Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Imelda, kau kah itu??


__ADS_3

Galaksi baru saja menyelamatkan aktifitas olahraga panas nya bersama Rumi beberapa saat yang lalu. Terdengar bunyi dengkuran yang halus dari mulut istrinya, kelelahan usai mati-matian menggoda Galaksi. Galaksi juga mati-matian menahan geloranya yang sudah membara tetapi harus gagal juga saat Rumi begitu menggoda untuk sekedar di lihat.


Galaksi sempat takut aktifitasnya membuat Rumi kesakitan. Sempat beberapa kali Galaksi menanyakan kondisi istrinya saat ditengah -tengah pergulatan mereka. Bukan hanya sekali tetapi dua kali pengulangan Rumi memintanya, Galaksi yang sempat menolak karena takut Rumi kembali sakit akhirnya takluk juga setelah Rumi begitu lihai membawa Galaksi ke angkasa.


Galaksi yang masih bertelanjang dada akhirnya ikut berbaring di samping Rumi dan mendekap tubuh istrinya dari belakang. Tak tertinggal Galaksi selalu mengelus-elus perut Rumi, menjaga kontak batin dengan calon anaknya.


"Jangan nakal-nakal disana ya. Jangan menyusahkan mamah, baik -baik disana, jangan terlalu lincah, nanti mamah kalian yang repot. Maafkan papa jika kedepannya jarang menengok kalian, papa takut nanti akan membuat mamah kesakitan. Ga sabar ingin segera bertemu dengan kalian, sehat-sehat yang sayang," gumam Galaksi sambil terkekeh.


Tak lupa Galaksi memberikan sebuah kecupan hangat di bagian kening dan bibir istrinya. Jika biasanya Galaksi memakaikan kembali baju istrinya, tapi kesempatan kali ini sengaja tidak memakai Rumi pakaian apapun. Hanya pakaian dalam saja yang Rumi kenakan. Galaksi ingin bersentuhan langsung dengan kulit istrinya, hangat dan mulus. Tak lupa sebelum tidur Galaksi menyelimuti tubuh mereka berdua agar tidak kedinginan meskipun suhu AC di naikkan.


*


*


Pekerjaan yang ditinggalkan Galaksi kepadanya membuat Eddy benar-benar kelimpungan. Apalagi aktifitas kantor sangat padat di bulan-bulan ini. Untung saja Lucas bisa diandalkan untuk menghandle beberapa pertemuan dengan partner bisnis yang baru. Kemampuan Lucas dalam hal bernegosiasi patut diacungi jempol.


Tring

__ADS_1


Sebuah notifikasi pesan WhatsApp masuk ke handphone milik Eddy. Eddy hanya melihat sekilas, pesan tersebut berisi sebuah gambar dari nomor yang tidak di kenal. Sejenak Eddy mengabaikannya. Tapi sedetik kemudian rasa muncul akan gambar tersebut membuat Eddy langsung membuka aplikasi berwarna hijau tersebut.


Eddy mengereyitkan matanya saat melihat sebuah gambar dikirim oleh nomor misterius. Eddy tahu betul gambar apa yang dikirimkan kepadanya. Eddy mengingat -ingat kapan terakhir kali melakukan one night stand bersama cewek-cewek panggilan. Ya.. yang di terima oleh Eddy adalah sebuah gambar testpack dengan dua garis merah yang artinya positif hamil.


Semenjak Imelda kembali, Eddy sudah tak pernah berurusan atau menyentuh wanita bayaran. Eddy hanya melakukannya dengan Imelda. Eddy gusar, siapakah yang mengirimkan gambar tersebut. Wanita mana yang hamil atau jangan -jangan Imelda. Tapi jika wanita bayaran kemungkinan kecil mereka akan hamil karena Eddy selalu menggunakan pengaman, bahkan beberapa wanita bayaran Eddy juga mengonsumsi obat pencegah kehamilan.


Kemungkinan hanya satu, itu adalah Imelda. Ya... Hanya dengan Imelda, Eddy melakukannya tanpa pengaman. Berkali-kali pula Eddy melakukan hubungan suami istri dengan Imelda, bukan tanpa sebab. Eddy sengaja tidak menggunakan pengaman selain karena permintaan Imelda juga karena Eddy memiliki tujuan untuk menghamili Imelda agar kelak wanita itu menjadi miliknya


Bahagia?? Jelas.. sangat bahagia jika test kehamilan tersebut milik Imelda. Artinya Imelda akan kembali dan meminta pertanggung jawabannya. Tentu dengan senang hati Eddy bertanggung jawab dan segera mempersiapkan pernikahan. Tapi Eddy belum memastikan apakah itu berasal dari milik Imelda


Eddy lantas membalas pesan tersebut.


Eddy mengetik demikian pada kolom pesanan, dan menunggu balasan chat dari si pemilik nomor. Pesannya sudah terkirim dan membawa. Lama menanti pesan balasan tetapi tak kunjung ada. Kesal, lantas Eddy menekan tombol panggilan dan menghubungi nya


Tut


Tut

__ADS_1


Tut


Panggilan pertama tak kunjung ada jawaban. Eddy kembali menghubungi nomor tersebut tetapi masih sama. Eddy terus mengulangi panggil telepon tersebut tetapi masih belum ada jawaban. Eddy mendesah kasar.


Akhirnya Eddy mencoba menghubungi nomor tersebut untuk terakhir kalinya. Jika masih tidak ada jawaban maka dia akan menganggap jika itu hanya chat iseng belaka.


Tut


Tut


"Edd...."


Terdengar suara lembut di balik sana. Eddy terdiam saat mendengar suara tersebut, suara dari seorang wanita yang sudah sangat dia rindukan.


"Imel...." jawab Eddy.


Dia berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar. Betapa rasa rindunya kian membuncah. Meski hanya sebuah suara, tetapi dapat mengobati setengah rasa rindunya

__ADS_1


"Edd.."


"Ayo kita menikah"


__ADS_2