
************************
Lima tahun kemudian.
************************
Seberkas cahaya mentari masuk melalui celah -celah jendela yang tak tertutup oleh tirainya. Sebuah tangan melingkar erat di perut Rumi, tangan yang sama yang selalu memberikan kehangatan di sepanjang malam.
Cahaya yang menyilaukan membuat Rumi terbangun dari tidurnya. Entah jam berapa dia bisa benar-benar tertidur setelah Galaksi mengajaknya menikmati malam syahdu. Rasanya masih sama, kemesraan dan kebersamaan mereka seperti saat tahun-tahun pertama mereka menikah. Rasa cintanya tak pernah berkurang sedikit walaupun kini Rumi terkesan lebih cerewet dan galak dari biasanya.
Kedua anak kembar mereka telah tumbuh dengan sangat baik, menjadi anak yang ceria dan selaku membuat kedua orang tua mereka kewalahan. Benar-benar anak kembar yang selalu bertengkar saat bersama dan saling merindukan saat keduanya terpisah meski hanya beberapa saat. Galaksi tak habis pikir bagaimana kedua anak kembar nya sangat berbeda dengan masa kanak-kanak saat bersama Andromeda. Rasya dan Zea yang kerap kali bertengkar meskipun hanya hal yang sepele. Membuat sang mama pusing tujuh keliling. Tetapi baik Galaksi dan Rumi tahu jika kedua anak mereka saling menyayangi.
Rumi kembali memejamkan matanya, rasa kantuknya membuatnya enggan untuk bangun. Rumi menggeliat sebentar kemudian menyelusup kedalam dada Galaksi menikmati kehangatan nya, nyaman.
Galaksi yang sebenarnya sudah bangun sedari tadi hanya terkekeh melihat tingkah laku istrinya yang sangat menggemaskan. Kemudian dia memberitahu kecupan singkat di kening dah kedua mata istrinya.
"By jangan ganggu dong. Masih ngantuk!!" Seru Rumi dengan mata masih terpejam.
"Bangun tuan putri,sebelum anak anak berteriak minta makan," ucap Galaksi mengingatkan jika kedua anak mereka selalu sarapan tepat waktu
"Tapi aku masih mengantuk By. Gara-gara Hubby minta jatah tambahan jadi aku kurang tidur. Satu jam lagi ya Bu, please. Ngantuk!!!" Rengek Rumi. Dia hanya menggerakkan tangannya untuk menarik selimut.
"Ya sudah lanjutkan saja tidurnya ya. Pagi ini biar aku yang siapin sarapan untuk Zee dan Rasya," ucap Galaksi. Kembali sebuah kecupan mendarat di bagian terseksi menurut nya, bibir merah Rumi.
Bergegas Galaksi turun dari ranjangnya dan menuju area dapur. Dia juga harus menyiapkan menu sarapan untuk kedua anaknya yang sudah mulai kritis. Berhubung ini adalah hari libur jadi Galaksi bisa sedikit lebih bersantai menghabiskan waktu bersama kedua anaknya.
"Papa.... makan....!!!" Seru kedua anak kembarnya bersamaan. Mereka sudah cantik dan ganteng. Diusianya yang baru menginjak lima tahun sudah bisa mandi dan memakai baju sendiri. Walaupun belum bisa dipastikan akan kebersihan badannya yang penting keinginan anak untuk mandiri sangat kuat.
"Uuuhhh...udah cakep-cakep banget sih anak papa. Apalagi Zee, cantik dengan lipstik. Ini punya mama kan??" tuduh Galaksi. Dia tau anak perempuan nya sangat hobby berdandan.
__ADS_1
"Sssssstttt.... papa jangan kasih tau mamanya. Ini walna nya Zea suka, kalo mamah tau pasti di ambil. Oh iya papa, sudah Zea bilang jangan panggil Zea itu Zee.. ga suka. Itu kayak iklan cucu di tipi yang tumbuh kesamping!!!" Gerutu Zea kedua pipinya mengembung.
