Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Kecewanya Bara


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Karena ketukan pintu yang cukup keras, Kevin terbangun dari tidurnya. Ternyata Kevin berdiam diri di ruang kerjanya sampai ketiduran bahkan tidak menyadari situasi yang terjadi di dalam Villanya.


Kevin memukul pelan kepalanya berusaha mengurangi rasa pusing akibat bangun yang tiba-tiba. Dengan kesal Kevin berjalan kearah pintu untuk membukanya.


Kedua bola mata Kevin terkejut saat di depan nya berdiri beberapa orang asing berseragam serba hitam. Kevin menyipitkan matanya untuk berusaha mengenali pria paruh baya yang ada di depannya saat ini, wajahnya tidak begitu asing.


"Pa-paman Ba-bara?? "


Wajah Kevin langsung saat mengingat siapa pria yang ada di hadapannya saat ini. Kevin memundurkan langkah kakinya, sekujur tubuhnya mendadak menegang.


"Apa kau melupakan paman Kevin?? " Ucap Bara dengan suara bariton nya yang tegas, terkesan mengintimidasi Kevin.


Kevin menggelengkan kepalanya, sama sekali tidak melupakan siapa Paman Bara dalam hidupnya. Orang yang telah membantunya terlepas dari penjara keterpurukan setelah kematian ayahnya.


Tapi kedatangannya saat ini sangat tidak di harapkan, apalagi di Villa ini tengah dia sembunyikan istri orang. Entah apa yang akan paman Bara lakukan saat mengetahui jika Kevin ketahuan melakukan hal buruk itu. Kedatangan Paman Bara lebih buruk dibanding kan hadirnya malaikat pencabut nyawa saat ini.


"Kau tau kesalahan mu apa???" tanya Bara


Hhhhrrrrrr


Berdiri semua bulu kuduk nya, Bara yang tegas membuat Kevin semakin tak berdaya. Ingin rasa nya Kevin segara pergi dari ruangan tersebut. Yang dia herankan kemana anak buahnya yang berjaga disekitar villa, kenapa Bara bisa masuk kedalam.

__ADS_1


"Kenapa kau seperti memikirkan sesuatu? Apa kau bertanya kemana anak buah mu yang kau tugaskan untuk berjaga. Mereka semua sudah aku lumpuhkan. Tenang saja tak ada satupun yang terluka hanya saja mereka sudah aku amankan sehingga tidak akan menggangu kita kali ini," ungkap Bara membuat Kevin begitu tercengang.


"Pa-paman Bara," guman Kevin begitu lirih.


Bara menghela nafasnya dengan begitu kasar, meskipun Kevin berbuat kesalahan tetapi dia tidak bisa marah dengannya. Apalagi Bara sudah menganggap Kevin seperti anaknya sendiri, Karena Kevin merupakan anak dari sahabat terbaiknya.


"Apa kau selama ini tidak mengetahui jika Galaksi adalah keponakanku?" Tanya Bara, suaranya sedikit melembut.


"A-apa keponakan??" Kevin sungguh tidak mengetahui hal itu.


Kevin menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak mengetahui hubungan Bara dan Galaksi.


"Kali ini kau sudah mengecewakan Paman Kevin, kau sudah berani mengganggu rumah tangga keponakan paman. Kenapa kau harus obsesi dengan Rumi yang sudah memiliki suami Bahkan dia pernah mengandung. Dengan kekuasaan dan uang yang kau miliki tentu saja kau bisa mendapatkan wanita yang kau inginkan. Tapi jangan pernah mengusik keluarga ku. Setelah kejadian hari ini aku harap kau bisa mengintrospeksi dirimu dan berdoalah semoga ibumu belum mengetahui hal ini. Pastinya dia akan kecewa dengan sikap dan perbuatanmu!" Ujar Bara


"Maaf Paman tapi Aku hanya ingin Rumi yang menjadi wanitaku sekaligus istriku. Dia sangat berbeda dari wanita-wanita yang pernah aku kenal," ucap Kevin


"Paman tidak tau bagaimana perasaan dan hatiku yang sudah mati karena penghianatan. Apakah masih ada wanita yang tidak gila harta seperti Rumi??"


Bara mengangkat sebelah alisnya dan menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.


