
Satu jam sudah baik Eddy maupun Imelda yang membuka suara. Sejak pertama mereka berjumpa kembali hingga seluruh hidangan yang mereka pesan telah habis, kedua masih membisu.
Imelda langsung mengajak Eddy bertemu setelah Eddy sebelumnya menyatakan akan menikahi Imelda. Imelda memberitahukan hotel dimana menginap begitu sesampainya kembali di Indonesia. Dan sekarang mereka tengah berdua di restoran yang berada di hotel tersebut
"Ed..."
"Mel..."
Keduanya akhirnya bersamaan mengeluarkan sepatah kata. Mulut Eddy benar -benar gatal ingin mengatakan sesuatu tetapi lidahnya terlalu kelu saat bertemu kembali dengan orang yang paling dia rindukan. Bahkan Eddy begitu terpesona saat melihat kembali wajah Imelda, pipinya sedikit menjadi lebih chubby.
"Kau duluan Ed," ucap Imelda malu-malu.
"Heeemmmmmm, apa kabar Mel? Lama tak berjumpa," ucap Eddy basa-basi.
Sebenarnya bukan itu kalimat yang ingin dia bicarakan. Dia ingin menanyakan perihal gambar testpack yang dia kirimkan apakah benar miliknya atau bukan. Tapi dia takut itu akan menyakiti hati dan perasaannya, dia takut Imelda beranggapan jika Eddy tidak menerima atau mengharapkan kehamilannya.
"Aku tentu saja baik Ed. Bagaimana denganmu? Kenapa kau terlihat lebih kurus dan tidak terawat??" tanya Imelda dengan getir.
Ya.. tentu saja penampilan Eddy jauh lebih tirus, wajahnya kusut berantakan. Begitu juga dengan penampilan nya, kemeja dan dasinya sama sekali tidak cocok. Eddy hanya tersenyum, apakah Imelda tidak mengetahui sekacau apa hidupnya setelah kepergian Imelda.
"Maaf," ucap Imelda dengan lirih.
"Untuk???" Eddy menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Maaf aku pergi tanpa ucapan perpisahan apapun. Maaf aku telah membebani pikiranmu. Tapi ada hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu sebelum aku benar-benar akan meninggalkannya. Soal gambar yang aku kirim itu,-"
"Ayo kita menikah, ya besok kita akan menikah," ucap Eddy dengan mantap.
Imelda masih sama syoknya saat mendengarnya pertama kali di telepon, dia mengira Eddy hanya bercanda.
"Kau serius Ed???" tanya Imelda memastikan, matanya sudah berkaca-kaca
"Apa wajahku terlihat seperti sedang bercanda???" Ucap Eddy dengan tegas
"Mengapa kamu mengajakku menikah Ed, kau tau aku sedang ha-"
"Karena kau sedang hamil Imelda!!! Anak yang kamu kandung perlu seorang ayah. Apalagi masa-masa kehamilan tidak akan mudah dilewati seorang diri. Lagipula aku harus bertanggung jawab dengan apa yang telah aku perbuat," ucap Eddy dengan sangat tegas, tangannya terkepal
"Apa kamu yakin ini adalah anakmu Ed?? Bahkan kamu tau wanita seperti apa aku ini!!!"
"Apa kamu mencintai ku Ed???" tanya Imelda dengan lirih.
"Sangat. Aku sangat mencintaimu sejak dulu. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Meski aku tau yang kamu sukai sejak dulu adalah Galaksi. Tapi aku tak mau bersikap egois yang bisa merusak persahabatan kita meski kerap kali aku menahan rasa sakit hati saat kamu begitu perhatian dengannya. Tapi yang terpenting dalam kebahagiaanku adalah melihatmu tersenyum. Karena aku sadar aku bukanlah seorang pria yang pantas untuk dicintai. Aku sadar siapa diriku, aku sadar dari mana tempatku berasal," ungkao Eddy.
Imelda bingung harus berkata apa, ucapan kejujuran Eddy membuat Imelda semakin merasa bersalah. Di masa lalu bahkan Imelda tidak menganggap keberadaan Eddy sama sekali, Padahal di saat Imelda sedang merasa sedih Eddy selalu muncul dan menemani dirinya.
"Edd..."
__ADS_1
Air mata meluncur sudah dari pelupuk matanya setelah berusaha di tahan. Mungkin karena hormon kehamilan yang membuat perasaan nya begitu sensitif.
"Tapi satuhal yang membuat aku sangat yakin itu adalah anakku. Jika itu bukan anakku, mana mungkin kamu mengirimkan gambar testpack kepadaku bukan??" Ucap Eddy sambil tersenyum.
Imelda menganggukkan kepalanya, memang terlalu malu untuk mengakui kejujuran akan kehamilannya. Imelda masih trauma akan skandalnya yang viral dimana-mana. Apa jadinya jika saat ini di tengah hamil di luar nikah meskipun ayah dari sang anak ada di depan matanya.
"Jadi ayo kita menikah. Besok juga akan segera laksanakan pernikahan nya!!" Ucap Edsy begitu bersemangat.
Imelda ikut tersenyum, ada rasa bahagia tak terkira di hatinya.
"Eddd.." rengek Imelda
"Apa sayang??" Balas Eddy
"Kamu ga romantis sama sekali sihh!!!" Ketus Imelda.
Eddy tergelak tertawa, sambil menahan perut nya yang terasa kenyang
"Kamu ingin lamaran seperti apa sayang?? Maaf jika cara mengajakmu menikah tidak seperti yang kamu harapkan. Tapi satu hal yang pasti, aku akan selalu membuatmu bahagia. Akan aku jadikan kamu ratu di hidupku hingga hembusan napas terakhir. Aku janji," ucap Eddy dengan sungguh. Kedua tangan Imelda yang ada di atas meja digenggam dengan erat.
"Edd..."
Imelda begitu terharu dengan ucapan Eddy, tak salah ternyata dia memilih membuka hati nya pada Eddy. Imelda awalnya sengaja membiarkan Eddy membuatnya hamil. Jika ternyata dikemudian hari Imelda hamil maka Eddy adalah jodoh untuknya. Dan Eddy juga sudah berjanji saat mereka berhubungan terakhir kali akan bertanggung jawab jika Imelda hamil.
__ADS_1
Eddy berlutut didepan imelda kemudian mengeluarkan sebuah kotak beludru pink yang didalamnya sudah terdapat sebuah cincin bermatakan berlian.
"Will you marry me, Princess???"