Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rencana Empat Bulanan


__ADS_3

"By, pelan-pelan dong jangan terlalu kenceng."


"Ahhh iya By disitu, teken agak dalem biar lebih enak kerasanya."


"Enak sayang???" tanya Galaksi


"Eeehhhmmmmm.. enak banget By, emang kamu paling jago dah. Terus By, jangan berhenti ya sayang. Udah pas posisinya," ucap Rumi sambil merem melek


"By, coba kencengin dikit terus gesek agak ke kanan," pinta Rumi


"Segini sayang??"


"Aaahhhh.. iya bener. Ini dah paling pas. Udah disitu aja. Terus By, gerakin ya jangan berhenti pokonya. Mantep dah By," sahut Rumi


"As you wish sayang."


Tiga puluh menit berlalu.


"Sayang, ini sampai kapan??" keluh Galaksi


"Nanggung sayang, ini masih enak. Pokoknya Hubby ga boleh berhenti," seru Rumi.


"Tapi sayang, ini aku udah ga kuat sayang, udah ga tahan kalo terus seperti ini. Kamu sih keenakan," lanjut Galaksi


"Pokonya terus gerakin, sambil di tekan-tekan dikit supaya lebih mantap," ujar Rumi tak peduli


"Sayang, please aku udah ga tahan," rengek Galaksi


"Iihhh Hubby loyo amat sihhh. Baru juga di mintain tolong pijetin kaki banyak ngeluh," gerutu Rumi.


"Kalo sepuluh menit, lima belas menit sih oke sayang. Tapi ini udah hampir satu jam loh hampir keriting jari jari aku. Kamu sih enak," balas Galaksi tak terima.


"Ya udah.. ya udah. Potekin aja jari kaki. Awas pelan-pelan," pinta Rumi.


Pletek


Pletek


Pletek

__ADS_1


Akhirnya rasa pegal di kakinya hilang sudah setelah mendapatkan pijatan khusus dari sang suami tercinta. Rumi meminta Galaksi untuk memijat kedua kakinya selama satu jam agar Galaksi dimaafkan karena telah berpura-pura marah kepada Rumi.


"Enak sayang??" Sindir Galaksi


"Tentu enak banget dong, dipijitin sama suami tercinta. Makasih ya Hubby," ucap Rumi sambil tersenyum manis.


"Sama-sama sayang, janga ngambek-ngambek lagi ya. Kasian tadi sempet keram kan? Masih sakit ga? Kalo masih sakit kita periksa ya?" ucap Galaksi sambil menyentuh perut Rumi yang sudah jelas menyembul.


"Tadi pas buru-buru ngejar Hubby Iya, pegel juga ampe ke pinggang. Tapi sekarang udah gapapa. Oh iya By, tadi bunda telepon minggu depan acara syukuran empat bulanannya mau di rumah atau di kantor?" tanya Rumi


Galaksi berfikir sejenak, lupa jika minggu depan kandungan Rumi sudah memasuki usia empat bulan.


"Mmmmm.. kok kantor sih?? Di rumah aja ya, sambil ngadain pengajian dan santunan untuk anak yatim. Gimana setuju?" tanya Galaksi memastikan.


"Rumi ikut aja baiknya gimana by, yang penting berkah untuk calon anak kita."


"Ga sabar ya pengen cepet-cepet liat mereka lahir kedunia. Apalagi langsung brojol dua, ga kebayang gimana ramenya rumah nanti," ucap Galaksi sambil membayangkan.


Jika semasa kecil Galaksi -Andromeda cenderung kalem tidak membuat bunda Maulindya kelimpungan. Sebab sifat Andra yang lebih senang menyendiri dan mengeksplor kemampuan sendiri membuat mereka berdua jarang berinteraksi. Sekalinya bertemu hanya saat makan saja selebihnya mereka sibuk dengan urusan masing-masing.


Tetapi walaupun demikian mereka masih kompak layaknya anak kembar yang lainnya. Walaupun mereka merupakan kembar tak identik tapi mereka memiliki feeling yang kuat satu sama lain. Jika Galaksi memiliki masalah pasti Andra dapat merasakannya.


Krucuk


Krucuk


"Ada yang laper nih?? Ya udah kita makan sekalian ya, bentar lagi juga masuk jam istirahat," ajak Galaksi


*


*


Dea mulai kehilangan konsentrasi saat mengerjakan beberapa dokumen yang diminta oleh Rumi. Kejadian tepat sebelum jam istirahat membuatnya gelisah tak menentu.


"Iigghhh bisa-bisanya gue terjebak dalam situasi itu. Duuhhh jantung gue, please bisa tenang dikit ga??" gumam Dea sambil meremas bagian dadanya.


