Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Mengerjai Balik Galaksi


__ADS_3

Saat ini sebenarnya Galaksi Tengah berpura-pura merajuk kepada Rumi. Galaksi sangat mempercayai Rumi tidak akan pernah mengkhianatinya meskipun kelak Galaksi akan jatuh miskin. Galaksi juga sudah bisa membaca apa yang dikatakan oleh Rumi saat berbisik kepada Kevin. Kalopun Galaksi ingin tahu lebih detail bisa bertanya kepada resepsionis yang menjadi saksi mata ketika Rumi dan Kevin berbicara di depan lobby.


Tes


Tes


Tes


Air mata yang berusaha Rumi tahan akhirnya jatuh juga saat Galaksi dengan teganya menuduh Rumi sebagai wanita yang tergila-gila dengan harta. Tak lagi menahan derasnya air mata, Rumi menangis kencang menumpahkan rasa sakit hatinya. Apalagi karena dalam kondisi hamil membuat perasaannya lebih sensitif.


"Huuuuuuu..... Huuuuuuuuuu," tangis Rumi tersedu-sedu


Tubuhnya bergetar, air matanya pun sudah membasahi lantai.


"Sayang maaf."


Galaksi lekas memeluk tubuh istrinya, rasa bersalah menyeruak dalam dirinya karena ucapannya yang telah menyakiti hati Rumi. Padahal dia sama sekali tidak bermaksud demikian. Rasa sesal pun tiada guna, jika tau akhirnya seperti ini Galaksi tidak akan bersandiwara didepan Rumi.


Rumi berusaha melepaskan diri dari pelukan Galaksi, hatinya masih terasa sakit saat suaminya itu menuduh dirinya dengan kejam.


"Lepas!!!! Lepas!!!! Kamu jahat, kamu jahat!!!!" Pekik Rumi.


Galaksi akhirnya terpaksa melepaskan pelukannya, takut terjadi sesuatu denga kandungan Rumi. Tubuh Rumi segera berbalik ingin meninggalkan ruangan itu saat ini juga. Dia sudah tidak peduli suaminya itu salah paham atau tidak yang jelas Rumi sedang tak ingin berdekatan dengan suaminya.


Sadar Rumi hendak pergi, Galaksi segera berlari menuju pintu untuk menghalangi Rumi agar tidak keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Galaksi menggenggam tangan Rumi dengan erat tetapi tidak menyakitinya.


"Bunny, maafkan aku sayang. Bukan maksudku berkata seperti itu. Itu hanya pura -pura saja Bunny, bukan sungguhan. Aku minta maaf Bunny, maafkan aku yang telah menyakiti hatimu," bujuk Galaksi sambil membawa Rumi agar mau duduk di sofa.


Sekilas Galaksi sempat melihat Rumi meringis sambil memegang pinggangnya.


Air mata Rumi masih mengalir membasahi pipinya, sengaja memalingkan matanya saat jari jemari Galaksi hendak menghapus jejak air matanya.


Rumi sebenarnya tak tega melihat Galaksi berlutut dan bersimpuh didepannya sambil menggenggam tangannya begitu erat. Tapi hatinya masih sakit, biarlah sementara seperti ini.


Raut wajah Galaksi sangat tegang, mendapatkan sikap Rumi yang mengabaikannya. Rasa bersalah menyelimuti hatinya, andai dia berpikiran panjang mungkin Rumi tidak akan sakit hati.


"Bunny, maafkan Hubby ya??" Ucapnya dengan memelas.


"Hubby kenapa jahat sekali mengatakan aku wanita yang tergila-gila dengan harta. Padahal selama ini aku jarang sekali menggunakan uangmu By. Kamu tega!!!!" Ucap Rumi sambil terisak-isak menangis.


Rumi melirik sekilas wajah Galaksi yang cemberut tetapi masih saja terlihat tampan bahkan bulu -bulu halus disekitar wajahnya membuatnya tampak lebih maco.


Rumi mendesah kasar, sesungguhnya tak tega juga membuat Galaksi bersedih tapi ucapan nya sudah menusuk ke hatinya, sakit.


"Hubby cemburu??" Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya yang mungil.


Galaksi menganggukkan kepalanya, sedetik kemudian mengerucutkan bibirnya.


Sedetik kemudian Rumi mengembangkan senyumannya selebar mungkin, ada bunga -bunga indah dan kupu-kupu yang berterbangan disekitarnya.

__ADS_1


"Maca???" ucapnya dengan nada suara mengejek.


Galaksi mengangkat kepalanya lalu berdiri dan menyimpan kedua tangannya di pinggang.


"Bunny, Kamu pikir aku ini manusia kayu heh??? Aku punya perasaan sayang, mana ada suami yang rela istrinya berdekatan dengan pria lain apalagi terlihat sangat intim. Apalagi pria tersebut lebih segala-galanya dari diriku yang hanya remahan rempeyek," ujar Galaksi sambil berkacak pinggang


"Hahahahaha By, kamu yang sultan aja menyebut diri sendiri aja remahan rempeyek. Apalagi aku yang rakyat jelata, mungkin hanya butiran debu di pojokan jendela," ucap Rumi menahan tawanya.


Galaksi mendekatkan kepalanya ke Rumi, sorot matanya begitu tajam.


"Kalo begini kan cantik. Maafkan aku sayang, aku tak bermaksud melukai hatimu. Sungguh aku hanya berpura-pura,"


Rumi mendorong kepala Galaksi agar menjauh, walaupun sudah memaafkan tetapi sakit hati itu masih ada.


"Tau ah, emang dengan kata maaf rasa sakit hatiku bisa sembuh. Kau memang menyebalkan By," sahut Rumi sambil membalikkan tubuhnya


Galaksi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus melakukan apa.


"Okey, okey agar kamu ga ngambek lagi. Akan aku penuhi apapun permintaan mu. Yang penting aku dimaafkan ya Bunny," ucap Galaksi sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Rumi menyipitkan matanya, sedikit aneh dengan gelagat Galaksi.


"Kenapa suamiku ini menjadi aneh seperti ini. Padahal aku sudah ketakutan jika hubby salah paham dengan apa yang dilihatnya. Tapi ternyata semua hanya akting, kamu keterlaluan By. Baik kalo begitu, ini tidak akan aku biarkan By," seru Rumi seraya menaikkan bibirnya sambil menyeringai licik.


"Sayang, aku tidak berniat untuk mengerjaimu awalnya. Hanya ketika melihat kamu seperti hendak mencium Tuan muda itu membuat aku gemas dan ingin menciumi mu dengan sangat brutal. Sayangnya ini kantor, andai dirumah sudah aku sergap sedetik kemudian," jelasnya

__ADS_1


Rumi mendadak merinding mendengar perkataan Galaksi, ternyata ada sifat mesum yang tersembunyi. Lain kali Rumi harus bertindak hati-hati agar Galaksi tidak bertindak gila.


__ADS_2