Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Gara-gara Kodok


__ADS_3

Entah apa yang ada dalam pikirannya Rumi saat ini hampir semua pesanan Rumi bertemakan kodok. Hampir saja Galaksi jantungan saat Rumi menanyakan perihal kodok goreng. Ternyata Rumi hanya iseng, meskipun memang ada makanan yang berbahan dasar kodok tetapi jika harus memakannya lebih baik tidak.


Namun hal tersebut tidak berhenti sampai disitu. Rumi berkeliling stand yang ada di outlet sambil menanyakan wadah makanan yang bergambar kodok, jika ada maka Rumi akan membelinya. Galaksi menggaruk-garuk kepalanya yang mulai pening menghadapi kelakuan istrinya yang mendadak aneh. Apa ini semua ada hubungannya dengan baju bayi bermotif kodok yang baru saja mereka beli?


Bahkan Rumi sampai membeli botol minum bergambar keropi karena tidak menemukan stand yang menggunakan gambar kodok. Rumi menyerahkan botol minuman yang dia beli sendiri untuk di isi lemon tea pada stand yang menjual minuman. Beberapa karyawan bahkan sempat tersenyum meledek saat melihat tingkah laku ibu hamil yang satu ini.


Galaksi merasa hal tersebut pasti masih akan berlanjut, seketika dia memiliki feeling buruk yang akan terjadi kepadanya. Dia berharap jika nanti tidak ada drama yang berkaitan dengan hewan kodok yang sebenarnya. Membayangkan hewan yang lengket-lengket basah Galaksi menjadi jijik sendiri, bulu kuduknya menjadi berdiri semua. Lebih baik dia berhadapan dengan seratus setan dibandingkan harus berurusan dengan hewan amphibi tersebut.


Setelah selesai makan, Rumi dan Galaksi melanjutkan acara jalan-jalan mereka. Rumi yang sudah terisi tenaganya kembali bersemangat masuk kedalam toko satu ke toko yang lainnya. Tapi berbeda dengan Galaksi, pegal dikakinya belum hilang malah di tambah lagi rasa pegalnya.


"Sayang yang bener aja aku pakai kaos model begini???" Keluh Galaksi saat Rumi memberikan sebuah kaos untuk dicoba olehnya.


Rumi hanya terkekeh, membayangkan suaminya memakai kaos tersebut membuat Rumi tersenyum lebar. Berbeda dengan Galaksi yang memberengut kesal, bisa-bisanya Rumi memilihkan model tersebut.


Galaksi menatap nanar pada kaos yang tengah di pegang nya. Mendadak ngeri jika harus mengenakan kaos yang gambarnya tidak pernah dia bayangkan sama sekali.


"Sayang ini bener harus aku coba sekarang??" Sekali lagi Galaksi bertanya kepada Rumi.


"Iya dong, cobain deh pasti kamu akan terlihat lebih unyu-unyu kalau pakai kaos itu. Kalau bagus nanti kita beli samaan," ujar Rumi, matanya berbinar-binar.


Galaksi akhirnya mengalah setelah melihat raut bahagia di wajah istrinya. Biarlah dia yang menderita sementara ini yang penting istrinya senang.


Galaksi menatap bayangannya pada cermin, terlihat jelas bagaimana penampilannya memakai kaos bergambar keropi. Ahh.. lagi-lagi berhubungan dengan kodok, ketakutan Galaksi akhirnya menjadi kenyataan. Jangan tanyakan warna kaos tersebut, jelas warna yang selalu berhubungan dengan kodok apalagi kalau bukan hijau.


Galaksi terlihat seperti orang dewasa yang menolak tua, meskipun masih gagah dan ganteng tetapi sangat tidak cocok dengan usianya yang menginjak angka tiga puluhan.


