
Seberkas cahaya masuk melalui celah-celah yang tak tertutup dengan sempurna. Karena terganggu dengan cahaya yang menyilaukan matanya akhirnya Imelda pun terbangun.
Perlahan Imelda mulai mengumpulkan nyawanya yang sempat terpencar di alam mimpi. Tiba-tiba dia teringat dengan apa yang terjadi dengannya semalam. Dia melirik pria yang masih tertidur di sebelahnya yang menghabiskan malam indah bersamanya.
"Ternyata beneran si Junaedi," gumam Imelda
Ya, ditengah permainan panas mereka Imelda sempat sadar jika yang tengah bersamanya adalah Eddy bukan Galaksi seperti yang dia harapkan. Karena terlanjur menikmati permainan akhirnya Imelda pun melanjutkan malam panasnya bersama sahabatnya itu. Bahkan tak tanggung-tanggung mereka melakukannya hingga jam dua pagi, entah berapa kali mereka mengulangi permainannya.
Imelda memegangi kepalanya yang terasa sangat pening akibat mabuk semalam. Belum lagi rasa mual di perutnya, efek mabuknya semalam benar-benar dia rasakan saat ini.
Sekali lagi Imelda memandangi wajah Eddy yang tampan tengah tertidur pulas. Tubuh polosnya terlihat tanpa sehelai benangpun yang menutupi nya. Terlihat kekar dan gagah, sangat berbeda dari apa yang dia lihat sehari-hari.
Imelda tak menyesal telah melakukannya dengan Eddy, semalam pria tersebut berhasil membuatnya melupakan masalah walaupun hanya sebentar. Apalagi Eddy pria tangguh yang mampu membuatnya terbang melayang dan menciptakan malam indah yang tak terlupakan. Dia harus berterima kasih setelah ini.
Imelda memutuskan untuk bangun dan membersihkan diri. Menatap tubuhnya di cermin begitu banyak tanda cinta yang diberikan oleh Eddy.
"Dasar Eddy sial-an," umpatnya saat melihat tanda keunguan sebanyak dua buah di lehernya.
Setelah ini Imelda harus berpikir keras bagaimana caranya untuk menutupi tanda tersebut. Masa iya dia harus memakai pakaian tertutup.
Eddy sebenarnya sudah bangun bersamaan dengan bangunnya Imelda. Dia menyandarkan tubuhnya di bagian belakang. Dia sudah mempersiapkan diri jika setelah ini akan mendapatkan makian dan umpatan dari Imelda jika dirinya memanfaatkan situasi Imelda yang sedang mabuk. Tak apa lah pikirnya, toh semalam dia mendapatkan servis terbaik.
Semalam Eddy sama sekali tidak menggunakan pengaman dan mengeluarkannya berkali-kali di dalam rahim Imelda. Bilapun nanti Imelda hamil hasil perbuatannya semalam, Eddy akan bertanggung jawab dengan senang hati.
Imelda keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe. Wangi shampo dan sabun menguar hingga indra penciuman Eddy. Imelda melenggang menuju tempat penyimpanan bajunya tanpa rasa malu padahal Eddy menatapnya tanpa berkedip sama Sekali. Biarlah, toh mereka semalam sudah saling lihat tubuh mereka masing-masing, mengapa harus malu.
"Ed, kalo mau mandi gue udah siapin air hangatnya di dalam bathtub," ucap Imelda sambil memakai pakaian dalamnya
Eddy melongo melihat Imelda yang cuek saja memakai pakaiannya di depan matanya. Jauh dari ekspektasi nya, dia pikir Imelda akan memarahinya gara-gara kejadian semalam.
"Ehhhh kok malah bengong, emangnya lo ga masuk kerja?? Udah jam 7 loh!" Imelda mengingatkan
__ADS_1
Eddy tersadar dari lamunannya dan bergegas beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi dengan membawa tubuh polosnya. Imelda tertawa cekikikan melihat pusaka Eddy yang melambai lambai.
"Kok letoy ya padahal semalam kayaknya besar banget. Bikin gue mendesah berkali-kali. Ternyata bentuk aslinya diluar dugaan," gumam Imelda.
