Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Tu-tuan , aku disini Tuan


__ADS_3

Rumi benar -benar membuktikan kualitas kerjanya. Belum sebulan Rumi sudah dipercaya menjadi tim leader pemasaran oleh Managernya. Tentu saja semua itu atas usaha dan kemampuan Rumi sendiri tanpa ada campur tangan Galaksi.


Kemampuan Rumi membuat beberapa orang merasa bangga namun ada yang iri dengannya terutama staff lama yang sudah lama banyak mengalami perkembangan karir. Bahkan ada gosip jika Rumi bisa di posisi sekarang karena naik keatas ranjang salah satu petinggi di perusahaan. Rumi tak ambil pusing selama tidak mengganggu dirinya, dia sama sekali tidak mempermasalahkan nya.


Perkembangan karier Rumi tidak sejalan dengan perkembangan hubungan antara Rumi dan Galaksi. Mereka masih dalam situasi yang sama, sebatas "teman tidur" tetapi Galaksi tidak melupakan kewajiban sebagai suami. Galaksi selalu mengusahakan antar jemput walaupun karena tuntutan perkerjaan Rumi harus berangkat lebih pagi dan pulang terlambat. Belum setiap weekend Rumi juga harus menjalani kuliahnya yang sebentar lagi selesai.


"Halo selamat pagi, hari ini kita akan membuka stand di salah satu mall. Nanti akan ada dua orang yang berjaga di stand dan dua orang lagi akan menyebar brosur perumahan di luar mall. Usahakan kita bisa menarik perhatian beberapa pengunjung mall agar mampir ke stand kita untuk melihat bagaimana perumahan yang kita tawarkan. Jangan lupa catat data calon pembeli dengan lengkap beserta nomor teleponnya agar kita bisa menanyakan kelanjutannya di lain hari. Semangat!!!" ucap Rumi saat melakukan pembukaan kerjaan hari ini.


Sesuai dengan agenda Rumi mendapatkan tugas untuk membuka stand promosi di sebuah mall. Ini jugs merupakan salah satu ide dari Rumi tentang strategi pemasaran.


Hal yang sama juga di lakukan oleh Galaksi harus keluar kantor menuju proyek perumahannya yang baru. Pengerjaannya sudah sekitar 40%, rencananya Galaksi akan menjadikan Rumi sebagai penanggung jawab pemasaran perumahan tersebut. Jika tidak ada halangan dan perkerjaan nya lancar maka dalam 3 bulan kedepan siap untuk grand launching.


"Eddy, apa semuanya lancar?" tanya Galaksi via telepon.


Jika Galaksi berada di luar kantor, Eddy lah yang bertanggung jawab melakukan segala urusan di perusahaan.


"Aman boss, meeting dengan klien baru nya lancar mereka juga deal dengan harga yang kita tawarkan," ucap Eddy


"Bagus kalo begitu. Apa Rumi sudah kembali ke kantor?" tanya Galaksi


"Kenapa boss tidak tanyakan sendiri, kan bisa berkirim pesan atau telepon. Aku mana tau Rumi sudah kembali atau belum," seru Eddy


"Masalahnya Rumi tidak menjawab pesan dariku makanya aku bertanya padamu," balas Galaksi dengsn geram.


"Mungkin saja Rumi masih di acara pameran, biasanya tim leader akan kembali kekantor menjelang makan siang karena harus membuat laporan," ucap Eddy


"Oke baiklah. Jika nanti kamu bertemu dengan Rumi bilang padanya untuk melihatnya pesan di handphone nya dan segera balas," perintah Galaksi.


"Siap boss!!?" Jawab Eddy


Galaksi pun segera mematikan sambungan teleponnya dan kembali mengawasi dan melihat pekerja di proyek perumahannya yang baru.


"Sial bener sih hidup gue, mereka yang nikah gue yang ribet," gerutu Eddy.


