Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rencana Eddy


__ADS_3

Tak ada rasa bosan saat memandangi wajah istrinya sepanjang hari yang terpajang di ponsel Eddy. Imelda, wanita yang sudah dua hari ini telah sah menjadi istrinya dan selama dua hari kemarin mereka menghabiskan waktu bersama memanfaatkan waktu yang ada. Ya.. Eddy mengambil cuti bekerja dan ber-quality time bersama Imelda menikmati masa pengantin baru. Menghabiskan waktu bersama dengan kegiatan ranjang tanpa henti. Eddy baru bisa merasakan nikmatnya bercinta dengan pasangan yang sudah halal, menjadikan candu tersendiri dalam hidupnya.


Sesekali matanya melirik poto Imelda yang mengenakan lingerie berwarna hitam yang dia jadikan sebagai wallpaper di handphone, diambil ketika mereka berdua hendak melakukan ritual malam pertama mereka sebagai pasangan pengantin. Memang bukan yang pertama kali bagi Eddy dan Imelda tapi rasanya seperti malam pertama bagi pengantin baru.


Sampai detik ini Eddy belum memberitahu Galaksi perihal pernikahannya dengan Imelda. Entah reaksi apa yang akan di berikan oleh Galaksi tapi yang pasti Eddy tahu jika Galaksi marah dengan Imelda. Karena Imelda membuat kesalahan yang sangat besat dan belum sempat meminta maaf atas perbuatannya.


Kring


Kring


Kring


Eddy tersentak saat telepon disamping nya berbunyi.


"Ed, bawakan keruangan saya proposal kerjasama dengan PT ABN keruangan saya. Segera!! "


Tut


Tut


Tut


Eddy mendesah kasar. Tiada habisnya pekerjaan nya saat ini. Untung saja kemarin ada Lucas yang bisa meng-handle dan menyelesaikan beberapa pekerjaannya saat di tinggal cuti. Eddy berhutang traktiran atas kinerja Lucas yang bagus. Begitu menemukan yang di cari oleh Galaksi, Eddy langsung menuju ke ruangan kerja boss sekalian sahabatnya itu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!! "


"Ini proposal yang Anda minta boss, " ucap Eddy sambil menyerah dokumen tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih Ed, kamu bisa kembali ke tempat dan melanjutkan pekerjaanmu, " ucap Galaksi dengan dingin. Tak ada tatapan yang terjadi diantara mereka.


Eddy diam dan tak bergeming. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi begitu ragu saat melihat Galaksi dalam mood yang buruk. Tak tahukah Eddy jika Galaksi merasa badmood karena sesuatu yang sepele.


Ya... Karena si pasangan kodok, Roro dan Keke. Setelah drama si Roro kabur dari kandang, Rumi menjadi ekstrak hati-hati dalam menjaga dua pasangan kodok itu. Sedangkan Galaksi menjadi waspada takut salah satu dari mereka kabur dan melompat lompat di atas tubuh Galaksi. Dua malam ini Galaksi tidur tak tenang, membayangkan jika dirinya yang tengah terlelap tidur tiba-tiba di gerayangi oleh kodok yang lengket, berlendir dan bau.


Apalagi pagi tadi sempat ada drama kolosal dimana Rumi tengah memandikan kodok kesayangan di depan mata Galaksi. Tercemar sudah pemandangan indahnya. Dengan tenang Rumi memegang kodok tersebut dan mulai memandikan dengan air hangat. Suara nyaring sangat kodok begitu menggema di seluruh apartemen Galaksi, membuat telinganya pengang seketika. Dan lengkap sudah kekesalan Galaksi saat Rumi masih sibuk melihat kodoknya yang cantik dan ganteng saat Galaksi hendak pergi bekerja.


"Kenapa Ed masih berdiri di situ, ada hal lain yang ingin kamu bicarakan?" tanya Galaksi.


"Mmmm... Anu boss. Apa nanti malam boss ada waktu? " tanya Eddy ragu-ragu.


Galaksi menaikkan sebelah alisnya kemudian melepas kacamata yang digunakan nya. Menatap kedua mata Eddy yang menyembunyikan sesuatu, Galaksi bisa membaca itu.


"Apa yang kau rencanakan Ed??? " tanya Galaksi


Eddy menggaruk kepalanya yang mendadak gatal. Ditodong dengan pertanyaan seperti itu membuat isi kepala Eddy hilang seketika.


"Eeemmmm... Anu boss, itu.. Apa ya.. ?? " Eddy kebingungan.


