Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Cinta Pertama?


__ADS_3

"huuuuaaahhhh akhirnya selesai juga," ucap Rumi yang akhirnya bisa menyelesaikan timpuk pekerjaannya.


"Duuhh kok lapar ya!!" Rumi memegang perutnya yang mulai bergetar.


Ternyata sudah pukul setengah satu, artinya jam makan siang sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Rumi mengambil handphone untuk mengecek apakah ada pesan atau telepon yang masuk


Ternyata Galaksi mengabari jika dirinya dan Lucas sedang melakukan tinjauan ke lapangan karena ada beberapa masalah. Karena tidak ada Galaksi di kantor akhirnya dia memutuskan untuk makan di kantin saja.


"Loh, Dea kamu kok masih di sini sih? Kenapa ga makan siang, kamu puasa? " tanya Rumi.


"Eh, Bu Rumi. Saya nungguin ibu, karena dari tadi Bu Rumi belum keluar ruangan. Karena takut terjadi apa-apa, makanya saya tungguin. Soalnya pak Galaksi juga sudah menitipkan amanat buat jagain ibu," bisik Dea, takut ada karyawan yang mendengar ucapannya.


"Kamu ini, ada-ada aja. Kamu mesti minta bonus tambahan ke boss, soalnya ini di luar Job Desk loh. Ya udah yuk.kita makan, maaf ya bikin kamu telah istirahat. Seharusnya kamu bisa masuk aja ke ruangan saya lain kali ya," ucap Rumi dengan ramah.


"Okey hayu Bu. Kali ini ibu yang traktir ya," pinta Dea.


Dea pun segera menggandeng tangan Rumi dan bergegas ke kantin sebelum jam istirahat habis. Suasana kantin masih cukup ramai karena beberapa karyawan memilih untuk berdiam di kantin hingga jam istirahat habis. Biasanya para karyawan pria memilih merokok sedangkan yang wanita bergosip ria.


"Loh.. Rum kok lo makan makanan yang pedes sih? Bukannya lo paling ga suka ya, nanti maag lo bisa kambuh loh?" tanya Dea heran.


"Lagi pengen aja De, akhir-akhir ini mulut ga enak aja kalo ga makan yang pedes. Kadang kalo masak mie juga cengeknya paling dikit dua biji," ucap Rumi sambil memakai bakso pesanannya


Dea mengereyitkan dahinya, cukup heran dengan Rumi. Seingatnya Rumi ga bisa makan pedes, bahkan satu biji cabe rawit pun. Bahkan bubuk cabai dalam kemasan mie instan pun biasanya tidak di tuangkan dan di buang oleh Rumi. Tetapi hari ini dia melihat Rumi menambahkan Tiga sendok sambal.


"Perut lo ga sakit Rum makan pedes gini. Gue takut maag lo kambuh, bisa kena semprot laki lo nanti," ucap Dea sedikit khawatir.

__ADS_1


"Lo tenang aja, kayaknya sih maag gue udah sembuh. Soalnya beberapa bulan ini baik -baik aja, ga pernah kambuh. Padahal hampir tiap hari makan pedes," jawab Rumi.


"Ya udah sih kalo lo beneran ga kenapa-kenapa. Gue takut aja lo sakit, apalagi laki lo keliatan perhatian banget. Kayaknya Pak Galaksi sayang banget ya sama lo. Oh iya lum cerita sama gue gimana ceritanya Lo bisa nikah sama si boss," ucap Dea penasaran.


"Ya, Tuan Galaksi emang perhatian, sangat perhatian malahan. Kadang bawelnya lebih dari emak emak komplek. Tapi kalo soal sayang, gue ga tau De. Selama ini ga pernah terucap kata sayang ataupun cinta dari mulutnya. Tapi sih buat gue itu ga penting, yang penting dia bisa bikin gue nyaman dan bahagia," ucap Rumi berbinar-binar.