Galaksi terkekeh, Zea menang lebih kritis dibandingkan kakanya Rasya dan paling cerewet.
"Itu panggilan kesayangan mama dan papa Zee. Tapi emangnya kenapa kalo tumbuh kesamping??" Ledek Galaksi
"Iighhh papa.. itu genut namanya!!" Zea kesal
Galaksi tergelak tawanya, selalu saja ada tingkah konyol dari salah satu anak kembarnya terutama Zea. Zea yang selalu kritis dan bertanya setiap kali ada hal yang dia tidak mengerti. Atau protes dengan sesuatu yang tidak dia sukai.
Galaksi pun menghidangkan sarapan yang sudah dia buat, pancake sederhana dengan selai blueberry kesukaan anak-anak. Tak lupa segelas susu coklat untuk Rasya dan segelas susu strawberry untuk Zea.
"Abang.... itu punya Zea!!!!" seru Zea menunjuk kearah piring Rasya.
"Papa yang ngasih Zee, tinggal makan jangan banyak pelotesss!!!" Jawab Rasya dengan kesal.
Ketenangan Galaksi yang baru saja beberapa menit berlalu musnah sudah. Kedua anak kembarnya sudah memulai peperangan. Salahnya Galaksi juga tidak teliti memberikan piring untuk anak gadisnya,Zea tidak suka jika barangnya digunakan oleh orang lain termasuk oleh kakaknya.
Sebelum terjadi keributan yang lebih lanjut Galaksi bergegas menggambil piring pengganti dan menukarkannya dengan milik Rasya.
"Maaf sayang, papa lupa ini punya Zee," ucap Galaksi dengan pura -pura bersedih.
"Okey... Zea maafkan, jangan sekali-kali lagi di ulang. Kalo enggak papa Zea cubit," jawab Zea dengan begitu menggemaskan
Penglihatan Rasya terganggu dengan sesuatu yang ada di leher Galaksi. Lantas dia menyenggol kami adiknya untuk bertanya.
"Zee.. lihat deh di lehel papa ada yang melah-melah itu apa ya??" tanya Rasya
Zea pun melihat ke arah leher papanya yang ditunjukkan oleh kakanya Rasya.
__ADS_1
"Iigh iya apa ya melah-melah gitu. Banyak lagi. Apa jangan-jangan papa di gigit semut? Tapi kok besal-besal ya bentol nya. Halusnya Segede gini," ucap Zea sambil memperlihatkan bekas gigitan nyamuk yang ada di tangannya.
"Papa!!!" panggil Zea, dia penasaran.
"Apa sayang? Mau lagi pancake nya?" tanya Galaksi.
"Bukan papa. Zea mau tanya, itu apa yang ada di lehel papa kok melah-melah gitu?? Ada satu, dua, tiga , lima papa. Banyak sekali. Papa ga gatel ya?? " Tanya Zea penasaran.
Galaksi menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kecut. Itu semua ulah Rumi, dia tengah cemburu karena ada karyawan magang yang baru, badannya yang seksi membuat Rumi insecure.
"Itu di gigit nyamuk atau semut papa?? Atau jangan-jangan kecoa ya??" timpal Rasya dengan wajah polosnya
Galaksi memberi kode agar kedua anaknya mendekat kepadanya.
"Kalian mau tau??"
Kedua anak itu kompak mengangguk.
"Ini bukan di gigit oleh semut atau nyamuk apalagi kecoa. Ini di gigit sama mama kalian sayang. Tapi kalian jangan bilang sama mama nanti kalian bisa di gigit juga," ucap Galaksi dengan jahil.
Mungkin jika Rumi mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya gagang sapu sudah pasti akan melayang begitu saja.
"Mama suka gigit papa??" tanya Zea dengan matanya yang polos
Galaksi menganggukkan kepalanya," huummm.. makanya kalian jangan nakal kalo ga mau di gigit mama ya."
"Berarti papa semalam nakal ya makanya digigit sama mama!!!" Ucap Zea dan Rasya kompak.
TAMAT
__ADS_1