
Cahaya kamar yang redup tak menghalangi Galaksi yang masih memandang wajah polos istrinya ketika tidur. Enggan beranjak walaupun sudah satu jam yang lalu terbangun. Semalam mereka habis melakukan percintaan yang indah, pertama kalinya Rumi meminta dan menjadi momen terindah dalam hidup Galaksi. Rumi yang biasanya pasif dan menerima segala perlakuan Galaksi, malam tadi semuanya berbalik. Rumi menjelma menjadi wanita lain, begitu mendamba tubuh Galaksi. melakukan setiap gerakan percintaan mereka dengan agresif, malam tadi Rumi yang memimpin dan Galaksi sungguh menikmatinya.
Galaksi pun berusaha selembut mungkin dalam melakukannya sadar jika dalam perut Rumi sudah ada dua makhluk mungil yang mungkin akan terganggu saat ritual percintaan mereka. Malam tadi melengkapi kebersamaan hari itu, mengukir kebahagiaan bersama.
"Eeeeuuhhhhhh," lenguh Rumi, sedikit terganggu karena jemari Galaksi terus menjahili wajahnya
Cup
"Good morning bunny, gimana semalam nyenyak sayang??" sapa Galaksi
Rumi terhenyak, masih berusaha mengumpulkan sebagian nyawanya yang masih terjebak di alam mimpi. Tiba-tiba Rumi teringat semalam tingkahnya sangat liar, mengingat hal tersebut Rumi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Perubahan hormon kehamilan membuat Rumi tak bisa mengontrol dirinya, tentu saja Rumi tak menyadari hal itu. Galaksi tersenyum melihat tingkah Rumi yang menggemaskan.
"Kenapa sayang, kok ditutup mukanya?"
"Malu," ucap Rumi dibalik tangannya.
"Mau lagi mengulang lagi Bunny yang semalam??? Aku sangat menyukainya," ucap Galaksi tanpa di filter.
Sontak Rumi langsung membuka telapak tangannya, matanya melotot.
"Ighhh mesum. Lagian ini udah siang, nanti telat ke kantor. Udah sana siap-siap mandi, bau igh!!" seru Rumi.
Galaksi tertawa terbahak-bahak, seru juga menggoda istrinya seperti ini.
"Ga nanti saja, aku mau masak sarapan dulu. Setelah itu aku baru mandi. Kiss dulu dong. Muuaacch," ucap Galaksi sambil mengecup bibir Rumi yang cemberut.
"Ighhh ambil kesempatan mulu siihhh," ucap Rumi sambil menahan semburat malu.
Lagi-lagi Galaksi selalu saja memakaikan kembali pakaian Rumi tanpa rasa malu dan Rumi selalu memiliki kebiasaan tertidur lelap usai kegiatan percintaan mereka yang panas dan syahdu.
"Bodoh!!!!" gerutu Rumi sambil memukul kepalanya.
Dia pun langsung beranjak dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi. Hari ini dia akan bekerja kembali, walaupun Galaksi sebenarnya menyuruhnya untuk mengambil libur seminggu.
Galaksi sudah menata menu sarapan mereka di meja makan. Tak lupa susu ibu hamil sudah dibuatnya. Hanya tinggal Rumi datang ke meja makan.
"Bunny, kok kamu berpakaian seperti ini???"
Ya.. Rumi sudah berpakaian rapi seperti hendak pergi bekerja. Memakai dress berwarna hijau tua yang panjangnya sebetis berlengan tanggung, ada hiasan pita besar di bagian belakang. Membuat penampilan Rumi terlihat feminim dan cantik.
Senyum merekah tergaris di bibir nya yang mungil mempesona siapa saja yang melihat. Galaksi menghampiri Rumi dan membantunya duduk di kursi.
"Aku akan masuk kerja hari ini By, kasian Dea jika di tinggal terlalu lama. Lagi pula aku sudah cukup sehat dan kuat. Berlama -lama diem dirumah malah bikin bosan dan badan pegel-pegel," keluh Rumi
Galaksi menghela napas yang panjang, sulit untuk membujuk Rumi jika sudah seperti ini. Mau tidak mau Galaksi harus mengalah.
__ADS_1
Rumi menepuk kursi disebelah memberi kode agar Galaksi duduk disebelah.