Eddy yang merasa haus memutuskan untuk menuju pantry ingin membuat minuman dingin sekalian mengecek apalah Rumi sudah kembali ke kantor atau belum. Saat keluar dari pintu lift Eddy tak sengaja melihat Rumi yang baru saja kembali dan hendak menuju meja kerjanya.


"Non, eh Rumi kesini sebentar," panggil Eddy. Hampir saja dia keceplosan memanggil Rumi dengan sebutan Nona.


Eddy memang mengganti panggilannys kepada Rumi semenjak Rumi menikah dengan Galaksi. Bagaimana Galaksi adalah atasannya dan Rumi istri atasannya karena tidak mau dipanggil Nyonya jadilah Rumi di panggil dengan sebutan Nona.


"Iya pak Eddy, ada apa?" tanya Rumi saat menghampiri Eddy.


Beberapa karyawan langsung saling berbisik saat melihat kedekatan Rumi dan Eddy. Bahkan sebuah gosip menyatakan jika Rumi sedang menjalin hubungan dengan Eddy.

__ADS_1


"Coba cek handphone mu Ru, sedari tadi pak boss menanyakan kabarmu," ucap Eddy sangat pelan.


Tetapi telinga manusia suka mendadak peka dengan suara sekecil apapun, ucapsn Eddy barusan didengar oleh salah seorang karyawan.


Rumi menepuk dahinya, seharian Bekerja di luar membuatnya lupa memberikan kabar kepada suaminya. Pasti Galaksi sangat cemas menunggu kabar Rumi.


",Ahhh iya maaf pak, terima kasih sudah mengingatkan," ucap Rumi sambil membungkukkan sedikit badannya.


Rumi langsung mengambil handphone nya yang ada didalam tad kecilnya miliknya. Setelah di lihat ternyata ada 20 kali misscall dan 30 pesan masuk semuanya berasal dari nomor Galaksi.


Rumi pun buru -buru membalas pesan tersebut karena tak ingin Galaksi mengkhawatirkannya.


Maaf Tuan, ini aku sudah sampai di perusahaan. Tadi terlalu banyak calon pembeli sehingga tidak sempat membuka handphone.


Sekali lagi Rumi minta maaf ya ( disertai emot love)


Tak lama Handphone Rumi berbunyi, Galaksi lekas membalas pesan yang dikirimkan Rumi.


Syukurlah kalo begitu. Sebentar lagi jam makan siang, nanti aku pesankan makanan via aplikasi online ya. Jangan lupa habiskan. Take care. Nanti sore seperti bisa aku jemput pulang


Itulah pesan yang dikirimkan oleh Galaksi, Rumi bergegas membalasnya.


Sebelumnya terima kasih banyak. Tuan juga jangan lupa makan siang, jaga kondisi jangan sampai sakit. Jika sakit Rumi juga yang repot.


Rumi tiba-tiba sadar dia salah membalas pesan untuk Galaksi, mana terlanjur terkirim dan dibaca olehnya. Apalagi pesan tersebut tidak di balas lagu sudah pasti Galaksi marah karena Rumi telah bertindak tidak sopan.


"Aahhh mampus gue!!" gerutu Rumi sambil berjalan ke meja kerjanya.


Rumi segera mengerjakan laporan hariannya agar cepat selesai dan pulang tepat waktu. Sudah seminggu ini Rumi terpaksa pulang terlampat karena harus membuat laporan pemasaran yang cukup banyak. Tim nya yang berhasil mendapatkan banyak pembeli dan melebihi target penjualan membuat Rumi mendapatkan pekerjaan tambahan.


Tak berapa lama seorang OB mengantar bungkusan makanan untuk Rumi, tak salah lagi itu dari Galaksi. Dari aroma yang tercium Rumi bisa menebak jika dalam bungkusan tersebut adalah makanan jepang. Galaksi selalu saja tahu apa kesukaan Rumi.


"Ahhh aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ini supaya bisa cepat menikmati makanan ini, cacing-cacing diperutku udah demo saja," ucap Rumi sambil melihat bungkusan makanan tersebut.