"Sorry nih ya Rum, kalo pertanyaan gue sensitif atau bikin lo tersinggung. Tapi gue penasaran, soal keluarga nya ke lo bagaimana? Bukannya apa-apa ya, istilahnya kan lo sama pak boss itu beda level. Lo hanya OB sedangkan dia presdir sekaligus CEO. Gue takut lo di perlakukan buruk sama keluarganya," tanya Dea Sedikit ragu.


"Lo tenang aja De. Keluarganya Tuan Galaksi baik banget, mereka menganggap gue kayak keluarga mereka sendiri. Apalagi bundanya Lily baik banget bahkan kadang gue ngerasa Tuan Galaksi kayak anak tiri dan gue anak kandungnya," cerita Rumi dengan bangga


"Ahhhh... Bahagia banget hidup lo Rum. Gue iri deh. Semoga gue juga bisa menemukan pangeran gue ya," balas Dea


Rumi menggenggam tangan Dea, memberikan semangat.


"Gue pasti doain kok, semoga lo dapet jodoh yang terbaik," ujar Rumi.


Namun Rumi tak langsung menuju ruangannya tetapi ke lobby bawah untuk mengambil berkas yang baru saja di kirimkan okeh Tim pemasaran yang bertugas di lapangan.


Sayup-sayup terdengar suara keributan di bagian lobby. Seorang wanita muda tengah beradu mulut dengan resepsionis. Sehingga menjadi pusat perhatiannya beberapa orang yang berada di lobby


"Pokoknya saya ga mau tau ya, saya ini orang penting. Saya ga mau nunggu di sini, panas. Saya ingin menunggu di ruang kerjanya," ucap wanita tersebut dengan angkuh.


"Tapi maaf Bu, saya tidak bisa mengizinkannya sebelum ada perintah sendiri dari pak Galaksi. Karena ruangan kerja beliau merupakan privasi sehingga tidak bisa dimasuki sembarangan orang," ucap Resepsionis dengan sopan.


"Kamu pikir saya orang sembarangan hah?? Saya orang penting dan saya kenal baik dengan Galaksi. Kamu mau di pecat hah!!!" bentak wanita tersebut.

__ADS_1


Tangannya bahkan bertengger di bagian pinggang memperlihatkan betapa angkuhnya wanita tersebut. Jangan melupakan kacamata yang belum dilepasnya.


"Maaf Bu, sekali lagi tidak bisa," jawab resepsionis dengan senyum walaupun hatinya merasa dongkol.


Rumi yang mendengar hal tersebut tentu saja tidak bisa diam. Apalagi wanita tersebut terus memaksakan kehendaknya.


"Maaf Bu, ada yang bisa saya bantu?" tawar Rumi dengan ramah.


Wanita tersebut menurunkan kacamatanya untuk melihat rupa Runi dengan jelas.


"Saya ingin bertemu dengan Galaksi Putra Rahadian sekarang," jawabnya dengan sombong


"Maaf sekali Bu, Pak Galaksi sedang tidak berada di tempat. Beliau sedang mengunjungi salah satu proyek karena ada beberapa masalah. Jika ingin menunggu, Ibu bisa menunggu di sebelah sana," jawab Rumi sambil menunjuk ke salah satu sudut ruangan.


"Tidak mau, saya ingin di ruangan kerja Galaksi!! Disini panas," keluh nya.


"Sekali maaf bu, ruangan kerja bukan untuk umum. Perlu izin khusus dan tidak bisa dimasuki sembarangan orang." Rumi masih berusaha ramah.


"Apa kamu ini tidak tau siapa saya, saya ini orang penting," ucap Wanita tersebut.


Rumi mengereyitkan dahinya, merasa heran dengan wanita dihadapannya. Seluruh keluarga besar Rahadian Rumi sudah mengenalinya.


"Mohon maaf bila saya lancang, kalo boleh tau anda ada hubungan apa dengan pak Galaksi?" tanya Rumi dengan ramah.


"Dengarkan baik-baik ya, saya ini adalah orang terdekat nya sekaligus cinta pertama nya Galaksi," jawab Wanita tersebut dengan percaya diri.

__ADS_1


Cinta pertama??? Jadi Tuan Galaksi memiliki cinta pertama?.


__ADS_2