Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Pemeriksaan USG


__ADS_3

"Uhukkkk"


"Uhuukkk"


Rumi terbangun karena merasa tenggorokannya sangat kering. Matanya mulai mengerejap dan terbuka untuk melihat dimana dia berada, masih berada di villa Kevin atau di tempat yang lain. Sebelumnya Rumi sempat merasakan kehadiran Galaksi tengah menyelamatkan nya.


"Aiirr.. aiiirrr" ucapnya begitu lirih. Tenggorokan nya sedikit sakit dan perih.


Sayup-sayup ditelinga Galaksi terdengar suara istrinya, meskipun sangat pelan tetapi Galaksi dapat mendengar nya.


Galaksi bangun dari tidurnya dan melihat jika istrinya sudah sadar


"Sayang," ucapnya dengan bahagia.


"Aiirr, minum," gumam Rumi


Galaksi mengambil segelas air yang ada di nakas dan memberinya kepada Rumi. Tak lupa Galaksi memencet tombol panggilan dokter, begitu Rumi sadar dia harus di periksa kondisinya.


Tak ada hal yang fatal pada tubuh Rumi semuanya normal hanya tinggal mengembalikan kondisi tubuh Rumi yang masih lemas. Dokter juga menyarankan agar Galaksi dan Rumi melakukan pemeriksaan USG untuk lebih detail melihat kondisi dan perkembangan janin.


"By, mau teh manis?" pinta Rumi.


Galaksi yang hendak bangun untuk membuatkan Rumi teh manis di cekal tangannya agar tidak beranjak pergi dari sisi nya. Rumi masih takut jika dia akan kembali di culik jika tidak ada Galaksi.


"Jangan pergi, please??" ucapnya dengan sendu. Rumi hampir menangis, matanya sudah berkaca-kaca.


Galaksi langsung memeluk tubuh Rumi dengan erat, dia sadar jika Rumi mengalami trauma


"Aku ga akan kemana-mana sayang, hanya membuatkan mu teh manis," ucap Galaksi, berusaha memberikan Rumi pengertian.


"Ga boleh pergi, disini aja. Rumi takut." Rumi mengeratkan pelukannya seolah-olah Galaksi hendak pergi jauh .


"Aku ga akan kemana-mana sayang, jangan takut ya."


Galaksi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung mesti bagaimana. Satu sisi istrinya ingin teh manis, sisi yang lain justru tak boleh pergi sama sekali.


Tiba-tiba sebuah ide melintas di otaknya. Melihat telepon yang ada di atas nakas akhirnya Galaksi menelepon bagian kantin dan memesan teh manis beserta beberapa makanan untuk Rumi


Setengah jam kemudian pesanan datang dan langsung diantarkan. Rumi langsung meminum habis teh tersebut, seperti lima tahun tidak menemukan air.


"Sayang, makan dulu ya. Laper kan??" ucap Galaksi.


"Laper banget," ucapnya sambil mengusap perutnya. Terakhir makanan yang masuk ke perut nya hanya cilor yang dia beli sebelum tragedi penculikan.

__ADS_1


"Tapi suapin ya," ucap Rumi dengan manja.


Tentu, dengan senang hati Galaksi melakukannya. Apalagi beberapa hari dia begitu merindukan kehadiran istrinya. Rumi begitu lahap memakan bubur yang di pesan oleh Galaksi, hampir habis dalam waktu kurang dari setengah jam.


"Sayang, apa di sana kamu ga di kasih makan?"


Galaksi masih bertanya-tanya bagaimana Rumi bisa tidak makan apapun seharian yang membuat kondisinya menurun.


"Di kasih. Enak -enak lagi makanan nya. Ada steak, ayam panggang, ayam sayur, buah-buahan juga ada. Menu lengkap, empat sehat lima sempurna," ungkap Rumi.


"Terus kenapa kamu sampai tidak makan Bunny. Kamu tau ga, kamu sakit begini karena ga makan seharian, ga ada asupan energi sama sekali. Untung aku datang tepat waktu," ucap Galaksi.


