Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rumi Jatuh Sakit


__ADS_3

Meskipun keberadaan Rumi belum ditemukan hingga saat ini tetapi keluarga Galaksi tetap mengadakan acara syukuran atas 4 bulan kandungan Rumi. Walaupun hanya acara doa bersama memohon keselamatan Rumi dan kedua janin yang di kandungnya bersama beberapa anak yatim di sebuah panti. Begitu juga dengan acara tahlilan tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan bantuan para tetangga yang saling membantu.


Galaksi saat ini tengah di pusingkan dengan urusan perusahaannya yang terus saja mendapatkan serangan malware dari kelompok tak bertanggung jawab. Mereka masih berusaha menjebol sistem keamanan data perusahaan yang di buat lebih ketat oleh Bara. Bara harus terjun langsung karena ini sudah menyangkut keberlangsungan perusahaan yang dipimpin Galaksi. Jika mereka berhasil menjebol sistem pertahanan maka dengan mudah mereka akan mengambil alih perusahaan tersebut.


Untung saja beberapa anak buah Andromeda dapat diandalkan kemampuannya. Meskipun demikian Galaksi masih merasa khawatir dan cemas dengan kondisi Rumi. Tidak adanya Rumi di sampingnya membuat Galaksi tidak dapat tidur dengan nyenyak.


"Gimana masih ada serangan terhadap data perusahaan ini?" tanya Galaksi


"Mereka perusahaan membobol sistem proteksi kita setiap 2 jam sekali Pak. Tapi kita juga sudah memperkuat sistem keamanan kita sehingga mereka tidak akan mudah memecahkan kode-kode yang kita buat serumit mungkin," ucap Roy, ahli IT terbaik Dragon black Eyes.


"Apakah sampai saat ini belum terlacak IP address musuh yang berusaha membobol sistem kita?"


"Maaf untuk itu belum bisa Pak, karena setiap mereka gagal menembus pertahanan maka mereka langsung menghapus data-data milik mereka," terang Roy.


"Bagaimana kalau misalnya kita sisipkan perangkap yang dapat menjebak mereka ketika mereka berusaha membobol sistem kita?"


"Apakah maksud dari Pak Gala, kita menyisipkan sistem virus pada keamanan kita?"


"Thats right. Bisa?"


"Tapi itu akan sangat berbahaya untuk mereka. Virus tersebut tentu akan mengikuti IP Address mereka dan akan membuat kekacauan pada sistem keamanan mereka. Mungkin setelah ini data penting milik mereka akan jebol dan dapat dikuasai oleh siapapun."


"Untuk aksi mereka, itu sudah resiko yang mereka harus hadapi karena telah berani masuk ke dalam kandang singa," tegas Galaksi


"Baik Pak kalau begitu kan saya lakukan."


*


*


Dengan tergopoh-gopoh Mbok Darni menghampiri Kevin yang sedang duduk sambil membaca buku. Baru saja dia dari kamar Rumi untuk melihat kondisi ibu hamil tersebut dan mengantarkan makan malam.


"Tuan muda, Tuan Muda. Maaf saya mengganggu. Itu tuan... Anu.. anu.. Nona Rumi.." ucap Mbok Darni dengan panik

__ADS_1


"Ada apa Mbok," Kevin langsung bangun dan melihat wajah panik Mbok Darni.


"Itu Tuan, Non Rumi demam tinggi dari tadi mengigau terus suaminya. Saya khawatir akan mempengaruhi kandungan nya," ucap mbok Darni cemas.


Tanpa pikir panjang, Kevin langsung berlari menuju kamarnya. Tangannya mulai meraba kening Rumi dan mengukur demam yang tengah di alaminya.


"Hubby...hubby aku kangen," racau Rumi.


Mendengar hal tersebut Kevin mengepalkan tangannya, ada emosi dalam hatinya mendengar Rumi mengigau.


Merasakan seseorang tengah menopang tubuhnya Rumi mencoba membuka matanya walaupun terasa berat. Dalam bayangan Rumi melihat sosok Galaksi berada di depan matanya. Tangannya terulur meraba wajah yang berada di depan matanya.


Seketika Kevin menegang saat tangan mulus Rumi membelai wajahnya, lembutnya kulit membuat getaran aneh dalam diri Kevin.


"By, kamu datang??" guman Rumi dengan begitu lirih.


"Apakah kamu akan seperti ini jika mengetahui saya bukanlah suami mu?" Gumam Kevin sambil menikmati sentuhan jemari Rumi.


"Rum... Rumi...bangun!!!" Teriak Kevin.


"Mbok ...telepon dokter Anton sekarang juga. Suruh dia datang dalam waktu sepuluh menit. Cepat mbok!!!" Perintah Kevin.


Mbok Darni lantas bergegas mengambil telepon rumah dan menekan nomor telepon dokter Anton. Setelahnya Mbok Darni mengambil baskom dan handuk kecil.


Kevin memeras handuk kecil dan meletakkan nya di kening Rumi. Kening Rumi penuh dengan kucuran keringat dingin, sesekali terdengar mengigau memanggil nama suaminya.


Ada rasa bersalah dalam diri Kevin, keegoisan dirinya menyebabkan Rumi sakit seperti ini. Namun obsesinya untuk memiliki diri rumah seutuhnya membuat dirinya nekat untuk memisahkan Rumi dan Galaksi.