"Sabar Gala, demi istri. Ini adalah contoh bentuk suami yang sayang istri. Apalagi istri lagi hamil harus selalu bahagia. Okey Galaksi semangat!!!" gumamnya menyemangati diri sendiri


Galaksi keluar dari ruang ganti dan menghampiri istrinya yang masih memilih-milih pakaian yang lain. Beberapa pasang mata berbisik-bisik saat melihat Galaksi keluar dengan menggunakan kaos keropi tersebut.


"Sayang, gimana?" tanya Galaksi malu-malu.


Rumi membalikkan badannya dan melihat penampilan suaminya dari atas kepala sampai ujung kaki. Ahhhh, Rumi sangat suka itu, Galaksi terlihat lebih ramah dan fresh. Rumi mengacungkan kedua jempolnya sebagai tanda sangat menyukai apa yang dikenakan oleh Galaksi.


"Sayang... Ini baju pasangannya," ucap Rumi mengangkat sebuah baju santai bermotif keropi. Sebuah baju terusan berlengan pendek sepanjang lutut. Warnanya sama dengan kaos yang digunakan oleh Galaksi, hijau.


Galaksi hanya tersenyum melihat ekspresi Rumi yang nampak bahagia. Tangannya yang mungil memeriksa setiap bagian tersebut. Tetapi ekspresi wajahnya tiba-tiba murung.


"Sayang kenapa??" tanya Galaksi heran.


"Mahal.." ucap Rumi sambil cemberut


"Mahal??" Gumam Galaksi, lantas mengambil baju tersebut dan melihat harga yang tertera pada pricetag.


"Heh, 59.900??" kekeh Galaksi.


"Sayang, kamu beli seratus kodi aja uang di rekening masih sisa banyak. Kamu ini ada-ada aja sihh," sahut Galaksi sambil mengacak-acak rambut istri nya

__ADS_1


Rumi melorot, kedua tangannya di letakkan di pinggang.


"Emangnya kita mau buka grosir baju By, beli ampe seratus kodi. Tapi ini mahal, baju yang Hubby pake aja cuma tiga puluh ribu, kalo beli empat diskon jadi seratus ribu," ujar Rumi kesal.


Cup


"Beli sayang, jangan mempermasalahkan soal harga. Suami mu ini uangnya ga akan habis kok jika buat ngeborong semua isi toko ini sama karyawan -karyawannya," ucap Galaksi sombong


Rumi mencebikkan bibirnya, tak terima dengan ucapan suaminya yang sangat mengganggu telinganya.


"Simbing imit," ledek Rumi.


Gemas, itu yang di rasakan oleh Galaksi. Jika tidak sedang di tempat ramai, pasti bibir Rumi susah di gigit habis-habisan oleh Galaksi.


Rumi belum sadar jika saat ini dirinya sudah menjadi istri seorang jutawan. Dia masih menganggap jika dia hanya seorang OG dengan gaji empat jutaan saja. Jadi membeli baju dengan harga lima puluh ribu termasuk mahal.


"Beli sayang, nanti sampai rumah malah ngidam baju itu malah pengen balik lagi. Aku ga mau ya sayang," ucap Galaksi menakut-nakuti.


" Ighh Hubby, tapi hubby yang bayar ahh. Ini mahal!!" ucap Rumi.


”hahahahahah. Iya sayang, nanti Hubby yang bayar. Lagi pula semua uang aku kan kamu yang pegang, ada-ada aja sihh istriku ini. Ya udah pilih yang lain. Sekalian penuhin lemari yang di rumah, baju-baju yang udah ga cukup nanti bungkus aja, simpen di gudang," ungkap Galaksi, Rumi hanya terkekeh.


Akhir nya Rumi memilih beberapa pakaian untuknya dan untuk Galaksi juga. Ada sekitar 20 potong baju dan dua diantaranya merupakan baju couple atau baju pasangan. Yaitu baju tidur dan baju santai tentu saja bermotif dan bergambarkan kodok atau tokoh keropi.


