Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Bengkak banget bahkan sedikit lecet


__ADS_3

Usai kegiatan percintaan mereka yang sangat panas Rumi langsung tertidur karena kelelahan sedangkan Galaksi masih betah memandangi wajah Rumi. Dengkuran halus terdengar di telinga Galaksi, tangannya terulur merapikan rambut istrinya yang acak -acakan.


Akibat efek obat perangsang yang cukup dahsyat membuat Rumi melayani Galaksi hingga 3 kali putaran. Untung saja kondisi tubuhnya sudah membaik paska terjebak di ruang dokumen. Ada perasaan bersalah yang Galaksi rasakan karena sudah membuat istrinya sangat kelelahan.


Apalagi di dera rasa lelah yang luar biasa membuat Rumi bahkan tak sempat membersihkan diri apalagi memakai baju. Tubuh Rumi masih polos di balik selimut yang dia kenakan.


Tak tega Galaksi melihat Rumi tidur dengan kondisi tubuh yang kotor, dia berinisiatif membersihkannya. Galaksi menyeka tubuh istrinya tersebut dengan handuk kecil dan air hangat. Dengan hati-hati dan perlahan Galaksi melakukannya agar tak mengganggu apalagi membangunkan tidur istrinya itu.


"Mmmmm... Bengkak banget," gumam Galaksi saat membersihkan area sensitif bagian bawah milik istrinya.


Tak lagi hasrat saat menyentuhnya, dia sudah merasa sangat puas melakukan dengan istrinya. Hanya rasa bersalah yang dirasakan nya, Galaksi tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya tubuh Rumi esok hari. Galaksi lekas mengambil sesetel baju tidur untuk dipakaikan ke tubuh Rumi sebelum istrinya masuk angin.


Sebuah senyum terbit di bibirnya saat matanya tak sengaja melihat noda merah di seprai ranjangnya. Merasa bahagia karena Rumi seorang wanita yang masih menjaga mahkotanya untuk suaminya. Galaksi pun memindahkan tubuh Rumi ke sofa panjang sementara dirinya menggantikan seprai yang sudah kotor.


"Terima kasih banyak Rum, aku ga tau gmana jadinya kalo malam ini kamu ga bersedia melakukannya. Maaf juga karena hampir saja aku melakukannya dengan wanita lain," ucap Galaksi sambil mendaratkan sebuah kecupan


Setelah membereskan kecauan yang dia buat, giliran kini untuk membersikan diri. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Galaksi harus bergegas beristirahat agar esok hari tak kekurangan stamina mengingat begitu banyak yang harus dia kerjakan di kantornya.


.


.


Di pagi harinya Galaksi bangun terlebih dahulu padahal biasanya Rumi duluan yang bangun. Mungkin karena terlalu lelah membuat Rumi masih hanyut dalam mimpinya. Galaksi bangun dengan tubuh yang segar bugar padahal dia hanya beristirahat beberapa jam saja. Tak tega membangun istrinya yang masih tidur, Galaksi bangun dan mulai aktivitasnya di pagi hari.


"Euugghhhhh," lenguh Rumi.


Dia mulai terbangun saat seberkas sinar mulai menyilaukan matanya.


"Sssssshhhhhhh, aaaaawwwww," pekik Rumi saat merasakan tubuhnya sangat sakit terutama di bagian sensitifnya terasa perih dan sedikit panas.


Ada rasa kurang nyaman saat Rumi di selangkangannya saat menggerakkan badannya. Rumi melihat ranjang disebelahnya sudah kosong, berarti Galaksi sudah bangun terlebih dahulu.


Namun tanpa sempat mengecek jam berapa sekarang Rumi mengira Galaksi sudah pergi berkerja. Ada rada kecewa saat mendapati ketidak beradaan Galaksi apalagi tadi malam mereka berdua baru saja menghabiskan malam panjang yang indah.


Ceklek


Galaksi masuk sambil membawa nampan yang berisi sarapan untuk Rumi.


"Rum, kamu sudah bangun?" tanya Galaksi.


Dia lantas menyimpan nampan tersebut atas nakas di samping ranjangnya. Galaksi sudah berpakaian rapi hanya tinggal memakai jas saja.