"By, aku janji nanti dikantor ga akan capek-capek deh. Kalo capek aku akan datang ke ruangan Hubby minta pijetin boleh???" Galaksi menganggukkan kepalanya.
Mereka lalu memulai sarapan sebelum makanan yang telah disiapkan dingin. Tak ketinggalan adegan suap-menyuap antara Rumi dan Galaksi.
*
*
Hari ini terasa berbeda, jika biasanya Rumi akan turun dekat halte namun hari ini dia dan Galaksi turun bersamaan tepat di depan lobby. Statusnya sebagai istri Galaksi sudah diketahui oleh seluruh karyawan kantor jadi tidak perlu lagi bersembunyi dari mereka.
Galaksi keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Rumi dan membantunya keluar. Tak lupa genggaman tangan yang erat mereka perlihatkan untuk menepis anggapan Rumi hanya memanfaatkan Galaksi.
Sikap karyawan menyambut Rumi dengan sopan dan senyuman yang hangat. Galaksi senang karena kondisi di kantornya sudah kondusif. Galaksi mengantarkan Rumi hinggap ruangannya. Beberapa karyawan yang melihat bagaimana Galaksi begitu mencintai Rumi merasa iri. Namun ada pula yang memandang sinis karena bos pujaannya ternyata sudah terikat dengan Rumi.
"Inget ya Bunny, ga boleh capek. Jangan telat makan, inget kondisi kamu sedang hamil. Kalo ada apa-apa telepon Hubby ya," ucap Galaksi mengingatkan
"Ya Hubby tenang aja ga perlu khawatir. Kan disini juga ada Dea yang membantu aku," jawab Rumi.
"Ya sudah selamat bekerja ya, " ucap Galaksi sambil mencium puncak kepala Rumi.
"Aaahhhh kalian, kenapa semakin hati semakin manis saja di depan gue. Sedangkan hidup gue semakin asem dan kecut. Menyedihkan sekali, kapan ya gue bisa punya pangeran seperti Pak Galaksi. Uuhh perfect man and perfect husband deh kayaknya, idaman semua wanita," risau Dea
Rumi menopang kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja kerjanya, melihat sahabatnya yang sedang cemberut.
"Tenang Dea sayang, kalo jodoh ga akan kemana. Kalo bukan mas Eddy ya kak Lucas iya tohh?" Goda Rumi sambil mengedipkan sebelah matanya.
Rumi menahan tawanya agar perut tidak terasa keram.
.
.
Kali ini tekad Imelda sangat kuat untuk membuat perhitungan dengan Rumi. Imelda sangat membenco Rumi karena telah menguasai Galaksi sepenuhnya. Galaksi terang-terangan mengatakan jika Imelda adalah wanita paling jahat yang pernah dia kenal.. padahal apa yang dilakukan oleh Imelda semata-mata karena rasa cintanya teramat besar.
Dengan amarah yang membara Imelda mulai memasuki kawasan perkantoran Galaksi, dengan percaya diri Imelda melangkahkan kakinya.
"Mohon maaf bu, anda di larang oleh pak Eddy untuk masuk kedalam. Sebaiknya ibu pulang saja," ucap security mencegah Imelda masuk.
"Biarkan saya masuk atau saya akan goreskan pisau ini ke leher saya sekarang juga!!!" ancam Imelda.
Sebuah pisau yang sangat tajam sudah dia persiapkan sebelumnya karena tahu hal ini akan terjadi.
Kedua security bertugas kebingungan menghadapi aksi Imelda yang nekad. Dia juga harus menjalankan perintah atasannya untuk tidak membiarkan Imelda masuk atau pekerjaannya akan terancam dipecat. Apalagi Eddy sudah memberitahu jika Imelda wanita yang berbahaya.
Ditengah reaksi security yang kebingungan, Imelda mengambil celah untuk berusaha masuk dan berhasil. Dengan langkah yang cepat Imelda segera berlari kedalam lobby kantor dan menaiki lift menuju lantai tempat Rumi bekerja.
__ADS_1
Mendapati Imelda berhasil masuk, security tersebut langsung menelepon Eddy dan memberitahu kejadian selengkapnya.
