Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Memeriksakan Kandungan


__ADS_3

"Mulai sekarang lo resmi jadi asisten gue ya, mudah -mudahan langkah awal ini bisa menjadi batu loncatan untuk posisi karir lo yang lebih baik," ucap Rumi.


Dea resmi menjadi assisten Rumi saat ini. Galaksi sudah menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh Dea. Dea merasa bangga telah dipercaya mendapatkan jabatan tersebut. Dia berjanji akan melakukan pekerjaannya dengan baik dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan.


"Sebenarnya gue ngerasa belum pantas untuk mendapatkan posisi ini Rum. Apalagi gue masih karyawan baru di bagian ini, pasti bakal ada kontra dari beberapa karyawan yang merasa jika gue mendapatkan posisi ini karena ada campur tangan dari lo Rum. Tapi gue janji bakal ngebuktiin kalau gue pantes dengan jabatan ini, tapi gue juga butuh dukungan lu ya Rum," ucap Dea


"Gue butuh orang yang bisa gue percaya dan mau bekerja keras. Nah orang itu lo Dea. Gue juga udah menilai pekerjaanmu selama ini sangat bagus dan teliti, makanya gue langsung rekomendasikan lo sama suami gue. Lo tenang aja gue ga akan ninggalin lo kok, gue akan senang jika lo bertanya tentang pekerjaan," ujar Rumi.


"Pekerjaan yang akan kamu handle ajan di bantu oleh Eddy dan Lucas. Jadi jika tidak ada Rumi kamu bisa meminta bantuan Eddy dan Lucas untuk membantumu," ucap Galaksi


"Siap pak boss, terima kasih atas kepercayaan Anda, saya tidak akan mengecewakan Anda," seru Dea dengan semangat


Galaksi senang melihat interaksi Rumi dan teman baiknya yang saling mendukung. Karena sudah masuk jam makan siang, Galaksi mengajak untuk makan bersama. Sebelumnya Galaksi sudah meminta Eddy untuk memesankan makanan dari restoran langganan Galaksi.


*


*


Sudah dua hari Rumi hanya berdiam diri di apartemennya, Galaksi belum memperbolehkan Rumi untuk bekerja mengingat kondisinya yang masih lemah. Kadang-kadang juga Rumi sering ditemukan tertidur dimana saja, kondisinya yang sedang hamil membuat Rumi suka merasa mengantuk.


Hari ini jadwal kontrol kesehatan Rumi sekaligus jadwal USG. Ketika di rumah sakit mereka belum sempat melakukan USG karena Rumi yang ngotot ingin pulang ke rumah.


Rumi sudah bersiap menggunakan dress selutut berwarna merah maroon. Di lemarinya seluruh bajunya sudah diganti dengan ukuran yang lebih besar dan lebih nyaman digunakan oleh wanita hamil. Banyak bajunya yang tidak cukup karena tubuh Rumi yang sedikit lebih besar ketika hamil. Semua pakaian Rumi di ganti dan di pilih langsung oleh sang ibu mertua.


Tepat jam empat sore Galaksi sampai di apartemennya. Dia memang izin pulang terlebih dahulu karena akan mengantarkan Rumi untuk USG ke rumah sakit. Tak sabar rasanya ingin melihat calon anak-anaknya nanti. Ingin rasanya kedua anaknya lahir kedunia meramaikan suasana rumah mereka.


Galaksi diam-diam juga sudah mempersiapkan sebuah Rumah di dekat kantornya. Tidak mungkin juga mereka akan tinggal di apartemen, jika anak-anaknya lahir tentu saja membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal yang layak.

__ADS_1


"Bunny sudah siap sayang??" tanya Galaksi


"Susah By, tinggal ambil tas aja," ucap Rumi kemudian mengambil tas yang ada di atas meja.


.


.


Untung saja Galaksi sudah mendaftar pemeriksaan USG sebelumnya sehingga begitu sampai di rumah sakit Rumi bisa langsung diperiksa tanpa harus menunggu lama. Mereka datang ke dokter kandungan Dr. Aira yang merupakan dokter kepercayaan keluarga Rahadian.


"Selamat sore Bapak dan Ibu Gala, hari ini pemeriksaan USG yang pertama kali ya. Silahkan Bapak bantu istrinya untuk berbaring, kita akan mulai pemeriksaannya ya," ucap Dokter Aira.


