
Selama dalam perjalanan Rumi menatap kosong pemandangan diluar dari jendela kendaraan yang dia tumpangi saat ini. Dia tak tidak mencemaskan kondisinya yang saat ini sedang diculik. Rumi lebih mencemaskan Bagaimana kondisi dia yang sempat dipukul hingga pingsan oleh orang yang menculiknya.
Tanpa perlu diberitahu Rumi sudah tahu siapa dalang dari kejadian ini. Siapa lagi jika bukan tuan muda Kevin. Dan selama dalam perjalanan Rumi sempat mendengarkan percakapan salah satu anak buah yang menelepon dan memberitahu jika mereka telah berhasil membawa Rumi tanpa paksaan, beberapa kali mereka sempat menyebutkan panggilan Tuan Muda.
Rumi juga mengetahui jika Kevin sedang mengincar untuk menjatuhkan perusahaan milik Galaksi. Rumi sempat mendengarkan obrolan anak IT tentang adanya penyusup yang mencoba untuk menjebol keamanan data perusahaan. Sayangnya harus gagal karena ketangguhan sistem keamanan buatan Andromeda kakak Galaksi.
"Hubby, cepat jemput aku ya sayang," gumam Rumi dalam hati. Sudah pasti Galaksi kalang kabut mengetahui istrinya diculik.
Rumi mengusap perutnya yang sudah membuncit, berharap semuanya akan baik-baik saja dan dapat terlewati tanpa adanya korban di masing-masing pihak. Makanya Rumi dengan sukarela masuk ke dalam mobil penculik karena tak ingin bayi yang dia kandung dalam bahaya.
Rumi sungguh tak tahu dibawa kemana oleh si penculik karena tidak terlalu hafal jalanan kota Jakarta. Yang jelas Rumi akan dibawa ke luar kota saat menyadari jika mobil melaju masuk ke dalam tol yang mengarah ke luar Jakarta.
"Nih minum dulu. Perjalanan kita masih sangat jauh. Sebaiknya jaga kondisi jangan sampai dehidrasi karena kami tidak ingin disalahkan oleh bos kami," ucap salah satu anak buah sambil memberikan botol air mineral
Rumi agak ragu untuk menerima botol air mineral tersebut takut di dalamnya sudah dicampurkan sesuatu yang berbahaya.
"Ambilah tak perlu takut Nona. Botol air mineral ini masih disegel dan tidak ada campuran apapun di dalamnya," ucap nya berusaha meyakinkan Rumi.
Akhirnya Rumi mengambil botol air mineral tersebut dan meminumnya hingga habis setengahnya. Karena merasa jenuh dalam perjalanan Rumi akhirnya merasa mengantuk dan tertidur.
*
*
Hampir satu jam lamanya Dea tidak sadarkan diri. Dea ditemukan oleh jalan yang sedang lewat tergeletak di pinggir jalan. Akhirnya ya diantarkan ke kantornya karena melihat name tag yang terpasang di baju kerjanya.
Eddy menunggu Dea hingga sadar, dia ingin menanyakan perihal Rumi yang di culik oleh orang. Sengaja bukan Galaksi yang mengintrogasi Dea karena takut merasa terintimidasi apalagi Galaksi sedang emosi.
"Eeuugghhhh, sakit," guman Dea memegangi kepalanya yang bekas dipukul.
"Aku dimana?" ucap Dea setengah sadar.
Dia teringat sesuatu dan reflek langsung bangun dari tidurnya.
"Rumi...Rumi.. ke mana Rumi!!! Rumi diculik!!" Teriak Dea sambil merasa panik tingkat tinggi
__ADS_1
"Rumi aaahhhhkkkkk!!"
Untung saja Eddy dengan sigap menahan tubuh dia yang terhubung jatuh karena masih lemah baru saja bangun dari pingsannya.
"Lo tenang dulu oke ,jangan panik," ucap Eddy berusaha menenangkan Dea.
"Tapi tapi Rumi diculik Pak Eddy. Kita harus menyelamatkannya," ucap Dea bertambah panik.
"Lu bisa tenangkan diri dulu nggak. Kalau lo panikan kayak gini, gue nggak akan tahu Bagaimana kejadiannya. Sekarang lo tenang dulu oke habis itu ceritain sama gue Bagaimana detail ceritanya Rumi bisa dibawa sama orang," ucap Eddy mencengkram kedua bahu Dea.
Dea berusaha menenangkan dirinya terlebih dahulu dengan cara menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Sejenak dia merasa bersalah karena tidak dapat mencegah Rumi untuk masuk ke dalam mobil si pencuri. Andai saat itu dia bisa membawa kabur Rumi mungkin semuanya tidak akan terjadi.
"Rumi dibawa oleh orang tak di kenal. Tidak ada satupun wajah mereka yang dapat aku kenali karena mereka memakai baju serba hitam berkacamata dan memakai masker. Tapi dari cara mereka membawa Rumi mereka sangat menjaga agar Rumi tidak kenapa-kenapa. Dan mereka juga tahu jika Rumi sedang hamil," terang Dea saat dirinya sudah mulai tenang.
