Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Pertengkaran Eddy dan Galaksi


__ADS_3

Rumi yang tengah beristirahat mendengar suara perdebatan antara Galaksi dan Eddy. Mau tidak mau, Rumi bangun dan mencuri dengar apa yang dibicarakan antara kedua sahabat tersebut.


Rumi terkejut mendengar jika Galaksi ternyata yang menyebarkan berita skandal Imelda. Lantas Rumi mengambil handphone miliknya untuk mengecek apakah benar yang dikatakan oleh Eddy tentang berita skandal Imelda.


Rumi menutup mulutnya, tak percaya dengan berita yang baru saja dia baca. Berita tersebut baru sekitar satu jam yang lalu di released tetapi sudah heboh se Indonesia dan mancanegara.


"Gimana nasib Imelda ya??" gumam Rumi.


Dia juga merasa kasihan dengan nasib Imelda yang terjerat skandal. Tetapi mengingat apa yang sudah dia lakukan hingga Rumi kehilangan salah satu calon anaknya, dia bingung harus bersikap seperti apa.


Setelah terdengar suara pintu dibuka dan memastikan Eddy keluar dari ruangan Galaksi, Rumi memberanikan diri menghampiri suaminya tersebut.


"Hubby," sapa Rumi dengan lirih.


Jemarinya saling bertautan, takut mood Galaksi sedang tidak baik.


"Bunny, sudah bangun ternyata. Udah enakan badannya?? Laper ga?? Makan ya??" tanya Galaksi memborong pertanyaan.


Melihat respon suaminya yang seperti biasa membuat Rumi tersenyum manis. Ternyata apapun masalah yang sedang di hadapi oleh Galaksi, didepan Rumi dia selalu menjadi suami yang siaga dan bertanggung jawab.


"Aku belum laper bi, tapi pengen minum sih. Yang seger-seger ya, boleh tolong pesenin ga??" pinta Rumi.


"Boleh Bunny, sebentar ya aku pesan dulu. Kamu duduk aja dulu, nanti kakinya pegal kalo kebanyakan berdiri," ucap Galaksi sambil menuntun Rumi agar duduk di sofa.


"By..."


"Apa Bunny, mesra banget deh manggilnya. Bikin geregetan aja," ucap Galaksi


"By, maaf tadi aku ga sengaja mencuri dengar apa yang Hubby ributkan dengan Eddy," ucap Rumi menyesal.

__ADS_1


Galaksi terdiam, sedetik kemudian dia menggenggam jemari tangan Rumi yang terasa dingin.


"Gapapa bunny, kamu berhak mengetahui apapun juga. Ga akan ada yang aku sembunyikan. Apa ada hal yang menjadi pikiranmu??" ujar Galaksi


" Soal berita skandal temenmu By, apa itu tidak berlebihan. Tadi aku sempat membacanya sekilas langsung viral dimana-mana. Di sosmed, twity, toktok, hampir semua media online membahasnya. Ga kebayang bagaimana nasib Imelda kedepannya apalagi itu pasti berpengaruh besar terhadap karir nya," ujar Rumi dengan penuh kehati-hatian, takut Galaksi tersinggung.


Galaksi mengusap punggung tangan Rumi, padahal dia yang tersakiti tetapu justru memikirkan orang yang sudah menyakitinya. Galaksi tak habis pikir terbuat dari apa hati Rumi sebenarnya.


"Bunny, ini semua sudah seharusnya terjadi. Imel bener-bener cewek nekat, dia tidak akan melepaskan ambisinya begitu saja. Makanya aku harus bertindak tegas untuk melindungi keluarga kecil kita. Imelda itu nekad sayang, kalo kita biarkan maka dia bisa bertindak semaunya. Aku tidak mau kamu kembali terluka Bunny," jawab Galaksi dengan sendu.


