan tawanya saat melihat bagaimana ekspresi Andromeda yang kikuk saat dimintai Rumi untuk menggendongnya. Akhirnya setelah drama rengekan Rumi, Andromeda terpaksa menuruti keinginan ibu hamil yang satu itu. Alih-alih meminta bantuan Titania dan Galaksi, mereka justru menjauh dan tidak ingin ikut campur.
Rumi sangat senang saat Andromeda menggendongnya berkeliling rumah. Senyum terkembang tergambar jelas di wajahnya hingga akhirnya mampu menular pada sosok Andromeda yang kaku ikut tersenyum.
"Tania, apa kamu ga cemburu melihat Kak Andra menggendong Rumi seperti itu. Apalagi mereka terlihat bahagia, bahkan kamu sendiri belum kan di gendong kayak gitu sama kak Andra. Hayoh ngaku?" ucap Galaksi memanas-manasi hati Titania.
Dengan ramah, Titania membalasnya dengan senyuman.
"Justru Tania mau berterima kasih kepada Kak Rumi karena bisa membuat bang Andra tersenyum lepas seperti itu. Kenapa harus cemburu jika mereka terlihat seperti kakak beradik yang bahagia. Bukankah seperti itu???" jawab Titania dengan lepas.
"Ahhh tidak aku sangka ternyata kakak iparku yang bocil ini memiliki pemikiran yang begitu dewasa. Aku sangat terharu kakak ipar," ucap Galaksi dengan nada meledek
Titania mendelik, selalu saja Galaksi membuat kesal. Mentang-mentang dia dengan kakaknya sehingga seenaknya memanggilnya kakak ipar. Padahal umut Titania bahkan belum genap dua puluh tahun.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan kakak ipar Bapak Galaksi yang terhormat. Bahkan umur ku sebelas tahun lebih muda. Aku tak suka di panggil kakak ipar!!!" hardik Titania, suasana hatinya memburuk.
"Hahahaha... Hei mana bisa begitu. Kau sudah menikah dengan kakakku walaupun dia lebih tua lima menit. Tapi dia tetap kakakku dan kamu adalah adik iparku. Aku ga mau menjadi saudara yang durhaka. Hahahahaha," lanjut Galaksi meledek Titania.
Titania mendengus kesal, selalu saja di ledek oleh Galaksi hingga puas. Tapi walaupun demikian, dia tak pernah sekalipun marah kepada Galaksi karena dia tahu seluruh keluarga Rahadian sangat menyayangi.
*
*
Rumi masih betah berada dalam gendongan Andromeda. Sedangkan Andromeda sudah kelelahan, keringat bercucuran di dahinya.
__ADS_1
"Kak Andra cape???" tanya Rumi.
"Heeemmmm," jawab Andra dingin
"Ya udah, turunin Rumi kak. Maaf udah bikin kak Andra cape. Nanti jangan bosen ya kalo Rumi ngidam yang aneh -aneh yang berhubungan dengan kak Andra," ucap Rumi riang
"Hemmm," balas Andra singkat.
Rumi yang merasa perut perlu kembali di isi menghampiri Galaksi yang sedang bersama Titania. Dari ekspresi wajah Titania yang kesal pasti Galaksi sudah mengolok-olok nya seperti biasa.
"Gimana udah minta gendong nya sama kak Andra?" tanya Galaksi, tangannya terulur untuk merapikan rambut Rumi yang sedikit berantakan.
"Udah By. Seru deh bisa minta gendong sama kak Andra SnowMan. Kakak ipar, makasih ya udah kasih pinjem suaminya. Hehehehe," ucap Rumi sambil menyengir.
"Ighh.. Kak Rumi jahat loh!!! Jangan panggil aku kakak ipar. Ga suka. Paman Bang Andra, mereka nyebelin deh!!!" Rengek Titania bergelayutan manja di lengan Andromeda.
"Igghhh.... bener-bener snowman!!" gerutu Rumi dalam hati.
Ga kebayang rasanya jika Galaksi sifatnya sedingin Andromeda, bisa kesal dan cemberut tiap hari.
"Hubby, laper!" ucap Rumi dengan manja.
"Ya udah kita makan di dulu. Bunda udah masak masakan spesialis buat mantu-mantu tercinta. Yuk sayang, kita ke meja makan," ajak Galaksi sambil menggenggam tangan Rumi.
Andromeda dan Titania pub menyusul kemeja makan. Disana sudah berkumpul keluarga inti Rahadian.
__ADS_1
*
*
Rumi dan Galaksi memutuskan untuk pulang ke apartemennya dan tidak menginap di rumah Bunda Maulindya. Esok mereka sudah berencana untuk pergi ke Dufan untuk memenuhi janji Galaksi kepada Rumi. Jika keinginannya tidak dituruti maka siap-siap Galaksi menghadapi kemarahan Rumi.
Sejak keluar dari gerbang pintu perumahan komplek Galaksi merasa ada mobil yang mengikutinya. Galaksi memperhatikan pergerakan mobil yang ada di belakangnya terus saja membuntutinya. Galaksi mulai khawatir dengan keselamatan Rumi memutuskan untuk menghentikan laju mobilnya dan turut untuk mencari tahu siapa yang dengan beraninya membuntuti dan apa alasannya.
Begitu mendapatkan kesempatan, Galaksi langsung menutup akses jalan sehingga mobil di belakangnya tidak dapat kabur dan terpaksa ikut berhenti.
"Bunny tunggu di dalam mobil ya dan jangan kemana-mana!!" Pesan Galaksi sesaat sebelum keluar dari mobilnya.
Galaksi perlahan mendekati mobil tersebut dengan penuh kehati-hatian. Tak lama pintu tengah mobil tersebut terbuka dan keluarlah seorang pria. Walaupun tidak mengenalnya secara langsung tapi Galaksi mengetahui siapa pria tersebut.
"Ada kepentingan apa anda mengikuti mobil saya dari gerbang komplek? Apa kita punya masalah?" tanya Galaksi tanpa basa basi.
"Ya aku punya urusan denganmu. Kau mungkin sudah tau siapa aku. Jadi tak perlu sesi perkenalan dan langsung saja ke intinya," ucap Kevin dengan sombong.
Galaksi memutar bola matanya dengan jengah, terlalu malas berhadapan dengan pria di depannya ini. Kepercayaan dirinya terlalu tinggi.
"Berikan istrimu kepadaku, ceraikan dia. Tenang saja anakmu akan aku anggap sebagai anakku sendiri. Aku tau kamu hanya memanfaatkan nya sebagai wanita pencetak anak," ucap Kevin, tangannya tersimpan di saku celananya.
Galaksi mengepalkan tangannya menahan emosi, dia tau Kevin bukan orang sembarangan apalagi dia merupakan pebisnis yang handal. Tangan dinginnya bahkan bisa membuat perusahaan bonafit dalam itungan menit menjadi bangkrut.
"Apa maksudmu tuan muda Kevin yang terhormat dengan menyebut permintaan seperti itu. Apa anda tidak mampu mencari istri sendiri sehingga ingin merebut istri dari pria lain? Serendah itukah harga diri anda Tuan Muda, dengan menjadi pebinor," ucap Galaksi dengan nada menyindir
__ADS_1
"Ciihh jangan bersikap sebagaimana suami yang baik. Nyatanya kau dan istrimu itu terpaksa menikah karena kau memaksanya. Tuan Gala ternyata Anda licik juga ya dengan menjebak Rumi mengiming-imingi biaya operasi neneknya dan memaksanya menikah dengan anda," ucap Kevin.