Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rumi ini adalah istri sah saya


__ADS_3

Galaksi menggenggam tangan Rumi dengan erat, wajahnya bahkan masih terlihat pucat. Sekarang Rumi sudah dipindahkan keruang perawatan. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnosa lanjutan Rumi mengalami keracunan makanan.


Galaksi tentu syok mengetahui jika istrinya mengalami keracunan, hal yang sangat tidak mungkin. Apalagi Rumi jika makan siang Rumi selalu di pesankan makanan secara online oleh Galaksi. Apalagi Dea, teman Rumi tidak mengalami apapun padahal mereka memesan makanan dari restauran yang sama.


Ceklek


Seseorang masuk kedalam ruangan rawat Rumi setelah mendapatkan kabar jika Rumi pingsan dan masuk rumah sakit.


"Ehhh.. maaf saya tidak tau jika ada Pak Galaksi," ucap Dea merasa malu.


Apalagi tak sengaja melihat Galaksi tengah memegang tangan Rumi.


"Kamu temennya Rumi kan?" tanya Galaksi


"I-iya pak, saya temen deketnya," ucap Dea dengan gugup.


Dea sempet bertanya -tanya ada hubungan apa Rumi dengan Galaksi apalagi terlihat jelas Galaksi begitu khawatir dengan kondisi Rumi.


"Kamu sempat makan bareng dengan Rumi kan, apa kamu mengalami sesuatu yang aneh?"


"Maksudnya Bapak bagaimana?" Dea penasaran.


"Rumi mengalami keracunan, kemungkinan makan siang dia mengandung racun. Saya sedang menyelidiki darimana asal racun tersebut. Jika sejak di restauran makanan tersebut telah beracun seharusnya kamu juga keracunan sama seperti Rumi tapi kamu tidak mengalami apa-apa," terang Galaksi.


Galaksi mulai menyelidiki bagaimana Rumi bisa keracunan, sempat berfikir jika Rumi diracuni oleh seseorang tapi siapa yang tega berbuat seperti itu. Padahal Rumi terkenal sebagai seseorang yang ramah dan friendly.


Dea semakin tidak paham mengapa bos nya tersebut sebegitunya dengan Rumi. Padahal bosnya itu sudah memiliki istri yang sangat cantik.


Galaksi menyerah, dia tidak dapat melakukannya saat ini. Apalagi Galaksi sedang banyak pikiran. Dia butuh bantuan seseorang. Galaksi akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan kakaknya Andromeda untuk menyelediki masalah ini.


"Halo kak Andra, ini Galaksi. Gala sedang butuh bantuan kak," ucap nya via telepon.


"....................."


"Rumi keracunan kak, ada seseorang yang sepertinya memasukkan racun kedalam makanannya. Gala tuh bantuan Kak Andra untuk menyelidiki siapa pelakunya," ungkap Galaksi


"...................."


"Kondisinya saat ini sudah baik-baik aja kah hanya saja memang belum sadarkan diri karena tubuhnya masih terlalu lemah. Mungkin beberapa jam ke depan akan sadar,"


"...................."

__ADS_1


"Baik terima kasih kak." Galaksi menutup teleponnya.


Dea yang masih berada di ruangan tersebut makin penasaran ada hubungan apa antara bos dan Rumi hingga membuat Galaksi rela menyelidiki langsung.


"Eeuugghhhh," lenguh Rumi.


Galaksi langsung mendekati ranjang begitu mendengar umi mengeluarkan suara.


"Rum, kamu sudah sadar???" ucap Galaksi khawatir


Rumi berusaha membuka matanya tetapi sangat berat apalagi kepala terasa sangat sakit. Setelah berusaha membuka matanya, Rumi bisa melihat kondisi disekitar walaupun masih kurang jelas. Terlihat seseorang yang ada disampingnya, dari wangi parfumnya Rumi hafal jika itu adalah suaminya.


"Tuan suami, ini dimana? Aku kenapa?? Eeuuhhh sakit," keluh Rumi merasakan sakit di kepalanya.


"Kamu di rumah sakit, kamu pingsan di kantor. Bagian mana yang sakit?" tanya Galaksi cemas.


Dea mematung, tubuhnya kaku melihat pemandangan di depannya. Belum lagi ucapan Rumi yang terngiang-ngiang di telinganya. Pikirannya mendadak buntu, lidah pun kelu untuk berucap.


"Tuan Suami?? Tuan suami?? " guman Dea dalam hati.


Sedangkan Galaksi yang lupa dengan keberadaan Dea hanya fokus dengan kondisinya Rumi. Dan Rumi juga yang tidak tahu Dea ada di ruangannya saat justru bersikap manja.


