
"Apa kamu akan keluar dengan menggunakan penampilan seperti ini?" ujar Galaksi sebelum Rumi keluar dari mobilnya
"Memangnya kenapa ? Apa ada yang salah?" tanya Rumi. Dia meneliti penampilan rapi dan tidak malu-malu.
"Apa kamu tidak takut seseorang akan mengenalimu ketika jalan dengan aku nantinya? Apa kamu tidak takut digosipkan sedang menggoda presiden direktur?" ucap Galaksi menakut-nakuti.
Sebenarnya Galaksi tidak masalah jika Rumi berpenampilan seperti biasa. Namun masalahnya Rumi tidak ingin di publikasikan sebagai istri Galaksi.
Rumi menepuk dahinya dengan cukup keras, lupa jika dia saat ini sudah memiliki status sebagai istri seorang CEO terkenal. Pastinya akan banyak orang yang mengenal Galaksi, apalagi penampilan dan wajah Rumi sangat berbeda jauh ketika dia menjadi pengantin kemarin. Namanya juga the power of make up.
"Lalu aku harus bagaimana Tu-tuan, apa dibungkus saja makanannya?" tanya Rumi sedikit panik.
Untung saja Galaksi selalu mempersiapkan dengan baik, dia membuka laci dashbor mobilnya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah kaca mata hitam dan topi.
"Ini pakai lah untuk menutupi wajahmu. Setidaknya jika orang yang mengenaliku cukup untuk menyamarkan penampilanmu. Di jok belakang juga ada sebuah blazer, pakailah."
Rumi menganggukkan kepalanya paham dengan maksud Galaksi. Rumi lepaskan ikatan rambutnya dan menggulungnya agar dapat masuk kedalam topi serta menggunakan kacamata dan blazer yang sudah disiapkan.
Galaksi mengajak Rumi ke rumah makan Padang karena belum tau kesukaan Rumi. Dia juga begitu gengsi untuk menanyakan apa makanan kesukaan Rumi. Makanya Galaksi sengaja mengajak Rumi ke rumah makan sejuta umat, siapa sih yang tidak suka dengan masakan padang. Bahkan presiden saja menjadikan masakan Padang sebagai makanan favoritnya.
Galaksi meminta pelayan untuk menyajikan semua masakan yang ada di rumah makan tersebut. Sengaja agar Rumi bisa memilih sendiri makanan kesukaannya.
Matanya langsung berbinar dan cacing diperutnya mengalami kelaparan parah setelah melihat berbagai hidangan di depannya. Apalagi masakan Padang merupakan makanan kesukaannya.
Begitu melihat ayam pop yang tersaji disebuah piring langsung diambil oleh Rumi dan berpindah tempat ke piringnya. Tak lupa tambahan sambel ijo pun diambilnya beserta perkedel kentang. Dengan lahap Rumi mulai menyantap makanan tersebut.
Menjadi hiburan tersendiri melihat bagaimana cara makan Rumi. Disaat wanita lain begitu anggun ketika makan, Rumi malah sebaliknya. Dengan menggunakan tangan Rumi mulai memasukkan nasi dan lauknya ke mulutnya.
"Hhhemmmm enak banget," ucap Rumi saat merasakan daging ayam yang lembut di mulutnya.
Rumi seakan lupa menjaga mannernya si depan Galaksi. Dia terlalu fokus menikmati acara makannya saat ini. Galaksi berinisiatif memesankan es jeruk untuk Rumi apalagi istrinya tersebut memakan banyak sambal. Akan segar rasanya jika minumannya adalah es jeruk yang sedikit asem.
__ADS_1
"Ini minumlah, pelan-pelan makannya. Ga akan ada yang ngerebut juga kok," ucap Galaksi sambil menyodorkan segelas es jeruk.
Deg
Jantung Rumi seolah berhenti berdetak.
Bagaimana dia bisa lupa dan lepas kontrol saat ini. Pasti Galaksi merasa illfeel melihat cara makan Rumi mirip orang yang sudah tiga hati tidak makan.
"Maaf," ucap Rumi mulai memperbaiki cara makannya.
Rumi pun meminum sedikit es jeruk tersebut, rasa segar memenuhi tenggorokannya.
"Aku suka cara kamu makan. Lanjutkan aja. Ga usah pedulikan orang yang lain. Kalo masih kurang tambah lagi. Nanti sebagian bisa bungkus untuk makan malam," ucap Galaksi. Dia tau jika Rumi merasa malu dengan cara makannya yang bar-bar.
Seolah mendapatkan angin segar Rumi pun melanjutkan makannya dengan caranya. Ternyata memiliki suami seperti Galaksi tidak begitu buruk. Awalnya Rumi harus bersikap seperti wanita sosialita kebanyakan yang harus mementingkan kesopanan dan tata Krama.