Rumi menundukkan kepalanya, tiba-tiba merasa bersalah atas perbuatannya kemarin yang menolak untuk makan.


"Aku ngidam makan di suapin Hubby, makanya disana sama sekali ga bisa makan walaupun makanannya enak. Tapi sama sekali ga bikin nafsu makan," ucapnya penuh penyesalan


"Maaf," ucap Rumi dengan lirih.


"Harusnya aku yang minta maaf sayang, karena lalai menjagamu. Pasti saat disana kamu dan anak kita ini kangen sama papa ya, makanya nolak buat makan," ucap Galaksi sambil mengusap perut Rumi yang sudah membuncit


"Hemmm.. mereka ga bisa jauh dari papanya. Untung mereka anak-anak yang kuat," seru Rumi.


"Aku janji ga akan pernah melepaskan pengawasan ku dari mu sayang. Setelah ini, aku akan sewa beberapa bodyguard untuk menjagamu saat aku tidak ada disampingmu. Aku juga ga ingin kejadian penculikan kemarin terulang kembali."


*


*


Dug


Dug


Dug


Bunyi detak jantung calotn anak mereka saling bersautan saat alat USG mulai memeriksa kondisinya. Dapat dilihat pada layar bagaimana rupa wajah calon anak mereka, bentuk tubuhnya terlihat sempurna dengan kelengkapan organ yang sudah tampak jelas. Galaksi begitu terharu melihat calon anak-anaknya mereka yang tumbuh sehat di rahim Rumi.


"Alhamdulillah semua organ berkembang dengan baik ya bapak, ibu. Bisa dilihat wajahnya sudah mulai nampak hidung nya yang mancung seperti ayahnya. Ada tangan dan kakinya semuanya sempurna dengan lima jari," terang Dokter memberikan penjelasan.


Ada rona bahagia yang terpancar dari raut wajah Rumi dan Galaksi mendengar perkembangan calon anak-anak mereka yang sempurna.


"Ahh iya bapak, ibu maaf sebelumnya bulan lalu saat kunjungan pertama saya memberitahu jika hanya ada satu plasenta. Tapi setelah empat bulan ini ternyata mulai kelihatan jika plasenta mereka terpisah," lanjut Dokter.


"Jadi maksudnya bagaimana dok?" tanya Galaksi dengan cemas.

__ADS_1


"Tenang saja Bapak, ibu, ini bukan sesuatu yang buruk. Hanya saja jika kehamilan kembar dengan dua plasenta kemungkinan mereka kembar tetapi tidak identik," terang dokter.


Galaksi hanya membulatkan mulutnya menyerupai hurup O. Mungkin kembar tidak identik itu seperti dirinya dan Andromeda, kembar tapi tak serupa.


"Ahhh iya, ini dedeknya ga malu-malu buat nunjukin siapa mereka. Bapak sama ibu ingin tau jenis kelaminnya??" tanya sang Dokter.


Rumi dan Galaksi saling memandangi. Beberapa waktu yang lalu mereka sempat membicarakan tidak akan merahasiakan jenis kelamin anaknya. Hal itu berhubungan dengan segala persiapan menjelang kelahiran. Tentunya jika anak kembar, mulai dari pakaian aksesoris dan desaign kamar tidur harus disesuaikan dengan jenis kelamin anaknya.


"Tentu dokter, kami ingin tau jenis kelamin calon anak-anak kami. Kamu ingin mempersiapkan kelahiran mereka dengan baik," ucap Galaksi dengan antusias.


"Kemungkinan tujuh puluh persen, bapak dan ibu akan memiliki anak kembar sepasang, perempuan dan laki-laki. Tapi ini hanya gambaran sepintas saja, jika ingin lebih meyakinkan bisa di lihat ketika usia kandungan tujuh bulan atau ketika menjelang persalinan."


Kabar gembira untuk Rumi dan Galaksi setelah mendengar penjelasan dari dokter. Mereka bersyukur bisa memiliki sepasang anak hanya dalam satu kali kehamilan. Sebenarnya tak masalah apapun jenis kelamin mereka yang terpenting mereka bisa lahir kedunia dengan sempurna dan selamat.