"Aaahhh akhirnya selesai juga tinggal print dan di kasihkan ke oak manager," ucap Rumi sambil merenggangkan otot-otot tangannya yang pegal.


Namun saat Rumi baru saja hendak membuka bungkusan tersebut salah seorang rekan kerjanya menghampirinya.


"Rum, Pak manager minta tolong dicarikan dokumen penjualan perumahan Citra Raya tahun 2019 di ruang dokumen," ucap rekan kerjanya.


Rumi mendesah kasar, baru saja ia hendak istirahat tetapi malah ada pekerjaan baru


"Okeu baiklak," jawab Rumi dengan lemas.

__ADS_1


Rumi yang baru menjadi staff hanya pasrah saja jika mendapatkan tugas seperti itu, dia belum berani menolak atau membantah karena tidak ingin ada masalah dengan seniornya.


Setelah mendapatkan kunci ruang dokumen, Rumi segera mencari dokumen yang diminta.


"Duuhhh gilakkk ini banyak banget dokumennya, gimana nyarinya. Mana berdebu pula," keluh Rumi.


Ruangan dokumen sebenarnya cukup luas hanya saja rak-rak nya sudah penuh dengan dokumen perusahaan. Rumi mencari dokumen yang di minta berdasarkan letak rak divisi. Ternyata sudah tersusun rapi berdasarkan divisi dan tahun pembuatannya. Setelah menemukan rak yang sesuai Rumi bergegas mencari dokumen yang di maksud.


Hampir setengah jam Rumi menghabiskan waktu didalam ruang tersebut untuk mendapatkan dokumen yang diminta oleh manajernya.


"Akhirnya ketemu juga," ucap Rumi sambil tersenyum.


"Ehh kok terkunci, aduh bagaimana ini?" ucap Rumi saat mendapatkan pintunya tidak bisa di buka.


Dor


Dor


Dor


"Tolong ada orang di luar, tolong buka pintunya!!!" Teriak Rumi dari dalam.


Rumi merogoh saku nya ternyata handphone tertinggal di meja kerjanya. Rumi mencoba terus menggedor pintu berharap ada seseorang yang lewat. Ruangan dokumen letaknya agak di sudut dan jauh dari ruangan kerja karyawan lainnya sehingga jarang ada yang melewati ruangan tersebut.


Setelah mencoba beberapa kali berteriak Rumi akhirnya menghentikan usahanya. Karena percuma saja jika tidak ada orang yang lewat. Rumi hanya bisa berharap salah satu rekan kerjanya menyadari jika Rumi tidak ada di meja merjanya dan mencarinya.


Namun sayangnya rekan kerja Rumi beranggapan jika Rumi sedang tugas di luar kantor. Setelah beberapa jam terjebak di ruang dokumen Rumi merasa tubuhnya semakin lemah.


"Perasaan gerah amat ya, belum pengap lagi ini ruangan," keluh Rumi, keringat sudah memenuhi dahinya.


Ventilasi di ruang dokumen memang minim karena untuk menjaga agar dukumen tidak terpapar udara yang dapat menyebabkannya menjadi rusak.


Romi memegangi perutnya yang sudah terasa sangat lapar, tadi dia belum sempat makan siang. Belum lagi tenggorokannya sangat terasa haus akibat sebelumnya sudah berteriak meminta tolong.


Rumi memegangi dadanya yang mulai terasa sakit, hawa panas dan gerah membuat Rumi semakin lemas dan tidak bertenaga. Kepalanya juga mulai merasakan pening, hingga akhirnya Rumi terbaring di lantai.


" Tu-tuan, tolong aku Tuan,"


"Rumi udah ga kuat, ini sangat se-sak," ucap Rumi dengan lirih, tubuhnya sangat lemah


"Tu-tuan , aku disini Tuan. Maaf jika ini membuatmu kembali khawatir. Tolong Rumi Tuan,"


"Ga-galaksi, Ga-gala to-long a-ku"

__ADS_1


__ADS_2