Didalam kamar mandi Eddy menepuk dahinya berkali-kali. Bisa-bisanya dia melenggang ke kamar mandi dengan tubuh polosnya di depan Imelda. Pasti Imelda sedang menertawai bentuk asli si Dodi.
.
.
Saat ini Eddy dan Imelda sedang menikmati menu sarapannya, Imelda memutuskan untuk memesan makanan saja karena kepala masih terasa pening akibat mabuk semalam.
Mereka berdua terjebak dalam kebisuan satu sama lain. Padahal mereka sama-sama ada hal yang ingin di utarakan. Akhirnya Eddy memutuskan untuk bersuara terlebih dahulu, tak suka dengan sikap saling diam.
"Maaf," ucap Eddy
Imelda mengangkat kepalanya.
"Untuk yang semalam, harusnya gue bisa mengontrol diri gue sendiri,"
"Seharusnya gue yang minta maaf Ed. Jika bukan karena gue yang menggoda lo sejak di mobil mungkin Lo juga ga akan terpancing. Dan gue juga berterima kasih sama lo untuk yang semalam, lo bisa bikin gue melupakan masalah gue," ungkap Imelda
"Jadi lo semalam sadar?" Eddy terkejut
"Heeemmmm pastilah. Mana mungkin gue teriak nama lo, jika gue ga tau gue bermain dengan siapa," ucap Imelda acuh.
"Lo tenang aja, apapun yang terjadi kesepakatan gue ga akan meminta lo untuk bertanggung jawab. Gue setelah ini akan minum obat pencegah kehamilan," lanjut Imelda dengan santai.
Eddy mengepal tangannya mendengar ucapan Imelda, ada rasa sakit saat Imelda meminta untuk tidak bertanggung jawab jika nanti Imelda hamil. Eddy menghela napas panjangnya.
"Gue akan bertanggung jawab jika nantinya lo hamil. Dan gue mohon Lo jangan menyembunyikan apapun dari gue. Gue akan berusaha ada di sisi lo di saat lo butuh seseorang Mel," ucap Eddy dengan tenang walaupun hatinya sedikit kecewa
__ADS_1
"Terima kasih juga buat Lo yang diam-diam selalu ada buat gue tapi maaf gue belum bisa membalas cinta lo. Lo juga tau kan perasaan gue untuk semalam.
Deg
Eddy tak menyangka Imelda akan berkata seperti itu. Ya... Semalam sebelum mereka sama-sama terlelap tidur Eddy sempat mengungkapkan jika dia selama ini mencintai Imelda. Eddy mengira jika Imelda tidak mendengarkannya sama sekali. Tapi sayangnya Imelda sudah mendengar bahkan mengingatkan seluruh ucapan Eddy semalam.
*
*
Pagi yang menyenangkan pagi sepasang suami istri yang baru melewati malam indahnya. Rumi sedang membantu Galaksi memasangkan dasinya dan merapikan kemeja dan jasnya.
"Bunny, kamu yakin masuk kerja hari ini?" tanya Galaksi penuh khawatiran
"Yakin Hubby, kasian Dea harus menghandle pekerjaan aku. Kemarin saja jika tidak di bantu Lucas mungkin akan banyak yang terbengkalai. Aku harus bekerja profesional By. Jangan mentang-mentang aku istri dari direktur bisa masuk kerja seenaknya," ucap Rumi.
Galaksi mendesah kasar, lalu mengusap rambut Rumi dengan lembut senyumnya merekah.
"Baiklah Bunny tapi ingan kondisi ya. Jangan sampai yang disini kenapa-kenapa," ucap Galaksi sambil menyentuh perut Rumi, sekarang jadi kegiatan favoritnya.
Cup
"Tentu By, " jawab Rumi
"Bunny, hari Sabtu nanti Bunda meminta kita untuk datang kerumah. Katanya sih ada acara arisan ibu-ibu komplek san sosialita. Kata Bunda kamu wajib datang, kalo engga bakalan mogok makan sebulan," ucap Galaksi sama persis seperti omongan bundanya di telepon semalam.
"Arisan?? Tapi kan aku ga ikutan arisan, ga suka juga ikut -ikutan acara unfaedah seperti itu. Pasti yang ada bergosip ga jelas. Emang kenapa sih aku harus dateng By?"
"Bunda mau pamer mantu," jawab Galaksi polos
"Hah??? "
__ADS_1