Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Terpaksa Menerima


__ADS_3

Setelah Rumi meninggalkan ruangan kerjanya, Galaksi menghempaskan tubuhnya ke kursi. Rasa pening begitu terasa di kepalanya, jemarinya pun memijat ruang diantara alisnya untuk mengurangi pening tersebut.


Keputusannya mengajak menikah Rumi secara tiba-tiba berawal saat Amel menceritakan jika Rumi tengah membutuhkan pinjaman yang cukup besar untuk biaya operasi. Seolah terinspirasi dari kisah teman adik perempuan yang terjebak pernikahan kontrak membuat Galaksi mendapatkan ide tersebut.


Namun demikian Galaksi sama sekali tak ingin mempermainkan sebuah pernikahan dengan perjanjian kontrak seperti pada umumnya. Baginya pernikahan hanya sekali seumur hidup dan hanya bisa dipisahkan oleh maut.


Dengan kekuasaan uang ada ditangannya saat ini Galaksi memanfaatkan sisi terlemah Rumi saat ini untuk memaksanya mau menjadi calon istri dan menikah dengannya. Galaksi sudah muak kerap kali ditanya seputar calon istri dan pernikahan, bahkan lebih sering dari pada minum obat dalam sehari.


Tok


Tok


Tok


Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Galaksi, siapa lagi jika bukan Eddy. Eddy yang melihat ekspresi Rumi tampak marah dan kesal begitu keluar dari ruang kerja Galaksi membuatnya penasaran apa yang terjadi didalam.


Eddy langsung masuk setelah mendapatkan izin dari Galaksi. Tanpa sungkan Eddy duduk di depan meja kerja Galaksi.


"Napa sih lo kusut amat tu muka?? Habis gelut lagi sama cewek OG itu?" tanya Eddy


"Ga, gue lagi males debat. Gue baru aja ngajak dia nikah tapi dia sok jual mahal nolak gue. Katanya dia ga cinta sama gue," ucap Galaksi sambil memejamkan matanya. Tapi dalam hati perasaan gelisah sedang melanda, ada perasaan khawatir Rumi akan menolak dan kabur setelah mendapatkan uang untuk biaya operasi neneknya.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Eddy mendadak tersedak air liurnya sendiri saat mendengar perkataan Galaksi yang spontan itu.


"Apa lo sudah gila hah!??" bentak Eddy


"Bisa ga sih lo biasa aja, ekspresi lo sama persis kayak cewek itu pas gue ajak nikah. Emang gue salah ya?" Ucap Galaksi


"Ya iya lah, ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba lo ngajak nikah anak orang, kenal juga kagak. Otak lo lagi bermasalah ya. Kayak ga ada cewek lain aja lo," balas Eddy.


"Emang ga boleh gue nikah sama tu cewek hah??" Seru Galaksi, harga dirinya terluka


"Bukannya ga boleh, tapi apa lo ga periksa dulu bibit bebet bobot nya terlebih dahulu. Bahkan nih anak menteri aja lo ajak nikah pasti ga nolak. Banyak cewek cantik yang ngantri lo ajak nikah bro. Lah ini malah ngajak nikah orang yang ga lo kenal," gerutu Eddy.


"Cuma dia yang ada di pikiran gue Junaedi. Lagian dia juga ga jelek-jelek amat. Keluarga gue ga peduli siapa cewe yang gue jadiin calon istri, Yang penting dia cewek tulen dan mau sama gue. Andra juga ngajak cewe ga dikenal nikah langsung diterima lah gue malah di tolak pada pernyataan pertama. Nasib gue apes amat ya," keluh Galaksi.


Andra, panggilan untuk saudara kembarnya yang bernama "Andromeda". Mereka kembar tapi tak serupa namun memiliki nasib yang sama selalu di pertanyakan tentang calon istri. Tapi nasib Andra lebih baik karena telah menemukan calon istri pilihannya.

__ADS_1


" Otak lo beneran sakit ya?? Milih istri udah kek milih kucing dalam karung salah-salah Lo bisa kena gigit dan cakar. Bahkan kepribadiannya lo ga tau sama sekali," ucap Eddy


"Setidaknya ada satu hal yang gue suka darinya," ucap Galaksi sambil bertopang dagu


"Apa??" Eddy kepo


Galaksi memandang secangkir kopi nya yang sudah habis dari tadi, hanya sisa ampasnya saja.


"Kopi buatannya," ucap Galaksi dengan yakin.


.


.


Rumi tengah berlari di koridor rumah sakit setelah mendapatkan kabar jika kondisi neneknya kritis. Nenek Rumi harus segera menjalani operasi pencangkokan ginjal sebelum keadaanya semakin memburuk.


Di depan meja adminstrasi Rumi memandangi kartu ATM pemberian Galaksi yang dipegangnya. Hatinya berkecamuk haruskah dia menerima penawaran gila sang atasan atau menjual satu-satunya harta peninggalan orang tuanya. Tetapi menjual rumah tidak semudah menjual gorengan di pinggir jalan butuh beberapa waktu sampai rumah itu terjual. Namun nyawa neneknya tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


Dengan mantap Rumi memutus menerima tawaran atasannya untuk menikah. Biarlah dia mengorbankan masa depannya demi nyawa sang nenek. Walaupun dia harus menjalani pernikahan kontrak yang penting neneknya bisa diselamatkan. Rumi berpikir jika pernikahannya dengan Galaksi sebatas pernikahan kontrak yang akan berlangsung dalam waktu singkat.


