
Rumi meremas ujung baju daster yang digunakannya. Semakin lama sentuhan yang diberikan oleh Galaksi semakin membuat tubuhnya merinding. Tangan Galaksi semakin liar, perlahan menyusup kedalam baju daster Rumi.
Cetak...
Kait pengunci bra sudah terbuka dan talinya berhasil di loloskan begitu saja oleh Galaksi tanpa melepaskan daster nya. Sedangkan kain segitiga pengaman sudah terlepas sejak awal. Jadilah saat ini tubuh Rumi polos dibalik baju daster nya.
"Sayang, aku menyukai bagian ini. Semakin besar dan padat," ucap Galaksi tepat di bagian telinga, membuat merinding diskon.
Sapuan deru napas Galaksi yang hangat membuat geloranya semakin terpancing. Rumi menggigit ujung bibirnya menahan sesuatu dalam tubuhnya yang makin memberontak. Tidak.. jika diteruskan akan menjadi hal gila.
"By, jangan disini," ucap Rumi sambil memohon.
"Kenapa sayang? Kau tidak menyukainya, bukankah semakin indah jika kita melakukannya sambil melihat pemandangan diluar," ujar galaksi dengan polosnya.
"Ini bisa dilihat orang By."
Rumi tidak bisa membayangkan jika kegiatan panasnya bersama Galaksi dilihat tetangga sekitarnya .
"Tenang saja sayang itu tidak akan mungkin terjadi, hanya ada kita berdua di sini. Lagi pula lihatlah tembok kita berdiri sangat tinggi dan tidak akan ada mungkin orang gila yang dekat memanjat tembok tersebut hanya untuk mengintip kegiatan bercinta kita saat ini," ucap Galaksi, berusaha membujuk Rumi.
"By..nakalll!!!"
"Nakal sama istri sendiri nggak papa dong!" Ucapnya dengan genit.
Tiba -tiba Rumi membalikkan tubuhnya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Galaksi.
"Apa nanti setelah aku melahirkan Hubby akan tetap seperti ini??" Ucap Rumi dengan sendu. Rasa takut kehilangan Galaksi tiba-tiba menghampiri hatinya.
Matanya saat ini mengembun, menahan air mata yang hampir tumpah. Tangannya terulur mengusap wajah tegas sang suami yang kian lama semakin tampan seiring mereka bersama.
"Hei...hei... kenapa menangis sayang??? Dengar baik baik.. selamanya kita akan seperti ini tetap mesra dan selalu bersama. Apalagi sebentar lagi kedua anak kembar kita akan segera lahir. Hanya suami yang bo-doh meninggalkan istri sebaik dan sesempurna kamu sayang. Sampai seluruh rambut ini memutih, sampai kulit kita sama sama berkeriput selama itu pula kita akan bersama sampai malaikat maut menjemput salah satu diantara kita berdua," ungkap Galaksi, ucapannya membuat Rumi tersentuh.
"Tapi setelah melahirkan nanti aku tidak bisa melayani mu seperti biasa By, aku takut kamu-"
"Sssssstttt "
__ADS_1
Galaksi meletakkan satu jari telunjuk nya di bibir Rumi yang kemerahan, tanpa dilanjutkan Galaksi sudah mengerti.
Cup
Dikecupnya sekilas bibir tersebut, padahal sejatinya dia ingin ******* dan menggigit lebih lama. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan istrinya selalu merasa khawatir dan takut.
"Kamu anggap aku ini lelaki apa sayang?? Dari aku lahir hingga berumur dua puluh sembilan saja sanggup menahannya sayang. Apalagi ini hanya empat puluh hari saja. Kau jangan menganggap suamimu ini sebagai seorang pecundang sayang. Buat apa mencari kenikmatan sesaat dan menyakiti hati istri yang paling sempurna ini. Bisa di cincang nanti jika ketahuan oleh bunda jika aku menyakiti menantu kesayangan nya ini," ucap Galaksi sembari terkekeh.
"Ta-tapi itu kan sebelum kamu mengenal enaknya bercinta," kesal Rumi kedua pipinya mengembung seperti ikan buntal.
"Lalu aku harus bagaimana sayang agar kamu percaya?? Seluruh harta benda dan kekayaan sudah sepenuhnya milik kamu. Jika aku berbuat nakal bukankah dengan mudahnya kamu membuatku menjadi gembel. Aku sangat mencintaimu , dan tidak semuanya perihal bercinta saja sayang. Kedepannya sudah ada tanggung jawab besar untuk menjaga, mengasuh dan mendidik kedua anak kita."