Menurut Dea, Lucas sengaja menjebaknya dengan cara yang terbilang cukup aneh. Dan dengan bodohnya Dea justru ikut dalam permainan Lucas. Hanya karena takut di ancam akan di laporkan kepada Eddy karena telah menghinanya, Dea yang takut dengan ancaman tersebut akhir-nya terpaksa menerima ajakan Lucas untuk menemaninya pergi di hari Sabtu nanti untuk membeli kado.


Lucas mengajak Dea untuk membantu memilihkan kado spesial yang akan diberikan kepada sang adik yang berulang tahun. Padahal tanpa di jebak sama sekali pun Dea pasti dengan senang hati menemani Lucas berburu kado. Emang dasar Dea nya saja yang terlalu polos mudah tertipu dengan situasi.

__ADS_1


"Aaahhh kenapa dipikirin terus sih. Uuhh ganggu banget sumpah, bikin hati ga tenang," gerutu Dea


Rumi yang baru saja masuk kedalam ruangannya nampak aneh melihat Dea yang senyum senyum sendiri. Rumi menduga jika Dea tengah mendapatkan kabar bahagia.


"Hayooohhh yang melamun sambil senyum-senyum sendiri. Cerita dong ada apa nih seneng banget keliatannya," ucap Rumi tiba -tiba


"Duuhhh bu Rumi hampir saja saja jantungan. Bu Rumi kapan masuk sihh, ngagetin aja tau ga??" Sahut Dea sambil mengelus -elus dadanya.


"Sejak jaman firaun masih pake Pampers tau ga? Kamu sih sibuk ngelamun, gimana coba kalo ada penjahat masuk kesini terus nyulik kamu!!!" Ujar Rumi.


"Bu Rumi ngarang amat sih. Ya ga mungkin lah penjahat bisa sampai sini. Wong di depan ada security," elak Dea.


"Ya kan cuma perumpamaan saja toh. Lagian kamu kok ngelamun sih, mana kelihatannya kayak lagi bahagia. Coba Cerita dong??" Bujuk Rumi. Dia sedikit kepo dengan cerita Dea.


"Kasihhh tau ga ya???" goda Dea


"Diihhh jahat nihh ga mau cerita, oke kalo begitu minggu ini kamu lembur. Bereskan semua dokumen yang masuk hingga hari Jumat ini," perintah Rumi dengan arogan.


Mata Dea membola seketika begitu mendengar Rumi yang memerintahkannya untuk lembur. Padahal sabtu nanti dia sudah berjanji akan menemani Lukas.


"Ga bisa gitu dong Bu Rumi masa tiba-tiba suruh lembur. Bu Rumi teganya dan jahat melebihi ibu tiri. Padahal Sabtu ini aku sudah ada janji dengan Kak Lucas untuk pergi menemaninya mencari kado," ucap nya tanpa sadar


Rumi menaikkan sebelam matanya, tanpa di paksa Dea sudah menceritakan nya tanpa sengaja. Rumi terkekeh melihat ekspresi muka Dea yang begitu menyedihkan karena rencananya terancam gagal.


"Duelah yang gak jadi ngedate sama Kak Lukas, cieehh sedih sekali!!" ledek Rumi dengan nada suara yang merengek.


Dea berpikir sejenak mendengar ledekan Rumi yang mengatainya akan ngedate dengan Lucas. Seketika Dea menutup mulutnya karena tak sengaja membocorkan rencananya hari Sabtu nanti. Ingin rasanya tangannya menabok mulutnya yang gatal, tak bisa di rem jika sudah berkata.


"Aiihhhh ternyata Bu Rumi sedang menjebak aku ya. Aaahhh jahat banget!!!" Rengek Dea


"Tanpa aku paksa kamu udah cerita sendiri. Cieh yang ngedate, cieehhh pendekatan, cieehhhh nanti jadian, ciieehhh yang lagi bahagia," ucap Rumi dengan riang.


Dea merasa semakin malu terus di ledek oleh Rumi walaupun dalam hatinya merasa sangat bahagia.


"Igghh Bu Rumi, siapa yang mau ngedate, orang cuma nememin cari kado kok. Jangan bikin gosip yang nggak-nggak ya Bu Rumi," sanggah Dea


"Iya Sama ajalah dengan ngedate. Ya kali Kak Lukas bawa anak gadis orang jalan-jalan nggak dikasih makan gitu? Ya pastinya dia ajakin makan atau bahkan malah dibeliin sesuatu juga," sahut Rumi membuat Dea semakin salah tingkah.


"Ih udahlah Bu Rumi nggak usah banyak ngarang. Dah ya Jangan ganggu Dea, masih banyak kerjaan. Bu Rumi juga duduk jangan berdiri kayak gitu kasian dede utunnya kecepean!!!" Seru Dea, dia ingin mengalihkan pembicaraan. Tak ingin trus diledekin oleh sahabat sekaligus atasannya itu.

__ADS_1


"Huu dasar cari alesan aja. Bilang aja ga mau di ledekin. Ahhh cieehhhhh"


__ADS_2