Rumi membalikkan kartu ATM tersebut sebelum menggunakan nya untuk membayar biaya operasi neneknya.


"Hah??? Ini ga salah password nya??" matanya Rumi di buat melongo dengan kombinasi angka yang berada di belakang kartu atm tersebut


Rumi memberi kartu tersebut untuk digesekkan pada alat CDM oleh kasir. Rumi mulai memasukkan angka tersebut sebagai passwordnya dan pembayaran berhasil.


"Ehhh beneran password nya??" Rumi menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Agar tidak disalahgunakan gunakan jika atm tersebut hilang atau terjatuh, Rumi melepas kertas yang tertempel di balik kartu ATM tersebut.


Akhirnya Rumi bisa bernafas lega begitu mendapat kabar operasi ginjal untuk neneknya sudah berhasil dan tinggal menunggu neneknya sadar pasca operasi.


.


.


Dari CCTV Galaksi tak sengaja melihat baru saja tiba di lobby perusahaan. Suasana hatinya tengah bahagia setelah mengetahui jika gadis tersebut menerima tawaran pernikahan dengannya. Ya Galaksi mengetahui jika yang di ATM nya telah dipergunakan untuk membayar biaya operasi dari notifikasi mutasi yang masuk ke handphonenya.


Dengan nafas yang terengah-engah Rumi baru saja sampai di lantai 7 tempat kantor Galaksi berada selain untuk mengembalikan ATM tersebut kepada pemiliknya dia juga ingin mengembalikan cek yang di berikan kepadanya. Rumi juga akan mengatakan dia menerima tawaran gila Boss nya karena sudah terlanjur menggunakan uang tersebut.


"Maaf Pak Eddy apa Tuan Galaksi masih berada di ruangannya?" tanya Rumi sambil mengatur nafasnya.


Eddy menyimpan kacamatanya, lalu menatap gadis yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Mmmm masih ada, langsung masuk saja dari tadi beliau menungguin kamu makanya belum pulang," ucap Eddy dengan datar


Rumi mengerenyitkan dahinya, merasa aneh dengan perkataan asisten boss nya tersebut. Tapi Rumi tak peduli, dia harus menyelesaikan urusannya terlebih dahulu karena tidak bisa meninggalkan neneknya lebih lama.


Setelah mengetuk Rumi membuka pintu tersebut dengan perlahan dan sedikit mengintip kedalam untuk memastikan jika benar Galaksi berada di dalam.


"Permisi, Tuan saya ing-"


"Besok saya tunggu berkas milikmu seperti KTP dan kartu keluarga. Seminggu lagi kita menikah," potong Galaksi.


"Hah!!! Apah?? Seminggu?? Apa anda sudah gila??" Rumi tentu saja syok.


"Tapi mengapa anda percaya diri sekali jika saya menerima tawaran anda hah?? Bagaimana jika saya menolak nya?" Ucap Rumi dengan lantang.


"Saya sudah tau jika kamu menggunakan uang dalam ATM tersebut jadi secara tidak langsung kamu sudah menerima tawaran saya," ucap Galaksi dengan santai


Rumi sungguh geram tetapi tidak bisa berbuat apa -apa, sudah terlanjur juga.


"Okey baiklah, mana perjanjian yang harus saya tandatangani??" ucap Rumi


"Perjanjian apa maksud kamu??" Galaksi bertanya-tanya.


"Perjanjian pernikahan kita. Bukankah kita akan menjalani pernikahan kontrak??" tuduh Rumi.


Galaksi mengerang, tak mengerti jalan pikiran gadis di hadapannya ini. Secara tiba-tiba galaksi bangun dari kursinya dan berjalan mendekati Rumi. Reflek Rumi berjalan mundur, takut Galaksi berbuat yang aneh-aneh. Tatapan Galaksi begitu tajam seolah-olah langsung menghujam kearah Rumi, membuatnya tak berkutik.


Dug


Tubuh Rumi menubruk lemari yang ada di belakangnya, sudah tak ada lagi jalan keluar baginya. Sedangkan Galaksi sudah mengunci posisi Rumi sehingga tak bisa kabur kemana-mana.


"Apa maksudnya dengan pernikahan kontrak? Apa kamu pikir pernikahan ini main main hah??? Apa kamu berpikir jika saya ini pria bajingan? Jawabbb!!!!" Ucap Galaksi dengan tegas


"I-itu... A-anu, " lidah Rumi terasa kelu untuk menjawab.


Galaksi menjauh dari Rumi yang tengah gugup setengah mati. Lalu kembali berbalik ke arahnya.


"Makanya jadi orang jangan overdosis menghalu," ucap Galaksi sambil menoyor dahi Rumi


Tindakan Galaksi yang abnormal membuat Rumi sampai ternganga, apa yang dia ekspektasikan ternyata tidak sesuai. Padahal dia sudah berbesar hati menerima jika nantinya pernikahan atasannya hanyalah pernikahan kontrak seperti sebuah jalan cerita pada novel online. Tapi ternyata sungguh diluar dugaannya.


"Sebagai tugas pertama calon istri saya, kamu temani saya makan. Saya lapar!!!" Ucap Galaksi sambil meninggalkan ruangan kerjanya.


"Hah!!!!" Jawab Rumi sambil melongo, entah mengapa otaknya mendadak lemot.

__ADS_1


__ADS_2