"Apa tidak ada satu hal pun yang dapat kamu kenali seperti plat nomor atau suatu petunjuk?" Tanya Eddy mencari tahu.
Dea mah menggelengkan kepalanya, kejadiannya berlalu sangat cepat sehingga tak ada yang sempat dijadikan petunjuk olehnya. Apalagi sesaat setelah Rumi masuk ke dalam mobil, seseorang memukul tengkuk bagian belakangnya hingga pingsan.
"Tapi sepertinya Rumi sudah bisa menebak siapa yang hendak menculik dirinya. Makanya rumit tanpa perlawanan apapun langsung masuk ke dalam mobil," lanjut Dea
"Apa penculikan Rumi ini ada hubungannya dengan tuan muda Kevin?" Tebak Eddy.
"Aku tidak bisa memastikan sama sekali Pak, kejadiannya terjadi sangat cepat."
Mereka berdua terdiam sesaat, tak tahu harus berbuat apa. Apalagi Galaksi sedang tidak berada di tempat karena pergi ke markas Dragon Red Eyes.
"Apa Pak Galaksi marah? " ucap Dea sambil memainkan jari jemarinya.
" tentu saja marah. Siapa coba yang nggak marah kalau istrinya diculik orang," ucap Eddy dengan begitu serius.
Dea menundukkan kepalanya, rasa bersalah menyerang dirinya. Dia telah lalai menjaga Rumi.
" Tenang saja nggak perlu khawatir, Pak Galaksi tidak marah kepadamu Dea. Beliau marah kepada orang yang sudah berani menculik istrinya," terang Eddy selanjutnya.
Dea mencebikkan bibirnya, padahal dirinya sudah khawatir Setengah Mati. Tapi ternyata Eddy malah mempermainkan dirinya. Eddy diam-diam terkekeh saat melihat diam- ekspresi wajah Dea yang cemberut.
__ADS_1
*
*
Galaksi telah tiba di gerbang masuk markas Dragon Red Eyes. Rasanya sudah cukup lama dia tidak menginjakkan kakinya di sini, terakhir kali dia datang ke markas tersebut saat sekolah menengah.
Dengan menggunakan kartu akses masuk Galaksi langsung masuk kedalam ruangan dimana kedua orang tuanya dan Andromeda telah menunggu. Semua dalam mode siaga saat mendapatkan kabar Rumit di culik oleh seseorang.
"Ayah, bunda, kak Andra," sapa Galaksi terhadap orang-orang yang ada di ruangan tersebut.
Galaksi langsung duduk di kursi yang telah dipersiapkan. Beberapa saat sebelum Galaksi tiba, Andra sudah menyusun rencana terlebih dahulu.
" Apa kamu yakin yang menculik Rumi adalah tuan muda Kevin???" tanya Andromeda memastikan
" satu-satunya orang yang cukup dicurigai adalah dia, apalagi dia memiliki Obsesi terhadap Rumi padahal jelas-jelas Rumi sudah menolaknya," terang Galaksi, wajahnya menegang menahan amarah.
"Tapi dia bukan orang sembarangan, ternyata dia punya beberapa kolega yang berkerja sama dengan mafia luar negeri. Pantas saja bisnisnya di dalam negeri cepat berkembang dan cukup stabil. Ternyata ada backingan dari orang penting, " ungkap bunda Maulindya
" kok Bunda bisa tahu informasi itu? ? Dari mana?? " Galaksi cukup heran.
"Tentu saja dari paman mu, Bara, " jawab bunda maulindya singkat.
Galaksi hanya membulatkan mulutnya menyerupai huruf O.
" Kak untuk urusan kali ini biarkan aku dan anak buahku yang akan bertindak. Kakak fokus aja dengan kesembuhan dan kesehatan Kakak ipar karena itu yang lebih penting, " ucap Galaksi
"Ta-tapi... "
" Apa yang diucapkan oleh gala itu benar nak, istrimu lebih membutuhkan kehadiranmu saat ini. Untuk urusan kali ini Bunda juga akan ikut campur. Berani-beraninya bocah kemarin sore menculik menantu kesayangan bunda," ucap Bunda Maulindya sambil mengepalkan tangannya.
" Baiklah kita mau kalian seperti itu. Tapi kalian jangan sampai bertindak gegabah. Karena musuh kita bukan orang sembarangan apalagi keselamatan Rumi ada di tangan mereka, " nasehat Andra
" sudah tentu keselamatan bumi adalah hal yang paling utama apalagi saat ini dia sedang mengandung. Sebaiknya langkah pertama kita adalah cari tahu dulu kekuatan musuh Sebesar apa dan di mana dia menyekap Rumi saat ini, " Raka berbicara.
Mereka pun melanjutkan diskusi mereka untuk menyusun rencana penyelamatan Rumi. Karena penculik yang saat ini tengah menikah hadapi bukan penculik yang menginginkan harta sebagai tebusan tetapi menginginkan diri Rumi seutuhnya.
__ADS_1