Galaksi membentu Rumi naik keatas ranjang, suster menyingkap sedikit pakaian Rumi dan mengoleskan gel dingin di bagian perutnya. Dokter mulai menggerakkan alat USG dan mencari letak janin pada kandungan Rumi


Dug-dug


Dug-dug


Dug-dug


"Nih liat, disini ada dua kantung janin dengan satu plasenta kemungkinan anak yang dilahirkan nanti kembar identik ya. Kemudian dapat kita lihat keduanya sudah mulai lengkap bentuk organ luarnya. Jika dilihat dari ukuran janin, sekarang ibu Rumi sudah masuk ke minggu ke 12. Perkembangan secara umum baik, jumlah air ketuban cukup dan berat janin normal," ucap Dokter Aira memberikan penjelasan.


"Maaf dokter untuk jenis kelaminnya apa sudah bisa keliatan," tanya Galaksi


"Maaf Pak, untuk jenis kelamin baru akan terlihat di minggu ke 16 atau usia kehamilan 4 bulan tapi untuk janin kembar akan sulit untuk menentukannya karena biasanya posisi mereka akan saling menghalangi jenis kelaminnya. Nanti kita cek lagi pada pemeriksaan bilan depan ya pak," jawab dokter Aira dengan ramah.


Pemeriksaan USG sudah selesai, Galaksi membantu Rumi membenarkan pakaiannya dan turun dari ranjang. Mereka berdua lalu duduk di depan meja praktek dokter untuk mendengarkan penjelasan lainnya dan bertanya beberapa hal yang belum mereka ketahui.

__ADS_1


"Apa ada keluhan yang ibu alami selama kehamilan ini?"


"Tidak ada, dok semuanya baik. Hanya saja beberapa akhir ini rasanya sering mengantuk dan porsi makan ku semakin banyak. Badan juga menjadi melar," ucap Rumi sambil mengerucutkan bibirnya. Galaksi menjadi gemas melihatnya ingin mencubitnya saat ini juga.


"Oh iyu wajar ketika masa kehamilan apalagi ibu sedang hamil anak kembar tentu saja butuh asupan yang lebih banyak dibandingkan kehamilan normal. Nanti setelah melahirkan pasti bentuk tubuh ibu akan kembali normal apalagi jika ibu menyusui asi eksklusif,"


"Apa ibu tidak mengalami mual atau pusing kepala, tadi saya cek tekanan darah ibu sedikit rendah?" lanjut pertanyaan doktek Aira


" Saya yang mengalaminya dok, hampir tiap pagi saya mual dan muntah. Apalagi kalo berdekatan dengan wanita cantik, pasti langsung muntah-muntah," ucap Galaksi sambil berbisik untuk kalimat yang Terakhir.


Dokter Aira tersenyum mendengar pengakuan Galaksi, hanya sedikit suami yang merasakan efek dari kehamilan istrinya.


"Oh itu namanya kehamilan simpatik pak Galaksi. Jadi bapak bisa ikut merasakan sedikit efek yang dialami oleh istri bapak seperti mual, muntah, atau ngidam. Hal ini terjadi biasanya karena suami sangat sayang dan mengkhawatirkan istrinya. Jika seperti itu, saya akan resepkan obat anti mual untuk pak Galaksi dan vitamin tambahan untuk ibu Rumi ya," ucap Dokter Aira memberi penjelasan sambil tersenyum.


Galaksi menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Rumi memandangi suaminya dengan penuh haru. Selama ini Rumi menyangka jika Galaksi mual dan muntah karena masuk angin atau kelelahan. Ternyata suaminya itu ikut menanggung efek dari kehamilan, merasa beruntung karena hal-hal buruk selama kehamilan justru ditanggung oleh suaminya.


Dengan sangat erat Rumi memegang tangan suaminya ketika melewati koridor rumah sakit usai melakukan pemeriksaan. Beberapa ibu-ibu muda iri dengan wajah Galaksi yang tampan, Rumi mendekap Galaksi dengan posesif.


"Sayang, kita langsung pulang atau ingin makan di luar?" tanya Galaksi ketika masuk kedalam mobil.


Rumi tampak berpikir sejenak, rasanya tak ingin buru-buru pulang ke rumah. Ada hal yang ingin dia lakukan apalagi saat pergi tadi Rumi sempat melihatnya.


"Mmmmmmm ingin ke pasar malam boleh?? Ingin naik bianglala boleh??" pinta Rumi sambil mengedipkan kedua matanya.


Galaksi memandang lekat kedua mata istrinya yang berbinar-binar, rasanya tak sanggup jika menolak keinginannya. Apalagi saat ini istrinya itu sedang hamil, pasti akan merajuk dan menangis jika keinginannya tidak dituruti.


"Yassalam!!!"

__ADS_1


__ADS_2