Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Dasar titisan Vampire


__ADS_3

Galaksi memijit ruang diantara alisnya, pening rasanya mendengar rengekan Rumi yang meminta pulang. Padahal kondisi tubuhnya masih terlalu lemah, dia juga tidak ingin hal buruk menimpa Rumi.


"Aku mau pulang..mau pulang... pulang...!! Pokoknya pulang, pulang sekarang juga!!!" rengek Rumi, tingkahnya kali ini seperti anak kecil.


"Kondisi kamu masih lemah Rum, tadi denger sendiri kan apa kata dokter. Minimal kamu menginap sehari di sini, soalnya dehidrasi yang kamu alami cukup berat. Butuh dua kantong infus lagi. Aku ga mau kamu kenapa -kenapa Rum," jawab Galaksi dengan lembut.


Tak lupa tangannya mengelus kepala Rumi, dia masih saja cemberut dan memasang wajah kesal.


"Tuan jahat, tuan jahat. Uuuhhhh... Menyebalkan," gerutu Rumi, kedua tangannya dilipat di depan dadanya.


Galaksi tersenyum, entah mengapa melihat pipi istrinya yang cubby terlihat sangat menggemaskan. Ingin rasanya mencubitnya.


Rumi mendadak merinding saat melihat Galaksi senyum-senyum sendiri. Galaksi yang biasanya terlihat menawan ketika tersenyum kini lebih mirip iblis yang ingin memangsa dirinya saat itu juga.


"Tu-tuan kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Rumi ketakutan.


Galaksi tak peduli, kepalanya semakin mendekati wajah Rumi hingga kedua mata mereka hanya berjarak dua sentimeter saja.


"Rum..." desah Galaksi, matanya menatap kedua bola mata Rumi begitu lekat


"Tu-tuan?"


"Rum, bolehkah aku-"


"Ini rumah sakit Tuan!!! Kondisi aku juga masih sakit, Tuan masih sempet meminta jatah!!!!" tegas Rumi masih melipat kedua tangannya, sesekali ujung bibirnya digigitnya.


Tentu saja Galaksi semakin gemas dengan tingkah Rumi, apalagi Rumi semakin terlihat menggoda.

__ADS_1


"Jatah apa maksudnya? Aku aja belum bilang ingin apa, sok tau kamu," kesal Galaksi.


"Me-memangnya Tuan mau apa?"


" Aku ingin menggigit kedua pipimu!!" ucap Galaksi dengan serius


"HAH!!!!"


.


.


Setelah berdebat panjang dan drama lebai, akhir-nya Rumi diperbolehkan pulang dengan syarat harus bedrest total dan melanjutkan sisa infus yang tersisa 1 kantong lagi. Sepanjang perjalanan pulang, Rumi tak bersuara sama sekali. Sesekali mendengus kesal, sambil melihat bekas gigitan di kedua pipinya.


Belum lagi rasanya nyut-nyutan sebab Galaksi mengigit pipinya hingga meninggalkan bekas gigi. Rumi kira Galaksi hanya bercanda ketika dia mengutarakan keinginan untuk menggigit pipinya hanya guyonan belaka. Sehingga Rumi mengijinkannya dengan syarat dia harus pulang malam ini juga.


Tangannya di lipat di depan dadanya menandakan Rumi sangat kesal. Sedangkan Galaksi tersenyum bahagia bahkan bersiul-siul sepanjang perjalanan.


Hingga tak sadar mereka berdua sudah sampai di parkiran apartemen. Galaksi keluar terlebih dahulu kemudian membuka pintu tempat Rumi duduk.


"EEhh....," pekik Rumi saat Galaksi tiba -tiba mengangkat tubuhnya.


” Pegangan, nanti jatoh pantatnya sakit. Infusnya pegang baik-baik," ucap Galaksi.


Rumi menghembuskan napasnya dengan kasar, terpaksa melingkarkan sebelah tangan ke leher Galaksi agar tidak jatuh. Galaksi menggendong Rumi ala bridal style dan membawanya ke apartemen.


Begitu sampai didalam apartemen Galaksi langsung membaringkan tubuh Rumi di ranjang. Tak lupa Galaksi menggantungkan infus Rumi sementara agar tangannya tidak pegal.

__ADS_1


"Kamu istirahat saja, aku ke bawah dulu mengambil beberapa barang dan tiang penyangga,"


Cup


Sebuah kecupan Galaksi berikan sebelum keluar dari kamarnya. Rumi yang suasana hatinya masih buruk tidak merespon perlakuan Galaksi dan langsung memejamkan mata karena tubuhnya masih lemas dan matanya mulai mengatuk.


Selang sepuluh menit kemudian, Galaksi kembali sambil membawa tiang penyangga untuk infusan Rumi. Terlihat isi infusnya sudah habis sehingga Galaksi berinisiatif untuk menggantinya.


Dipandanginya wajah Rumi dengan lekat, masih terlihat jelas bekas gigitan di pipinya. Dia teringat saat-saat Galaksi benar menggigit pipinya Rumi. Entah spa yang terjadi padanya sehingga muncul keinginan untuk menggigit pipinya Rumi yang sangat menggemaskan di matanya.


Galaksi juga masih ingat bagaimana Rumi sangat kesal dan marah-marah karena Galaksi menggigitnya dengan sangat kuat. Setiap kali Rumi kesal maka akan semakin terlihat menggemaskan dimata Rumi.


"Gue kenapa ya, gue ngerasa ada yang aneh dalam diri gue deh," gumam Galaksi


Tiba -tiba ada panggilan telepon yang masuk ke handphone milik Galaksi. Setelah dilihat ternyata kakaknya yang menelepon nya.


"Halo kak, selamat malam. Kenapa malam-malam begini menelepon?" tanya Galaksi heran


"................"


"Benarkah kak? Lalu bagaimana?" Galaksi terlihat serius, dia lalu keluar kamarnya agar tidak mengganggu tidur Rumi.


"............"


"Baik kalo begitu kak, terima kasih atas bantuannya,"


Galaksi mengepalkan tangannya usai menutup teleponnya dengan Andra. Sebuah informasi penting tentang pelaku yang membuat Rumi keracunan telah Galaksi ketahui. Dia tidak menyangka ada seseorang yang ingin membuat istrinya celaka.

__ADS_1


"Besok lo pasti kan mendapatkan balasannya kuman kecil!!"


__ADS_2