"Dok, aku mau tanya," ucap Rumi malu-malu.


"Silahkan ibu Rumi, jika ada yang ingin di tanyakan langsung aja," jawab dokter dengan ramah.


"Apa setelah melahirkan berat badan aku akan kembali normal, baru empat bulan saja sudah naik sepuluh kilo. Rasanya tidak pede jika badan terus melar seperti ini," ucap Rumi dengan menundukkan kepalanya


Ada hal yang dia takutkan dengan kondisi tubuhnya yang tidak kembali seperti semula setelah melahirkan nanti. Dia takut Galaksi akan mempermasalahkan bentuh tubuhnya yang berubah jelek atau gendut.


Dokter tersenyum, mengerti ketakutan yang ibu hamil rasakan apalagi kehamilan kembarnya akan banyak mempengaruhi tubuh dan hormonnya.


"Setelah melahirkan, tentu saja tubuh ibu akan kembali langsing seperti semula. Terutama jika ibu memberikan asi ekslusif pada anak ibu. Tetapi harus di imbangi dengan pola hidup dan dan makanan yang seimbang. Apalagi nanti ibu perlu banyak asupan nutrisi untuk tumbuh kembang sang anak," terang Dokter memberikan penjelasan.


Ada sedikit kelegaan dalam hatinya namun masih ada hal yang mengganjal. Masih ada ketakutan dalam diri Rumi Galaksi akan berubah setelah dirinya melahirkan nanti.


Usai melakukan pemeriksaan, Galaksi mengantarkan Rumi keruang rawatnya menggunakan kursi roda. Rumi masih merasa lemas jika harus berjalan, dan tidak mungkin di gendong oleh Galaksi. Tentu akan membahayakan Kandungan Rumi yang sudah membesar.


Di dalam kamar, Rumi diam tak berkata apapun. Galaksi menjadi uring-uringan melihat perubahan Rumi yang menjadi pendiam. Padahal hasil pemeriksaan kedua calon anaknya baik -baik saja.


"Sayang, kenapa diam saja? Ingun sesuatu?" tanya Galaksi dengan khawatir.


Rumu hanya menggelengkan kepalanya, membuat Galaksi nyaris frustasi.


"Apa kamu masih khawatir dengan bentuk badanmu itu sayang??" tebak Galaksi


Rumi hanya diam, bergeming, tak menjawab pertanyaan yang Galaksi lontarkan. Jika diam berarti jawabannya iya, pikir Galaksi. Wanita menang selalu begitu, maunya di mengerti tanpa hatus banyak penjelasan.


Galaksi melingkar tangannya pada perut Rumi dan meletakkan kedua telapak tangannya pas pada bagian kedua calon anaknya tumbuh. Dapat terasa mereka berdenyut beriringan dalam rahim Rumi.


"Hubby, sayang. Istriku yang paling tersayang dengar dan ingat ini baik -baik ya. Jangan pernah mengkhawatirkan sesuatu yang tidak akan terjadi sama Sekali. Bagaimana mungkin aku akan meninggalkan istriku yang sudah rela mengobarkan nyawanya untuk melahirkan kedua calon anakku, membawa mereka kemana-mana selama sembilan bulan demi wanita lain hanya karen perubahan tubuhmu sayang. Semua yang terjadi dengan tubuh mu juga karena anak-anakku, kamu menjadi gendut karena harus makan banyak agar mereka tidak kelaparan dan kekurangan nutrisi. Aku akan menjadi suami dan ayah yang paling buruk jika sampai aku meninggalkan mu sayang," ungkap Galaksi.

__ADS_1


Mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut suaminya ada kelegaan dalam hatinya. Apa yang Rumi takutkan terjawab sudah. Sungguh, Rumi merasa sangat dicintai oleh suaminya Galaksi. Rumi membalikkan tubuhnya dan memeluk erat tubuh suaminya, meresapi aroma tubuh suaminya dengan lekat. Dia begitu merindukannya.


"I love you, My Hubby."


__ADS_2