Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Welcome our world, Baby Ra and Baby Zee


__ADS_3

Elio Rafardhan Rahadian


Adalah nama anak laki-laki yang berhasil dilahirkan pertama oleh Rumi atau akan di panggil dengan nama baby Ra. Bayi yang sangat tampan dengan bentuk mata dan alis sangat mirip seperti Rumi. Sedangkan raut wajahnya sudah pasti meng-copy sang ayah.


Perawat langsung membawa baby Ra sesaat sesudah di lahirkan untuk di bersihkan dan di periksa kondisi tubuhnya. Rumi berusaha mengatur nafas dan tenaganya yang tersisa untuk proses melahirkan yang berikutnya. Masih ada satu bayi yang ada dalam kandungan Rumi.


Air mata haru saat mendengar tangis bayi lelakinya tak kuasa di bendung oleh Galaksi. Rasa bahagia menyeruak dalam hatinya, sang istri begitu hebat menahan rasa sakit dan melahirkan bayi mereka yang sempurna.


Sebuah kecupan terima kasih diberikan Galaksi pada kening dan bibir istri sekaligus memberikan dorongan semangat untuk berjuang kembali melahirkan anak kedua mereka.


"Terima kasih sayang, kamu sangat hebat. Kita sekarang sudah menjadi orang tua," ucap Galaksi dengan haru.


Tak beranjak selangkah pun dari sisi Rumi. Meski terlihat jelas olehnya ceceran darah paska melahirkan anak pertama mereka.


Seorang perawat memberikan segelas air minum untuk Rumi dan Galaksi membantu nya.


"Bu, siap-siap kembali ya. Bayi kedua sepertinya ingin menyusul kakaknya. Lakukan seperti tadi ya Bu, ayo dorong," ucap dokter


Rumi berusia mengatur napasnya yang mulai sesak, tenaganya hanya tersisa sedikit lagi. Rasa sakitnya kali ini makin menjadi, selain rasa sakit di bagian perut ada pula rasa sakit dibagian sensitifnya karena dokter menggunting sedikit untuk jalan lahir sang jabang bayi


"Iya bagus Bu, dorong ya. Kepalanya sudah terlihat," ucap Dokter memberi semangat.


Kedua perawat yang berjaga di samping Rumi juga membantu mendorong agar bayi cepat keluar.


Sudah dua puluh menit berlalu, tetapi bayi kedua belum juga berhasil dilahirkan. Rumi sudah kehabisan napas, keringat membasahi wajah dan lehernya.

__ADS_1


"By, lemes by. Rumi udah ga kuat!!" Ucap Rumi dengan lirih. Napasnya sudah terasa begitu sesak.


Tetapi Rumi tak bisa begitu saja menyerah karena taruhan nyawa anak keduanya. Rumi mencoba sekali lagi untuk mendorong sekuat tenaga begitu kontraksi mulai datang.


"Sayang, ayo sayangku. Kamu pasti bisa," ucap Galaksi dengan menggenggam erat tangan Rumi.


"Suster tolong siapkan alat vacuum, sepertinya sang ibu sudah kehabisan tenaga," ucap dokter memberi perintah.


Mendengar hal itu membuat Rumi merasa bersalah karena tidak bisa melahirkan anak keduanya dengan lancar. Rumi pun tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh dokter terhadap bayinya karena terlihat dari raut wajah dokternya begitu panik.


"Dok, apa yang sebenarnya terjadi?? Apa anak kedua saya baik-baik saja??" tanya Galaksi penuh khawatiran.


Rumi pun sudah berurai air mata, takut terjadi sesuatu dengan anaknya.


"Apa tidak akan terjadi apa -apa dok??" tanya Galaksi cemas


"Insyaallah pak, hanya saja meninggalkan sedikit bekas alat vacuum di bagian kepala tetapi nanti bisa hilang seiring bertambahnya usia."


"By, maaf," ucap Rumi dengan sendu. Dia merasa gagal sebagai seorang ibu karena telah sampai selesai melahirkan anak keduanya.


"Its okey sayang. Kamu sudah melakukan yang terbaik," ucap Galaksi seraya mengecup kening Rumi, kali ini lebih lama. Galaksi ingin menguatkan hati Rumi yang sedikit kecewa.


"Bu tolong siap-siap mendorong sekali lagi ya. Kumpulan tenaganya, nanti saya bantu tarik dari sini. Mengerti ya Bu," ujar sang dokter memberi instruksi


Tak lama setelah dokter berbicara seperti ini, gelombang kontraksi dan Rumi pun bersiap mendorong agar bayinya bisa keluar.

__ADS_1


"Hah... hah...hah.."


Napas Rumi terengah-engah, tenaganya habis begitu saja, sekujur tubuhnya mendadak lemas. Bahkan tangan saja tak sanggup untuk di gerakkan. Rumi mengeluarkan air mata bahagia karena kedua anaknya bisa dilahirkan dengan keadaan selamat. Tak lama Rumi memejamkan matanya, rasa lelah yang mendera membuatnya terlelap sejenak.


Ternyata sang bayi kedua terlilit tali pusar sehingga menyebabkan lebih sulit dilahirkan. Namun ada hal yang Galaksi khawatirkan karena bayinya tidak menangis saat keluar.


Galaksi menghampiri perawat dan dokter yang langsung membawa anak keduanya sedangkan Rumi ditinggalkan bersama seorang bidan untuk dibersihkan pasca melahirkan kedua anaknya.


"Dok, apa yang terjadi?? Kenapa anak saya tidak menangis??"


"Tidak apa-apa pak, ini biasa terjadi saat seorang bayi terlalu lama berdiam di jalan lahir. Tadi juga ada dua lilitan melintang di bahunya yang membuat sang ibu kesulitan saat proses mengeluarkan nya. Nah ini bekas alat vacuum nya ya pak, agak sedikit benjol. Nanti dibantu agak di tekan dengan pelan -pelan saat memandikannya," ungkap Dokter sambil memotong tali pusarnya dan memberikan penjepit.


"Oooeeekkkk"


"Oooeeekkkk"


Tak lama setelah tali pusarnya di potong anak kedua Galaksi dan Rumi akhirnya menangis juga. Segala rasa syukur dan terima kasih tak terhingga Galaksi ucapkan. Anak keduanya berjenis kelamin perempuan sangat cantik seperti Rumi ibunya


Galaksi menunggu kedua bayinya yang telah di bersihkan untuk mengazani mereka. Keduanya begitu mirip, terutama di bagian matanya yang sama-sama mewarisi gen Rumi.


Elara Zeashafiya Rahadian.


Nama lengkap bayi perempuan yang sangat cantik dengan panggilan baby Zee. Elio dan Elara, kedua bayi kembar milik Rumi dan Galaksi merupakan sumber kebahagiaan yang tiada rata. Menjadi anugrah terindah dalam keluarga Rahadian, mereka semua menyambut kelahiran Elio dan Elara penuh suka cita.


Welcome our world, Baby Ra and Baby Zee

__ADS_1


__ADS_2