"Sekarang aku bertanya padamu, bagaimana rasanya menjadi orang tua saat mengetahui anak perempuan satu-satunya harus berulang kali gagal melangkah ke pelaminan saat mengetahui dirinya pernah menjadi korban pelecehan?? Kau hanya sekali menanggung rasa sakit hati sedangkan aku harus pura-pura menjadi seseorang yang kuat dan menyemangati anakku agar dapat hidup lebih baik. Kevin wanita seperti Rumi itu banyak, asal kau gunakan ini nih," ucap Bara sambil menunjuk ke kepala Kevin dengan menggunakan jari telunjuknya.


"Setelah ini Paman harap kamu bisa membebaskan semua kekacauan yang kamu timbulkan. Jangan pernah berani lagi untuk mengusik rumah tangga Galaksi dan Rumi. Kau masih nekat melakukan hal itu maka paman sendiri yang akan menghukum mu!!" Ancam Bara


"Dan satu hal lagi kamu sudah membuat rumah sakit, jika Galaksi berbuat sesuatu kepadamu Paman tidak akan pernah ikut campur. Itu adalah hukum tabur tuai atas segala perbuatan mu," ujar Bara sesaat sebelum dirinya meninggalkan Kevin.


Tubuh Kevin langsung merasa lemas begitu saja seolah tidak ada tenaga. Kevin langsung terduduk di lantai begitu Bara meninggalkannya seorang diri di ruang kerjanya. Dirinya sama sekali tidak berniat keluar dari ruangan tersebut karena sudah mengetahui bagaimana kondisi di luar. Rumi pasti sudah diselamatkan dan dibawa oleh Galaksi, dia hanya berharap kondisi Rumi akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Aaaaarrrghhhhhhhh, sial...sial...siall!!!!!"


*


*


*


Begitu mendapatkan kabar jika Rumi berhasil diselamatkan Maulindya dan Raka bergegas menuju rumah sakit untuk melihat kondisi menantu mereka. Mereka berdua sangat cemas dengan kondisi Rumi dan kedua janinnya, apalagi mereka mendapatkan kabar jika Rumi tengah demam.


Galaksi di luar ruangan sedang menunggu dengan cemas hasil pemeriksaan dokter. Dia berharap Rumi dan kedua calon anaknya dalam keadaan baik-baik saja.


Ceklek


Dokter dan beberapa suster yang bertugas untuk memeriksa kondisi Rumi keluar dari ruangan. Mereka langsung menghampiri Galaksi yang tengah duduk.


"Dokter, bagaimana kondisi istri saya??" Ucap Galaksi, dia langsung menghampiri dokter tersebut.


"Kondisi ibu Rumi sangat lemah apalagi sepertinya seharian kemarin beliau tidak makan apapun. Demam yang beliau alami juga cukup tinggi, tapi kami sudah memberikan obat pereda demam. Sedangkan untuk janinnya kondisinya cukup baik dan mereka sangat kuat. Sepertinya mereka yang sudah memberikan kekuatan bagi ibunya agar bisa bertahan. Untuk sementara jangan ganggu istirahat Ibu Rumi dan pastikan dia istirahat total. Jika nanti Ibu Rumi dibangun, tolong informasikan kepada kami karena kami harus memeriksa kondisinya. Untuk sementara kami sudah memberikan infus nutrisi untuk menambahkan asupan energi ke dalam tubuhnya," ungkap dokter memberikan penjelasan.


"Terima kasih banyak Dokter, sudah menolong istri saya. Untuk sekarang apakah saya bisa masuk untuk melihat nya?"


"Boleh, tapi usahakan jangan ada kontak fisik terlebih dahulu yang dapat mengganggu tidurnya. Kami tidak memberikan obat bius karena akan sangat berbahaya terhadap kondisi kandungannya. Jadi untuk saat ini biarkan Ibu Rumi untuk beristirahat dan memulihkan energinya," jawab Dokter .


Setelah mendengar penjelasan dari dokter yang memeriksa kondisi Rumi, Galaksi memutuskan untuk masuk ke dalam ruang perawatan dan melihat istrinya yang masih terbaring lemah di atas ranjang.


Wajah dan bibirnya begitu pucat namun masih saja terlihat cantik. Ingin sekali tangan Galaksi memegang dan mengelus pipi istrinya namun mengingat pesan dokter harus dia urungkan. Dia tidak ingin mengganggu tidur dan istirahat Rumi. Galaksi hanya berharap dan berdoa agar istrinya bisa cepat sadar dan melihat dirinya yang saat ini sedang menjaganya.

__ADS_1


__ADS_2