"Ahhh pokok nya saya tunggu jam tujuh malam ini di restro Our Destiny. Tolong tepat waktu. Saya akan kembali ke meja kerja sayang. Terima kasih, " ucap Eddy sambil berlalu meninggal kan ruangan Galaksi.


Galaksi menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja. Sebenarnya Galaksi sudah mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Eddy. Apa sih yang tak diketahui oleh keluarga Rahadian, terlalu mudah untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan Eddy.


"Baiklah Ed, gue ikutin dulu permainan yang lo ciptakan!! " gumam Galaksi dalam hati.


*


*


Malam harinya, Rumi tengah berganti pakaian dengan dress yang kemarin dia beli di mall. Siang tadi Galaksi menelepon Rumi agar dirinya bersiap-siap untuk pergi makan malam di sebuah restoran. Rumi juga sudah mengetahui jika Eddy yang mengajak nya. Rumi berdandan cukup cantik dengan dress yang elegan berbentuk sabrina, berwarna biru tua dengan hiasan pita di bagian belakang.


"Sayang.... Jangan cantik-cantik kenapa???" ujar Galaksi sambil memeluk Rumi dari belakang, dia memakai kemeja pendek berwarna senada.

__ADS_1


"Emangnya kenapa by?? Emangnya ga boleh aku dandan seperti ini?? " tanya Rumi sambil melipat tangannya di perutnya.


Galaksi mengerucut kan bibirnya, semakin hari Rumi justru semakin cantik dan semok, apalagi bagian dada dan bokoknya mulai membesar. Menambah daya tarik tersendiri bagi yang melihat nya.


"Ga suka kamu jadi pusat perhatian sayang, gimana kalo ada yang diam -diam memotret kamun trus di cetak terus dipajang dikamarnya dibawa ke alam mimpi deh," ungkap Galaksi.


Entah dari mana dia mendapatkan pemikiran seperti itu.


Syok. Itu yang dirasakan Rumi, seketika pikirannya melayang Bagaimana jika Apa yang diucapkan oleh Galaksi itu benar. Yang artinya Rumi akan menjadi objek fantasi seseorang, membayangkannya saja menjadi ngeri sendiri.


"Aahhh By, kok ngomongnya serem gitu sih. Ya udah aku di rumah aja ga jadi pergi. Kamu aja by yang pergi ya, " ucap Rumi tiba-tiba.


"Loh... Loh... Loh... Kok batal sih, kasian Eddy sayang dia udah booking tempat. Udah pesen makanan kesukaan kamu. Kamu tega? " sahut Galaksi, dia tidak menyangka Rumi akan berkata seperti itu.


"Ya abis aneh aneh aja Mas Eddy ngajakin makan malam. Emangnya ada apa sih??" Galaksi hanya mengangkat kedua bahunya pertanda dia tidak tahu, Rumi mendesah kasar.


"Dah yuk sayang kita pergi, ga usah dandan lagi. Cukup pake bedak dan lipgloss aja. Ini udah cantik jangan jadi cantik lagi, " ucap Galaksi sambil menarik lengan Rumi dan membawanya meninggalkan apartemen.


Rumi dan Galaksi sudah tiba di tempat yang beritahu oleh Eddy. Mereka berdua langsung masuk kedalam restoran.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya, ada yang bisa kami? Apakah Tuan sudah memesan tempat?" ucap pramusaji.


"Oh iya, sudah booking atas nama Eddy, " jawab Galaksi, tangannya mengapit lengan Rumi dengan erat.


"Oh, mari saya antar. Pak Eddy sudah membooking di private room 5, sebelah sana."


Mereka berdua diantarkan ke ruangan yang sudah di pesan oleh Eddy, sengaja agar tidak ada yang menganggu obrolan mereka.


"Silahkan Tuan nyonya, ini private room nya. Pak Eddy sudah menunggu di dalam beserta pasangannya."


Rumi langsung mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan pramusaji tersebut.


"Pasangan?? Mas Eddy membawa pacar kah?? " tanya Rumi dalam hati. Dia juga menatap penuh tanya pada Galaksi.

__ADS_1


Rumi tak bisa berkata-kata saat masuk kedalam ruangan. Matanya terbelalak saat melihat seseorang yang telah membuat salah satu calon anaknya meninggal. Tubuh Rumi menegang, matanya menatap Galaksi dan Eddy bergantian, mencari maksud apa dari semua ini.


"By, kita pulang sekarang!!! "


__ADS_2