Brakkkk
Eddy memukul meja kerjanya saat mendengar jika berhasil masuk kedalam kantor. Saat ini Eddy juga tidak bisa memberitahu Galaksi karena tengah ada rapat via Zoom dengan investor apalagi proyek ini sangat penting demi kemajuan perusahaan. Akhirnya Eddy memutuskan mengambil langkah sendiri daripada nantinya Rumi akan celaka.
"Lucas, ikut saya. Keadaan urgent, Imelda berhasil masuk kedalam kantor. Rumi dalam bahaya!!!" Seru Eddy.
Lucas dan Eddy langsung bergegas menuju ruangan kerja Rumi. Mereka harus berhasil tiba sebelum Imelda masuk kedalam sana.
Brakkkk
Imelda sekuat tenaga menendang pintu ruangan kerja Rumi, setelah berhasil membukanya Imelda langsung menerobos masuk.
"Lo!!?" tunjuk Dea.
Rumi masih duduk manis di kursinya walaupun Imelda tengah mengacungkan sebuah pisau kearahnya.
"Heh wanita sia-lan, wanita rendahan!!!! Ternyata lo hanya wanita yatim piatu yang miskin, jangan-jangan lo menjebak Galaksi untuk merebut hartanya ya. Lo bosan hidup miskin lalu merebut apa yang gue punya. Dasar murahan!!!!" Imelda
Rumi berusaha tenang, tak ingin gegabah menghadapi wanita sakit seperti Imelda. Dia tak ingin membahayakan dirinya dan janin dalam kandungannya.
"Lo ga punya mulut hah!! Apa ucapan gue bener kalo Lo hanya wanita sampah yang mencari pria kaya untuk keruk hartanya hah!!! Kalo memang kayak gitu ini lo ambil dan kembalikan Galaksi sama gue!!!" teriak Imelda sambil melemparkan beberapa lembar uang pecahan seratus kearah Rumi
Rumi tak bergeming, selama Imelda tak membahayakannya dirinya dia tak akan berbuat banyak. Cukup diam dan mengamati keadaan.
"Gue cinta mati sama Galaksi lo tau hah, Gue ngelakuin banyak hal agar bisa bersanding dengannya. Tapi usaha Gue semuanya sia-sia karena wanita rendahan seperti lo, hanya lulusan SMA pekerjaan office girl. Hahahahaha. Lo ga pantas menjadi istri Gala yang tampan dan kaya. Lo harusnya sadar diri tau ga!!! Kenapa lo ga ikut mati saja bersama calon anak lo yang satu lagi hah!! Kenapa lo ga mati sekalian!!! Breng-sek!!!" Umpat Imelda
Deg
Deg
Deg
Jantung Rumi berdetak sangat kencang saat mendengarkan kalimat terakhir yang Imelda ucapkan.
"Apa maksud lo dengan calon anak gue yang meninggal? Lo salah kali, gue masih hamil calon anak-anak gue dan kemarin baru di periksa," ungkap Rumi. Dibenaknya mulai bermunculan tanda tanya besar.
"Hahahahaha jadi lo belum tau kalo anak lo ada yang mati hah??? Lo dibohongin Galaksi hah!!! Kasian, wanita malang," sindir Imelda
"Ga mungkin calon anak gue ada yang meninggal, gue ga keguguran!!! Gue masih hamil dan lo liat sendiri perut gue yang sedikit buncit," elak Rumi
Imelda berdecak melihat sikap Rumi yang berusaha menolak kenyataan. Imelda mulai mengerti jika kematian salah satu calon anaknya di tutupi oleh Galaksi.
"Lo ga percaya?? Temen baik lo aja tau, Eddy, lalu sekertaris Galaksi yang baru bahkan mertua lo juga tau Rumi!!! Lo di bohongin!!! Kasian deh lu!!!" Ledek Imelda. Hatinya merasa puas.
Tubuh Rumi melemah, seluruh tenaganya seolah-olah menghilang. Tak sanggup menahan beban tubuhnya, dia merosotnya ke lantai, air matanya mulai menetes.
__ADS_1
"Rum..Rum ternyata lo di bohongin ama suami lo itu!! Hahaha lo ternyata tidak di anggap sebagai is-"
"Cukup Imelda!!!!"