Setelah membayar, Rumi dan Galaksi memutuskan untuk pulang karena sudah hampir jam sepuluh malam. Mereka nyaris berjalan-jalan hingga Mall tersebut akan tutup. Namun saat hendak menuju pintu keluar Rumi melihat ada toko yang ingin di masuki.


"Nanti nyasar ga? Inget parkir dimana??" tanya Galaksi memastikan.


"Heeemm inget dong. Hubby sekalia bawain ini ya?"


"Ya udah jangan lama-lama ya, sebentar lagi mall mau tutup," ucap Galaksi mengingatkan.


Galaksi tak banyak melarang karena dia ingin meluruskan kakinya sejenak, berharap Rumi tidak membuat masalah.


Rumi langsung bergegas mempercepat langkahnya menuju suatu toko, ya.. toko hewan atau petshop.


Tak lama berselang Rumi sudah kembali sedangkan Galaksi sedang merebahkan dirinya di kursi kemudi. Barang-barang belanjaan Rumi memenuhi bagian belakang mobilnya, nyaris penuh.


"Sa-sayang, i-itu apa??" ucap Galaksi terkejut, sungguh dia tak bisa berkata apa-apa.


Rumi hanya tersenyum sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya karena sebelah lagi sedang memegang sebuah kotak bening yang didalam ada sepasang hewan.


Galaksi merasa merinding dan geli sekaligus, ga kebayang rasanya jika kodok tersebut lepas dan loncat kesana kemari.


"Yang jantan namanya Keke kalo yang betina namanya Roro. Mereka ini pasangan loh, lucu kan," ucap Rumi sambil melihat kedalam kotak bening tersebut.


"Yassalam!!" Seru Galaksi sambil meraup wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Itu akan di bawa pulang ke apartemen Bunny?" tanya Galaksi memastikan, dia memiliki feeling buruk.


"Ya iya dong By, kalo ga di bawa pulang terus di taroh dimana. Kasian nanti kedinginan," sahut Rumi.


Ahh sungguh Galaksi tak bisa berkata-kata lagi, apa yang dia takutkan terjadi sudah. Apa boleh buat, dia hanya berharap kodok tersebut stay di tempatnya dan tidak bergentayangan di dalam mobilnya. Membayangkan nya saja membuat Galaksi mual.


Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di parkiran basemen. Rumi yang kelelahan tertidur selama perjalanan, wajahnya terlihat begitu bahagia. Rumi menggeliat saat menyadari jika mobil telah berhenti


"By, sudah sampai ya??" Ucapnya sambil menahan rasa kantuk, sesekali menguap


"Udah sayang. Sana duluan ke apart, aku bawa barang-barang belanjaan dulu ya," ucap Galaksi sambil membelai rambut Rumi


Rumi hanya menganggukkan kepalanya dan mengambil kotak bening yang ada di jok belakang.


"Hubby, Roro kemana???" Teriak Rumi panik.


"Hah Roro??" Galaksi seketika loading, otaknya nge lag.


"Ini kodok yang betina ga ada By, ilang??"


"Ilang gimana??? Kok bisa??" ucap Galaksi panik juga, wajahnya pucat.


"Ga tau by, kan tadi disimpan di belakang. Cari by, Roro dimana. Kasian Keke sendirian," ucap Rumi dengan mata hampir berkaca -kaca.


Krooookkk


Krooookkk


Krooookkk


Terdengar suara kodok, tetapi entah ada dimana. Galaksi diam terpaku, ga tau harus berbuat apa.


Krooookkk


Krooookkk


Krooookkk


Suara kodok itu kembali terdengar tetapi wujudnya tidak nampak. Galaksi akhirnya terpaksa mencari kodok tersebut didalam mobilnya dan mengecek hingga ke bawah jok.


Krooookkk


Krooookkk


Suaranya semakin dekat tetapi kodok itu tak juga terlihat.


"By... Itu di atas kepala!!!" seru Rumi girang

__ADS_1


"Apaaahhhh!!!"


__ADS_2