Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Penyelamatan Rumi


__ADS_3

Braakkkkkk


Nando memukul meja kerjanya dengan kedua tangannya, tak peduli rasa sakit yang menderanya. Nando menghembuskan napasnya dengan kasar, kepalanya tiba-tiba berdenyut saat mendapatkan kabar buruk dari bawahannya.


"Kenapa kalian bisa se ceroboh ini!! Saya sudah berulang kali memperingatkan kalian harus bertindak hati-hati karena lawan kalian tidak mudah. Kenapa bisa kecolongan seperti ini hah!!! Kalo tuan muda tau habis kalian," bentak Nando


"Maafkan kami pak, kami sudah berusaha mungkin untuk tidak meninggalkan. Tapi ternyata mereka memasang jebakan dan saat kita kembali ada virus yang menempel sehingga membobol data milik perusahaan kita," ucap salah satu bawahan.


"Memangnya tidak ada antivirus yang bisa menghadangnya. Apa kalian tau jika hal tersebut berakibat fatal. Nilai saham perusahaan ini sudah di ujung tanduk!!! Kita terancam di pecat!!"


"Virus ini bentukan baru pak, jadi anti-virus sebaik apapun tidak akan dapat mencegah virus tersebut menyusup ke dalam data sistem keamanan kita. Kami mohon maaf atas kecerobohan kami pak, kami akan berusaha mengatasi kekacauan ini sebaik mungkin," ucap salah satu ahli IT.


Meskipun mustahil, tapi mereka tidak mungkin mengatakan hal tersebut. Pekerjaan dan nasib mereka berada di ujung tanduk.


"Jangan kalian pikir kalian bisa membohongi saya. Ini semua sudah berakhir dan tidak dapat diselamatkan kembali. Kecuali pihak lawan yang melakukannya. Sebaiknya kalian segera membereskan barang-barang kalian dan keluar dari perusahaan ini!!!" geram Nando


Dia meninggalkan beberapa orang bawahannya yang masih bertahan. Dia tidak tahu harus bagaimana mengatakan kekacauan yang sudah terjadi. Atasannya itu sudah dapat dipastikan akan murka jika salah satu perusahaan nya akan berpindah tangan karena kecerobohan karyawannya.


Tapi apa yang terjadi tidak semuanya salah Nando, dia sudah memperingatkan agar tidak bermain-main dengan perusahaan milik Galaksi. Meskipun perusahaan tersebut jauh di bawah perusahaan Kevin tetapi mereka memiliki sistem pertahanan keamanan yang paling baik. Pebisnis manapun bahkan tak berani mengusik perusahaan keluarga Rahadian.


*


*


"Aaarrrrgggghh"


Kevin menjambak rambutnya denga kasar mendapatkan kabar jika salah satu cabang perusahaan nya berada di ujung tanduk. Meskipun hanya berstatus sebagai cabang perusahaan namun Kevin tidak rela jika perusahaannya harus hancur. Urusan tersebut merupakan hasil kerja keras Kevin sendiri tanpa ada campur tangan dari keluarganya maupun almarhum ayahnya. Jadi berat rasanya jika harus kehilangan perusahaan yang telah namanya.

__ADS_1


Kevin menghempaskan punggung ke sandaran kursi, kepalanya berdenyut begitu sakit. Dia mengira akan dengan mudah menekan Galaksi dari segala sisi, ternyata justru dia yang tertekan baik urusan bisnis maupun hati.


Sementara itu di luar pagar Villa milik Kevin, Galaksi dan Bara sudah bersembunyi dan siap mengepung tempat tersebut. Tinggal menunggu beberapa anak buah yang datang menyusul agar tidak di curigai. Andromeda gagal ikut serta karena kondisi Titania istrinya masih dalam pemulihan pasca operasi.


"Kita bergerak sekarang Om??" tanya Galaksi, matanya begitu awas mengamati kondisi di sekitarnya.


"Tunggu sebentar lagi, kamu siapkan saja senjata pertahanan diri. Jaga-jaga di dalam ada beberapa penjaga yang tidak terhitung," ucap Bara memberi arahan.