"Kalo bukan karena lo berjasa dalam karir gue, ogah banget gue buru-buru datang ke tempat ini kayak dikejar setan!!! Udah gila emang lo!!" Umpat Dokter Anton.


"Banyak bacot banget sih lo. Cepat periksa wanita itu!!" jawab Kevin dengan ketus.


Dokter Anton segera memeriksa Rumi tanpa banyak bertanya. Tanpa memeriksanya terlebih dahulu dokter Anto langsung mengeluarkan sebuah termometer guna mengukur suhu tubuh rumit, lihat dari wajahnya yang memerah jika Rumi tengah demam tinggi.

__ADS_1


"Sejak kapan kondisinya seperti ini? Tekanan darahnya sangat rendah apalagi dia sedang dalam kondisi hamil. Jika dibiarkan kondisinya terus seperti ini akan sangat berbahaya apalagi demamnya nyaris 39 derajat," terang dokter Anto


"Mungkin baru beberapa jam yang lalu dia mengalami demam. Dia juga nggak mau makan, hanya susu dan air putih saja yang dikonsumsinya. Jika di rawat di sini apakah bisa?" tanya Kevin


"Untuk sementara gue udah kasih dia obat penurun panas. Pastikan setelah dia sadar dia mau memakan sesuatu karena demamnya itu berasal dari lambungnya yang kosong. Tapi sepertinya dia juga sedang mengalami tekanan atau pikiran yang mempengaruhi kesehatannya. Jika sampai besok siang kondisi tubuhnya masih demam mau nggak mau lo harus bawa dia ke rumah sakit," ungkap Dokter Anton.


"Sebenarnya wanita ini siapa lo hah? nggak mungkin kan dia istri lo? Atau jangan-jangan lo sudah menghamili wanita ini ??" Dokter Anton mencoba menebak.


"Sembarangan lu kalau ngomong, lo itu dokter tapi otaknya sengklek. Gue nggak sebejat itu ngehamilin wanita yang bukan istri gue !!" Jawab Kevin dengan kesal.


Dokter Anto mulai mengalihkan pandangannya kepada mbok Darni yang terus menundukkan kepalanya. Sepertinya mbok Darni menyimpan sesuatu, Anto mulai mencurigai sesuai.


"Jangan bilang lo udah menculik istri orang lain? Ngaku lo Kevin?"


"Kalau iya emang kenapa, masalah buat lo!!!" Sungut Kevin.


Dokter Anton mengusap wajahnya dengan kasar. Meski tahu Kevin memiliki trauma atas percintaan yang gagal naik ke pelaminan tapi dia tidak menyangka jika Kevin akan menculik istri orang.


"Vin Kevin ratusan cewek di luar sana ngantri buat jadi istri lo, berbondong-bondong ingin menjadi pacar lo. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang dengan gilanya sukarela menyerahkan keperawanan nya hanya untuk bisa tidur satu malam denganmu. Tapi sekarang lo malah menculik istri orang sedang hamil pula. Di mana akal sehat lo Kevin. Woi lo itu orang paling tajir di Indonesia. Udah habis pikir gue!!!" Geram Dokter Anton.


Berkali-kali pola dokter Anton mengenalkan beberapa saudara perempuannya dan beberapa teman wanita yang merupakan se-profesi dengannya tetapi tak ada satupun yang bisa membuat Kevin memberikan hatinya.


"Kalau gue Cinta pada pandangan pertama sama cewek ini gimana? Apa lo percaya?" ucap Kevin.


"Gue percaya pada cinta pada pandangan pertama, tapi realistis juga bro dia itu istri orang!!" tegas Dokter Anton.


Kevin berjalan menuju jendela kamar dan melihat suasana villa miliknya di malam hari. Saat ini Kevin merasakan kekosongan hati, dia bingung dengan perasaannya saat ini.


"Gue yakin jika Ibu lo tahu kalau sedang melakukan hal gila ini pasti beliau akan marah dan kecewa berat!!" Celetuk Dokter Anton.


"Jangan sekali-sekali lo berani kasih tahu ibu gue soal hal ini. Kalau sampai Ibu gue tahu, gue yang akan menghancurkan karir lo detik itu juga!!" Ancam Kevin.


"Gue sih memang nggak akan bilang apa-apa sama ibu loh tapi cepat atau lambat keberadaan wanita ini akan segera diketahui. Pasti saat ini suaminya Tengah berusaha mencari di mana istrinya. Mungkin bisa saja Ibu lo tahu kelakuan jahat loh dari suami wanita ini," ucap dokter Anton mengingatkan.

__ADS_1


Kevin merenung, Dia melupakan ibunya saat memiliki ide untuk menculik Rumi. Yang benar perkataan dokter Anton jika ibunya akan sangat kecewa dengan kelakuan Kevin saat ini. Bahkan mungkin saja Kevin akan dicoret dari kartu keluarga oleh ibunya. Kevin dilema, apa yang harus dia lakukan saat ini untuk mencegah ibunya tahu apa yang tengah dia lakukan.


"Pantas saja wajah wanita ini tidak begitu asing, ternyata dia adalah istri dari Galaksi Putra Rahadian. Kevin sahabat gue, ternyata lo sudah membangunkan amarah singa yang tengah hidup tenang."


__ADS_2