
Eddy yang baru saja selesai memfoto kopi berkas tak sengaja melihat Rumi yang berjalan sempoyongan. Karena khawatir dengan kondisi Rumi, Eddy memperhatikan dari jauh. Namun tiba-tiba saja tubuh Rumi limbung, untung saja Eddy berhasil menahan tubuh Rumi agar tidak terjatuh ke lantai.
"Rum, Rumi bangun Rum!!! Lo kenapa??" ucap Eddy khawatir.
Eddy berusaha menyadarkan Rumi dengan menepuk -nepuk pipinya namun tak ada respon sama sekali. Karyawan disana hanya menonton saja tanpa memberikan bantuan. Eddy yang mulai cemas akhirnya menelepon Galaksi.
"Gala, Rumi pingsan..gue harus gimana?" cicit Eddy
"Apaahhh!! Rumi pingsan?? Kok bisa? Sekarang lo dimana??" resah Galaksi.
"Gue di lantai 3, deket ruangannya Rumi. Gue juga ga tau Rumi kenapa, tau-tau udah pingsan," ungkap Eddy
"Ya udah lo bawa Rumi ke mobil gue di parkiran biasa. Nanti gue nyusul," perintah Galaksi.
Setelah mendapatkan perintah dari Galaksi, Eddy langsung membawa tubuh Rumi ala bridal style. Para karyawan wanita tentu melongo menyaksikan kejadian seperti itu, apalagi Eddy terkenal sebagai pria yang tidak mudah didekati.
Dengan melewati lift khusus Eddy segera tiba di parkiran. Ternyata Galaksi sudaj sampai terlebih dahulu kemudian membukakan pintunya.
"Gala, lo jagain Rumi di belakang, biar gue yang bawa mobilnya," pinta Eddy.
Galaksi menurut dan menjaga Rumi di jok belakang. Galaksi tidak tau apa yang terjadi dengan Rumi padahal beberapa menit yang lalu dia masih baik-baik saja. Galaksi sangay khawatir dengan kondisi Rumiz apalagi wajahnya sudah sepucat mayat.
"Ngebut Ed, tangan Rumi udah dingin banget. Gue ga mau Rumi sampai kenapa-kenapa?" Pinta Galaksi.
Untuk saat ini Galaksi hanya bisa berdoa semoga kondisi Rumi baik-baik saja. Galaksi mendekap tubuh Rumi dengan saat erat.
__ADS_1
"Bertahanlah Rum, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit," harap Galaksi.
Untung saja jalanan tidak begitu ramai sehingga mereka bisa cepat tiba di rumah sakit terdekat.
Galaksi langsung berlari sambil membawa tubuh Rumi dalam gendongannya. Tak ada lagi yang dipikirkan olehnya selain keselamatan Rumi.
"Dokter, suster, dokter tolong selamat istri saya," teriak Galaksi begitu sampai di ruang UGD
Suster dan Dokter yang sedang berjaga tergopoh-gopoh menghampiri Galaksi dan membantu meletakkan tubuh Rumi di atas ranjang pasien.
"Apa yang terjadi dengan istri bapak?" Tanya salah seorang pasien, suster sedang memeriksa kondisi Rumi.
"Istri saya tiba-tiba pingsan dok," jawab Galaksi sambil terengah-engah, sesekali matanya melirik kearah Rumi yang terbaring tak berdaya.
Galaksi mengingat -ingat bagaimana kondisi Rumi sebelum pergi dari ruangannya. Dia akhirnya ingat, Rumi sempat memegang perutnya kemungkinan karena sakit.
"Sepertinya istri saya sebelumnya sedang sakit perut Dok, tapi saya juga tidak bisa memastikannya,"
"Dok, pasien mengalami dehidrasi parah, tekanan nya juga sangat rendah. Denyut nadinya semakin lemah," ungkap suster yang memeriksa kondisi Rumi.
"Siapkan infus saline, lakukan pemeriksaan darah. Saya akan melakukan pemeriksaan lanjutan," ucap dokter dengan sigap.
Galaksi yang sedikit paham tentang dunia medis mulai khawatir dengan kondisi Rumi. Dia terus berdoa agar Rumi bisa di selamat.
"Sebaiknya bapak menunggu disana, kami akan memeriksa kondisi istri bapak lebih lanjut. Untuk sementara istri bapak mengalami syok karena dehidrasi. Kemungkinan sebelum pingsan istri bapak muntah dalam frekuensi yang intens atau buang air berulang kali sehingga menyebabkan cairan tubuh berkurang sangat cepat," papar dokter dengan sangat jelas.
__ADS_1
"Tolong selamat istri saya dok, lakukan yang terbaik," pinta Galaksi
Dokter hanya menganggukkan kepalanya dan segela melakukan tindakan kepada Rumi.
Galaksi di landa rasa cemas yang berlebihan, jiwanya penuh kekhawatiran. Eddy datang menyusul setelah memarkirkan mobil Galaksi pada tempat nya.
"Gimana kondisi Rumi bos?" tanya Eddy.
"Sementara berdasarkan diagnosis dokter Rumi mengalami dehidrasi berat. Gue ga sanggup Ed, liat Rumi begitu,"cicit Galaksi.
Tangannya menjambak rambuknya hingga berantakan dan Eddy berusaha menenangkan Galaksi.
"Yang penting sekarang Rumi sudah mendapatkan pertolongan dan lo harus banyak berdoa bos demi keselamatan dan kesembuhan Rumi," ucap Eddy.
"Tapi kenapa Rumi bisa dehidrasi, padahal sebelumnya dia baik -baik aja, sehat seperti biasa. Kenapa baru sepuluh menit keluar dari ruangan gue, dia sudah seperti ini?" tanya Galaksi sangat penasaran.
" Memangnya dokter ngomongnya apa apa?" tanya Eddy lebih lanjut.
"Kemungkinan Rumi dehidrasi karena muntah atau BAB dalam frekuensi yang sering," jelas Galaksi
Eddy berpikir sejenak, mengingatkan kejadian sebelum Rumi jatuh pingsan.
"Seperti sebelum pingsan Rumi kayaknya habis dari toilet," beber Eddy
"Rumi juga sempat memegang perutnya sebelum.keluar dari ruangan gue. Jangan-jangan memang bener kemungkinan tersebut, kalo seperti itu kejadian sebenarnya berarti Rumi-"
__ADS_1