Galaksi paham dengan instruksi yang di berikan Bara. Meskipun ini adalah misi pertamanya dalam hal penyelamatan Rumi tapi Galaksi tetap totalitas. Sudah lama juga dia tidak berolahraga dan menggunakan keahlian beladiri nya. Terakhir kali Galaksi terlibat perkelahian saat tawuran antar sekolah. Berbeda dengan Andromeda yang sudah menjadi pekerjaannya setiap hari selalu berhubungan dengan pertahanan diri.


Galaksi mengamati bangunan Villa berlantai tiga tersebut nampak mewah dengan penjagaan yang cukup ketat. Tak sengaja matanya melihat seorang wanita yang sedang berdiri di balik jendela, dari postur tubuhnya mirip Rumi.


"Bunny tunggu aku sayang. Bertahanlah sebentar lagi kita akan pulang dan kembali ke rumah," ucap Galaksi dengan lirih.


Bara mengamati ada pergantian shift para penjaga Villa, dia memanfaatkan situasi tersebut untuk menyerbu ke dalam. Salah seorang anak buah melemparkan sebuah bom asap dan membuat kondisi di luar Villa menjadi penuh asap.


Sebanyak lima orang dari pihak Bara menerobos kepulan asap yang pekat. Mereka sudah terbiasa sehingga dapat melumpuhkan para penjaga dengan mudah. Setelah bagian depan dirasa aman, mereka menyisir area samping Villa. Sedangkan Bara dan Galaksi menuju pintu utama untuk masuk kedalam villa.


"Kalian terlusuri ruangan dan kamar yang ada di dalam, cari keberadaan Nona Rumi. Pastikan tidak ada korban, buat musuh tidak menyadari kedatangan kita," ucap om Bara memberi perintah.


Mereka sedang berada di pintu utama bersiap untuk masuk. Dapat di lihat jika ada beberapa wanita yang diduga ART masih lalu lalang di dalam.


"Om, biar saya saja yang mencari Rumi. Seperti nya saya tau di ruangan mana Rumi berada," ucap Galaksi.


Bara menganggukkan kepalanya tanda menyetujui usul Galaksi sekaligus bisa menghemat waktu untuk mencari keberadaan Rumi.


Mereka yang tersisa mulai masuk kedalam, tak lupa bom asap di lemparkan untuk mengecoh penglihatan musuh. Semua ART yang ada diamankan agar tidak menjadi korban jika sewaktu-waktu terjadi baku hantam dengan pihak musuh.

__ADS_1


Kevin yang berada di dalam ruang kerja masih belum menyadari kedatangan Galaksi dan Bara ke Villa pribadinya. Dia masih di pusingkan dengan keadaan genting perusahaan nya yang nyaris bangkrut dan di akuisisi oleh pihak lain.


Galaksi langsung berlari menuju ke kamar yang di duga terdapat keberadaan Rumi.


Ceklek


Ceklek


Galaksi mencoba untuk membuka pintu tersebut tetapi sayangnya di kunci. Galaksi memundurkan langkah nya dan bersiap untuk mendobrak pintu dan memaksa masuk. Rasa rindunya terhadap sangat istri sudah tak terbendung membuat Galaksi harus bertindak cepat.


Duhh


Duhh


Braaakkk


Pintu berhasil di dobrak dan Galaksi langsung masuk tanpa memperdulikan rasa sakit di bahunya. Dia melihat seseorang tengah terbaring di atas ranjang, Galaksi menghampiri nya.


"Bunny sayang aku datang," ucap Galaksi begitu lirih.


Merasakan ada yang memanggilnya, Rumi membalikkan tubuhnya dan membuka mata. Dihadapnya berdiri seseorang yang dia rindukan, Galaksi.


Dengan sisa tenaga yang tersisa, Rumi berusaha bangun dan memeluk tubuh suaminya, rindu dengan bau tubuh nya.


"By, akhirnya kamu datang juga, huuuuu," ucap Rumi dengan sendu.


Didekatnya tubuh Galaksi dengan begitu erat takut ini hanya imajinasi saja. Galaksi dapat merasakan jika Rumi sedang mengalami demam. Tangannya terulur untuk menyentuh kening Rumi untuk memastikan demam atau tidaknya.

__ADS_1


"Sayang, kamu sakit?? " Galaksi mulai khawatir.


"By, kita pulang ya, " gumam Rumi sebelum akhirnya memejamkan matanya.


__ADS_2