Galaksi dan Rumi melihat kearah Dea bersamaan, terkejut dengan teriak Dea yang membahana. Untung aja ini kelas VVIP sehingga privasi mereka terlindungi.


" Selingkuh," cicit Galaksi dan Rumi bersama.


Antara panik takut dan tertawa bercampur menjadi satu. Panik dan takut karena Dea akan menyebar statusnya dengan Galaksi. Tertawa melukai tingkat konyol temannya yang menuduh Rumi dan Galaksi adalah pasangan selingkuh.


"Rum, gue ga nyangka lo-"


"Ssssstttttt" potong Galaksi, dia tahu apa yang akan di katakan oleh teman istrinya.


"Saya harap kamu bisa jaga rahasia. Jika rahasia ini sampai bocor maka kamu akan saya pecat dan tidak akan bisa bekerja di manapun. Rumi ini adalah istri sah saya, bukan selingkuh apalagi istri simpanan," ungkap Galaksi dengan gamblang.


Dea hanya melongo mendengar pengakuan Galaksi, hal ini terlalu mengejutkan untuknya.


"Bu-bu-bukankah istri pak Galaksi bernama Rumi, sedangkan teman saya namanya Arumi. Jadi jangan ngadi -ngadi pak. Ini tidak lucu!?" geram Dea


Walaupun Galaksi adalah bosnya tetapi Rumi adalah teman dekatnya, dia tak ingin sahabatnya hanya dijadikan selingkuhan.


"Kamu pikir saya bercanda, kamu liat bukti ini!!" Galaksi mengangkat tangannya dan tangan Rumi bersamaan memperlihatkan cincin kawin mereka.

__ADS_1


"Alahhh... Itu bisa dipalsukan. Bisa aja kalian beli samaan," elak Dea.


Galaksi menggelengkan kepalanya, cukup sulit untuk meyakinkan teman Rumi yang satu ini.


"Tu-tuan bisa bantu aku untuk duduk," pinta Rumi dengan lirih.


"Tapi apa kamu sudah kuat untuk duduk?" Galaksi masih saja cemas


"Tak apa Tuan, aku kuat walaupun sedikit lemas," jawab Rumi jujur.


Galaksi mengangkat sedikit tubuh Rumi kemudian menekan tombol pada ranjangnya agar posisinya berubah. Rumi memberi isyarat agar Dea mendekat.


"Dea, nama asli gue sebenarnya adalah Rumi Maretha Putri, bukan Arumi Putri. Waktu melamar ke perusahaan ada kesalahan dalam dokumen pengantar dari kampus jadi orang-orang taunya nama asli gue Arumi. Kalo lo masih ga percaya, lo boleh liat KTP gue. Nanti kalo di kantor gue liatin. Kalo lo masih ga percaya juga, nanti gue perlihatkan buku nikah gue sama Tuan Galaksi," terang Rumi.


"Jadi suami lo yang Lo bilang sultan itu pak Galaksi?" Rumi hanya menganggukkan kepalanya, Dea hanya melongo


"Amazing sekali, kayak cerita dalam novel online. Ternyata bos ku suami teman baikku," cicit Dea.


"Ya ampun, gue ampe lupa sama kondisi temen gue sendiri saking terkejut dan surprisenya. Permisi pak," ucap Dea meminta izin agar bisa mendekati ranjang Rumi.


Galaksi paham dan sedikit memberikan ruang untuk kedua wanita tersebut. Dia pun menghubungi Sekretarisnya untuk membawakan beberapa dokumen penting yang harus segera diperiksa dan di tandatangani.


"Rum, gimana kondisi lo? Gue kaget lo pas dengar kabar lo pingsan masuk rumah sakit," ucap Dea


"Masih lemes De, perut juga agak keram. Kerjaan di kantor gimana?"


"Lo tuh ya dalam kondisi kayak gini masih mikirin kerjaan. Lo tenang aja suami lo udah handle semua. Kenapa lo sembunyi status lo sama pak Galaksi? Apa beliau ga mau ngakuin lo sebagai istri lo?" Dea penasaran


Rumi menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Gue yang minta status kami untuk sementara di rahasiakan. Gue ga mau dia malu istrinya hanya seorang Office girl," ungkap Rumi.


"Bagaimana ceritanya lo bisa nikah sama pak Galaksi?" tanya Dea dengan serius


"Panjang ceritanya De, nanti gue pasti cerita. Yang penting lo jangan ember ya!!!" Tegas Rumi.


"Siap Nyonya Galaksi," ledek Dea


Tak lama terdengar sebuah ketukan pintu, Galaksi beranjak untuk membukakan pintu.


"Kak Lucas"

__ADS_1


__ADS_2