....
"Kenapa sih Rumi sempat - sempatnya kamu berfikiran seperti itu? Apa aku ini dimata mu sebagai seorang suami yang bejat hanya memikirkan masalah ranjang saja Hem??" tanya Galaksi.
"Tapi kamu kan lelaki normal pasti butuh pelampiasan sedangkan aku setelah melahirkan tidak bisa melayani mu sebagaimana mestinya. Justru aku akan banyak merepotkan mu. Aku hanya takut kamu mencari wanita lain By, aku takut By..."
"Baby Ze dan baby Ra... tolong bantu papa mu ini untuk meyakinkan mama mu jika papa ini adalah suami yang setia, suami yang tahan godaan buah semangka raksasa. Sampaikan juga pada mama mu ini juga papa kalian sangat sayang dan tidak mau sampai kehilangan mama. Love you my twins," ujar Galaksi tepat di depan perut Rumi. Meskipun berbicara sambil berbisik tetapi Rumi bisa mendengarkan semuanya dengan baik.
Dug
Dug
"Tuuhh sayang, baby twins saja mengerti. Mengapa kamu sangat keras kepala sih," jawab Galaksi pura -pura merajuk.
Rumi menundukkan kepalanya, merasa bersalah karena tidak mempercayai perkataan suaminya itu. Padahal selama ini godaan wanita cantik, seksi dan body semlehoy ada di depan mata dan memiliki banyak kesempatan tetaplah tak pernah sekalipun Galaksi berminat.
"Rumi... Ti amo.." ucap Galaksi, kedua matanya menatap Rumi dengan dalam.
"Aku lebih mencintai Hubby, Don't leave me no matter what happens!!"
"Trust me, forever!!"
"Aaahhh By!!!" Pekik Rumi
__ADS_1
Galaksi tiba-tiba saja mengangkat tubuh Rumi keatas sebuah kursi khusus, spesial dibuat untuk menikmati aktivitas percintaan mereka. Spesial Galaksi pesan dari negeri matahari terbit untuk membuat Rumi merasa nyaman tanpa terganggu hadirnya baby twins.
"Lanjutkan ya sayang please...." pinta Galaksi dengan penuh harap
Rumi tersenyum hangat, kedua tangannya di letakkan di leher Galaksi.
"Kiss me please," ucap Rumi dengan nada sensual, suaranya membuat Galaksi semakin bergelora.
"As you wish, bunny"
*
*
Pagi hari di dapur Galaksi sudah sibuk dengan aktivitas membuat sarapan. Sedangkan Rumi masih mengantuk tetapi terpaksa bangun dan tengah duduk di meja makan menunggu sarapan spesial buatan Galaksi.
Pagi ini mereka berencana untuk mengunjungi rumah baru milik Eddy dan Imelda sekaligus syukuran empat bulanan kehamilannya. Hubungan antara Galaksi -Rumi dan Eddy -Imelda sudah membaik. Tak ada lagi permusuhan dan dendam diantara mereka, baik Rumi dan Galaksi sudah memaafkan kesalahan Imelda di masa lalu.
Dengan lincah, Galaksi mengolah berbagai bahan makanan yang akan dijadikan menu sarapan. Semalam Romi minta dibuatkan menu olahan ayam.
"Sayang, jangan tidur lagi loh. Ini sebentar lagi siap," seru Galaksi, tangannya sibuk mengaduk-aduk ayam teriyaki.
Rumi hanya menguap, sungguh mengantuk rasanya karena Galaksi mengerjai nya hingga jam satu pagi.
"Tara sudah siap Bunny, silahkan di nikmati," ucap Galaksi sambil menyimpan sepiring menu sarapan sehat di depan Rumi.
Tetapi kaki Galaksi merasakan sesuatu yang aneh di bawah lantainya, basah. Ternyata ada genangan air dibawah sana.
"Sayang.. ini air apa?? Kok ada di lantai," tanya Galaksi penasaran.
Rumi sedikit bingung, tanpa sadar meraba baju bagian bawahnya terasa basah.
"Sayang sepertinya ketubannya pecah," ucap Rumi tanpa ekspresi.
"Hah... apa!!!"
__ADS_1