.
.
Pucuk di cinta ulampun tiba, Lusi langsung menghampiri Galaksi dan meninggalkan anak buahnya yang masih berada dimeja makan.
"Halo pak Galaksi, senang rasanya bertemu dengan anda. Sepertinya kita jodoh," ucap Lusi tanpa malu. Bahkan dia sengaja tidak mempedulikan wanita yang ada di dekat Galaksi.
Galaksi tidak menjawab sapaan Lusi yang ditujukan untuknya. Tidak mendapatkan respon, Lusi menarik salah satu kursi dan duduk didekat Galaksi. Rumi memberikan tatapan tajam di balik kacamata yang dia kenakan.
"Nggak nyangka ya ternyata pak Galaksi juga suka makan masakan Padang. Saya kira selera Pak Galaksi itu restoran bintang lima," ucap Lusi dengan nada yang menggoda.
Jangan lupakan bagaimana cara berpakaian Lusi, sudah menjadi kebiasaannya untuk berpakaian seksi. Saat ini Lusi menggunakan kemeja ketat dengan dua kancing bagian atas di buka dan menggunakan rok span yang sangat ketat sehingga memperlihatkan bagian bokongnya yang montok.
"Ini favorit istri saya, iya kan sayang," ucap Galaksi tiba-tiba
__ADS_1
Hampir saja Rumi tersedak makanan yang ada dimulutnya saat mendengar Galaksi mengatakan sayang. Buru -buru Rumi mengambil es jeruk dan meminumnya.
"Iya mbak, saya lagi ngidam pengen masakan Padang soalnya. Untung saja suami saya ga alergi pergi ke tempat seperti ini karena dia sangat menyayangiku," ucap Rumi menohok, Galaksi berusaha menahan senyumnya.
"Apah ngidam??? Kamu hamil duluan??" tuduh Lusi
"Belum sih, doain aja ya segera hamil. Doain saya bisa hamil anak kembar, kembar lima kalo bisa. Habisnya permainan suami saya begitu dahsyat, lima kali ga cukup. Untung stamina saya kuat," ucap Rumi dengan sedikit berbisik tetapi masih bisa terdengar oleh Galaksi.
Galaksi sudah tak kuat lagi menahan tawanya, Rumi benar -benar pro. Dia tida menyangka Rumi akan berkata seperti itu padahal kenyataannya mereka belum melakukan apapun.
Lusi menjadi geram mendengar perkataan Rumi. Dirinya menjadi sangat terobsesi dengan Galaksi setelah mendengar aktifitas ranjang mereka. Dengan tatapan yang sayu, Lusi melihat kearah Galaksi yang tak sedikitpun melihat kearahnya.
"Ahhh benarkah?? Mungkin saya bisa mencobanya sekali-kali," ucap Lusi tanpa tau malu.
Rumi semakin geram melihat tingkah Lusi yang terang-terangan ingin merebut Galaksi.
"Maaf mbak, suami saya ga suka barang bekas," ucap Rumi dengan seringai senyum nya.
Lusi mengepalkan tangannya, merasa sangat terhina dengan ucapan Rumi. Walaupun memang kenyataan Lusi sudah banyak bermain dengan pria, tetapi tetap saja tidak terima jika di hina seperti barang bekas.
Melihat situasi yang semakin panas, Galaksi harus segera meninggalkan tempat ini agar mencegah terjadinya keributan.
"Sayang, kita pulang yuk. Bunda sudah nungguin di rumah," ajak Galaksi. Dia berharap Rumi paham akan maksudnya.
"Maaf ya mbak, ga bisa lama-lama nih kami harus pulang. Kita juga sepertinya ingin melanjutkan aktivitas kami yang tertunda karena kelaparan," ucap Rumi, Lusi paham dengan kata aktivitas yang tertunda.
"Mbak, kalo gatal. Garuk sendiri saja ya, jangan cari suami orang!!!" Bisik Rumi.
Lusi semakin emosi tetapi harus dia tahan karena sedang berada ditempat umum. Dia juga harus menjaga sikapnya didepan Galaksi jangan sampai justru mempermalukan dirinya sendiri.
Rumi dan Galaksi pun meninggalkan Lusi yang masih duduk di meja mereka sebelumnya.
__ADS_1
Dengan tatapan penuh dendam, Lusi memperhatikan mereka hingga menghilang dipintu keluar.
"Akan ku pastikan Galaksi akan meninggalkan mu dan memilih bersama ku nanti. Akan ku buat kau menyesal karena sudah menghina Lusiana!!"