"Tapi gimana nasib Imelda By, pasti dia jadi bulan-bulanan para pemburu berita diluar sana," resah Rumi


"Biarkan saja dia sibuk dengan urusannya biar tak selalu menganggu kita Bunny, apalagi kamu juga harus fokus dengan pekerjaan dan yang disini ini," ucap Galaksi seraya mengelus perut Rumi yang sedikit membuncit.


Krucuk


Krucuk


Krucuk


"Wahhh Ternyata debay-debaynya sudah kelaparan ya. Papi pesankan makanan dulu ya buat Mami. Tunggu sebentar," ucap Galaksi didekat perutnya seolah berbicara dengan kedua calon anaknya.


Rumi tersentuh dengan sikap Galaksi yang lembut. Ada saja hal sederhana yang mampu membuat Rumi bahagia.


"By mau soto ayam," rengek Rumi.


"Siap, as you wish Bunny," jawab Galaksi


*

__ADS_1


*


*


"aahhhh akhirnya selesai juga. Makasih banyak ya kak atas bantuannya. Kalo ga ada kak Lucas yang bantuin pasti ga akan beres. Bisa-bisa gue harus lembur sampai besok pagi, soalnya dokumen ini ditungguin sama staff pemasaran yang mau launching besok. Sekali lagi Dea ucapin makasih ya," ucap Dea.


Lucas memang membantu Dea mengerjakan beberapa pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh Rumi. Berhubung kejadian kedatangan Imelda yang tiba-tiba dan membuat kekacauan membuat Rumi tak bisa mengerjakan pekerjaannya dan harus beristirahat.


"Kondisi Rumi gimana ya, semoga dia ga syok saat pak Galaksi mengatakan kebenarannya," ucap Dea dengan resah.


"Bu Rumi pasti kuat kok, dan pak Gala juga bisa menghandle semua. Buktinya Pak Gala dan Bu Rumi masih betah di ruang kerjanya, hehe," jawab Lucas sambil terkekeh.


Nyes


Ah, hati Dea seakan meleyot saat melihat senyuman dibibir Lucas. Apalagi saat ini tak ada jarak antara keduanya. Hari ini menjadi hari yang tak akan Dea lupakan karena bisa berbarengan dengan kakak kelas yang sudah lama dia taksir.


Pasti ide Rumi yang menyuruh Lucas agar membantu pekerjaan hari ini. Selalu saja ada ide dadakan yang membuatnya bisa menghabiskan waktu dengan Lucas. Waktu Lucas mengantarkan Dea kembali ke kantor juga ide Rumi. Dea jadi berharap akan ada kesempatan lainnya yang bisa membuatnya bersama dan menghabiskan waktu bersama Lucas.


"Ehh . Udah lewat jam makan siang loh. Kita makan siang dulu yuk, laper nih," ajak Lucas


"Hah, makan siang?? Tapi kan sudah bukan waktunya kak??," Balas Dea heran


"Gapapa, kita kan belum istirahat. Lagi pula kita ngerjain kerjaan yang deadline diluar Jobdesk kita. Nanti gue coba minta izin sama pak Galaksi. Lo tunggu sini ya jangan kemana-mana. Gue ke ruangan pak Galaksi minta izin keluar. Kalo bisa, gue yang traktir," seru Lucas.


Dea menganggukkan kepalanya, hatinya sungguh bahagia seperti ribuan kupu kupu berterbangan di sekelilingnya.


Tak lama Lucas memberikan kabar jika Pak Gala memberikan izin keluar. Dea dan Lucas bersamaan keluar dari kantor dan mencari tempat makan yang enak.


Akhirnya Lucas dan Dea memutuskan untuk makan ayam penyet di sebrang kantornya sekalian membelikan pesanan Rumi yang ingin rujak serut.

__ADS_1


Sekitar jam empat sore, Lucas dan Dea kembali ke kantor setelah membelikan pesanan Rumi.


Namun saat memasuki area kantor, Dea melihat Eddy yang berjalan dengan terburu buru ke area parkir. Lucas dan Dea saling bertatapan dan memiliki pemikiran yang sama berkaitan dengan Eddy yang keluar sebelum jam pulang kantor.


__ADS_2