Rumi mengingat -ingat kejadian semalam, seingatnya dia langsung tidur usai kegiatan percintaan tetapi saat bangun sudah berganti dan memakai baju tidur. Galaksi yang menyadari kebingungan istrinya mulai menghampiri dan duduk di sebelahnya.


"Maaf semalam aku yang menggantikan baju untuk mu, tapi kamu tenang saja tubuhmu juga sudah aku bersihkan juga dengan air hangat. Aku tak tega melihat kamu tidur dengan kondisi tubuh yang tak nyaman," ucap Galaksi dengan polosnya

__ADS_1


Mata Rumi melotot saat mendengar ucapan Galaksi, reflek Rumi langsung menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya. Melihat tingkah laku istrinya Galaksi hanya geleng-geleng kepala.


"Sudah tak perlu ditutup begitu kan kamu nya juga sudah pakai baju. Dan ga perlu malu, aku bahkan sudah melihat seluruh tubuh mu saat telanjang," balas Galaksi


Bugh


Rumi malu sekaligus kesal, dilemparkannya sebuah bantal kearah Galaksi. Sedangkan Galaksi hanya tertawa kecil, sungguh menggemaskan sekali istrinya itu.


Tiba-tiba saja Rumi merasa ingin buang air kecil. Namun saat menggerakkan tubuhnya terasa sangat sakit dan linu.


"Aaahhhhkkkkk," pekik Rumi


"Kenapa Rum? Sakit badannya??" ucap Galaksi khawatir, Rumi hanya menganggukkan kepalanya.


"Jangan banyak bergerak, istrirahat saja di kasur. Maaf sudsh membuatmu begitu, " ucap Galaksi dengan lirih.


Rumi yang asalnya merasa kesal dan ingin marah seketika melunak saat melihat wajah Galaksi yang sendu. Dia hanya bisa menghembuskan napasnya.


"Tapi aku ingin ke kamar mandi, sudah tak tahan," ucap Rumi


Tanpa babibu, Galaksi langsung mengangkat dan membawa Rumi masuk kedalam kamar mandi dan mendudukkannya diatas closet.


"Butuh bantuan???" tawar Galaksi, Rumi menggelengkan kepalanya.


"Yasudah, kalo sudah beres ketuk pintunya atau panggil namaku," ucap Galaksi sambil menutup pintu.


"Sssssshhhhhhh, aaaawwwww," pekik Rumi.


Area sensitifnya sangat terasa sakit dan perih saat buang air kecil hingga air matanya menetes.


"Sakit sekali, hiks..hiks..hiks," rintih Rumi kesakitan.


Setelah selesai Rumi terpaksa memanggil Galaksi karena tak sanggup bergerak untuk menggapai pintu kamar mandi tersebut. Mendengar suara Rumi memanggilnya, Galaksi pun masuk dan mengangkat tubuhnya kembali kearas ranjang.


"Sekarang sarapan dulu ya, aku suapi," ucap Galaksi, Rumi tak menolak.


Setengah jam kemudian Galaksi sudah selesai menyuapi Rumi. Tak lupa Galaksi memberikan Rumi minum.


"Rum, maaf ya hari ini aku tidak bisa menemanimu di rumah karena ada banyak pekerjaan di kantor. Aku juga harus membereskan kekacauan semalam yang membuat kita berakhir dengan kegiatan panas yang menyenangkan," ucap Galaksi dengan seringai di bibirnya.


Blush


Rumi menundukkan kepalanya teringat bagaimana kejadian semalam saat dirinya dan Galaksi saling menyatu. Bahkan Rumi masih ingat bagaimana lembut dan nikmatnya permainan di bawah tubuh Galaksi.


"Aku pamit kerja dulu ya, kamu istirahat di rumah. Jika ada sesuatu telepon saja," ucap Galaksi sambil mencium kening istrinya.

__ADS_1


.


.


Untung saja semalam Eddy berhasil membereskan kekacauan yang dibuat oleh sang sekretaris. Jika bertanya Sarah di mana dan diapakan, dia sudah dibawa dan di sekap di markas milik Om Bara dan Andra. Begitu mendapatkan telepon dari Eddy, Andra langsung mengerahkan beberapa anak buatnya untuk menyeret tubuh Sarah yang masih pingsan. Di markas Sarah menjadi bulan-bulanan beberapa anak buah Om Bara, akibat berani mengusik keluarga Rahadian.


Galaksi cukup puas dengan kinerja Eddy apalagi berkas dan persiapan untuk mengikuti tander hari ini sudah diselesaikan dengan baik. Sejujurnya Galaksi cukup khawatir meninggalkan Rumi sendiri di apartemen tapi pekerja hari ini tidak bisa di tinggalkan.


Ceklek


"Waahhh boss, gue kira lo ga bakalan masuk nih sekarang. Ternyata pagi -pagi udah senyam senyum sendiri nih, pasti habis mendapatkan jackpot ya," ucap Eddy, dia baru saja datang.


"Gue ga bisa ninggalin kerjaan hari ini Ed, kan lu tau sendiri ada tender penting hari ini," jawab Galaksi.


"Kan ada gue bos, lo ga udah khawatir, gue bisa lo andalkan. Gue pasti bakalan mendapatkan tender itu," ucap Eddy dengan semangat.


"Gue percaya lo bisa, tapi lo udah banyak bantu gue. Apalagi lo kalo gue ga masuk kerja semua urusan hari ini lo handle sendiri ga ada yang bantu. Oh iya, wanita ja-lang itu lo bawa kemana semalam?"


"Sarah, di bawa ke markas kakak lo seperti. Semalem gue langsung telepon Andra, ternyata begitu balik ke kantor, ruangan lo udah beres. Gue juga dibantu Andra buat ngeberesin proposal yang semalem lo tinggalin," ungkap Eddy


"Gue harus cari sekertaris baru. Lo tolong bikin lowongan kerja ya, kali ini gue butuh sekertaris cowol. Gue ga mau kejadian tadi malam terulang lagi. Gara-gara wanita ja-lang semalam gue harus menyakiti Rumi," geram Galaksi


"Jadi semalem lo ngelakuin itu sama Rumi? Pertama kalinya kan kalian tadi malam?" ucap Eddy sedikit meninggikan suara


"Hhemmm, dan gara-gara obat sialan itu gue melakukannya berkali -kali hingga Rumi kelelahan. Gue merasa bersalah Ed," ucap Galaksi. Lagi-lagi dia teringat Rumi yang ditinggalkan seorang diri


"Wahhh gila lo. Pasti bengkak tuh," ucap Eddy sadar, lantas menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Ia, bengkak banget bahkan sedikit lecet," jawab Galaksi dengan polosnya.


Beberapa detik kemudian Galaksi mulai sadar dengan apa dia ucapkan. Mulai mendelik ke arah Eddy yang malah senyam senyum sendiri.


"Kamprett lo Junaediii!!! Balik kerja dan keluar dari ruangan gue sekarang juga!!!!!" teriak Galaksi begitu keras, hingga membuat jantung Eddy serasa copot.


.


.


Entah berapa lama Rumi tertidur, ketika bangun tubuhnya justru semakin terasa pegal dan sakit. Apalagi sekarang dia juga merasakan tidak nyaman di tubuhnya, merasa kedinginan hingga menggigil. Rumi ingin sekali ke kamar mandi untuk buang air kecil, selain itu juga tenggorokan nya sangat haus. Tetapi tubuh Rumi begitu sakit jika di gerakkan sedikit saja, bahkan hanya memindahkan kaki saja sakit luar biasa di area sensitifnya.


Rumi mencari -cari handphone miliknya tapi tak ada di atas ranjang. Rumi ingat jika handphone tertinggal di atas meja makan. Ingin rasanya Rumi menelpon Galaksi untuk membantunya saat ini, tetapi ini masih jam kerja dan tak mungkin mengganggu pekerjaannya.


"Hiks.... Hiks.... Hiks .. sakit sekali. Ibu, Rumi sakit," rintihnya sambil meringkuk didalam selimut.


Rumi hanya berharap Galaksi segera pulang, dirinya tak bisa melakukan apapun saat ini bahkan untuk duduk pun tak sanggup. Tubuhnya menggigil hebat, suara gemerutuk pun terdengar dari gigi-giginya yang saling bertumbukan.

__ADS_1


Terpaksa Rumi buang air kecil di atas ranjangnya karena sudah tidak sanggup menahannya lagi. Biarlah jika nanti dia di marahi oleh Galaksi karena sudah mengotori kasurnya.


"Ma-maafkan Rumi tuan, Rumi ga sengaja,"


__ADS_2