
Galaksi lupa untuk meminta nomor handphone Rumi semalam. Tapi dengan cepat dia menyuruh Eddy sang asisten untuk mencari tahu nomor Rumi. Kurang dari setengah jam Galaksi berhasil mendapatkannya tentu saja atas usaha dan kerja keras asisten nya.
Rencananya Galaksi akan membawa Rumi ke rumahnya dan memperkenalkannya kepada kedua orang tuanya dan saudaranya. Begitu mendapat nomor handphone Rumi, Galaksi segera memberi tahu rencananya tersebut. Galaksi juga meminta Rumi untuk mengambil cuti karena sudah dipastikan dia akan berada dirumahnya dalam waktu yang cukup lama.
.
.
Pagi hari pun tiba.
Seperti biasa di keluarga Rahadian selalu melaksanakan sarapan bersama-sama sebelum memulai aktivitasnya masing-masing. Untuk hari ini Galaksi sudah mendapatkan jawaban jika ayahnya bertanya tentang calon istri. Dengan senyum ceria Galaksi keluar kamarnya menuju meja makan dan bertemu anggota keluarga.
"Pagi ayah, bunda," ucap Galaksi dengan riang.
Bundanya mengerenyitkan dahinya melihat anaknya yang tampak lain.
"Gala tumben banget agak manis mukanya biasanya asem," tanya Maulindya
"Gala sudah punya calon istri Bun." Bukan Galaksi yang berbicara tapi ayahnya
"Ahhh benarkah Gala, gadis mana yang mau dengan mu hah? Apa dia janda?" tanya Maulindya.
"Dia masih gadis Bun, belum pernah menikah. Dia karyawan di kantor," ucap Galaksi dengan ekspresi biasa saja
"Karyawan? Di sekertaris mu?" tanya Maulindya
"Bukan," jawab galaksi singkat
"Staff kantor?"
"Bukan."
"Bagian HRD, keuangan atau pemasaran?"
"Bukan."
"Jangan-jangan manager?"
"Bukan juga?"
"Lalu dia karyawan bagian apa? Resepsionis?"
"Bukan juga. Dia hanya office girl," jawab Galaksi
"Oh OG," ucap Maulindya dengan tersenyum
__ADS_1
"Kok oh doang sih? Ga seru bunda mah!!!" seru Galaksi.
"Hahahahahahah," tawa ayah Galaksi tiba-tiba
"Kok ketawa sih? Ayah aneh deh emang ada yang lucu?" Ucap Maulindya.
"Bunda, kamu itu polos banget siihhh. Anak kita tuh pengennya reaksinya Bunda kayak di sinetron gitu yang lebay, apahh calon mantu kita hanya OG gitu loh bun," ucap Raka sambil menirukan adegan di sinetron
"Hahahahah benarkah begitu Gala?" tanya Maulindya sambil menahan tawa
"Hemmm... Ternyata flat aja kayak LCD," ucap Galaksi mendengus.
"Kebanyakan nonton sinetron kamu. Ada yang mau sama kamu juga bunda sudah Alhamdulillah. Dari pada kamu jadi bujang lapuk, perjaka tua. Apalagi calon mantu bunda masih gadis. Bunda malah heran kok dia mau sih sama kamu?" ucap Maulindya penasaran
"Gala yang paksa dia supaya mau nikah," ucap Galaksi dengan ketus.
"Kok bisa?? Coba ceritain," ucap Raka penasaran.
Galaksi pun menceritakan bagaimana dia memberi penawaran untuk Rumi agak mau menikah dengannya. Kedua orang tua Galaksi mendengarkan ceritanya dengan serius. Galaksi menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi termasuk kondisi keluarga Rumi.
"Pintar juga ide kamu Gala, leh uga," puji Raka sambil menepuk bahu anaknya
Galaksi mendengus kasar, lagi-lagi tingkah laku dan pemikiran kedua orang tuanya selalu di luar nalar. Diluar sana para orang tua ingin mendapatkan menantu yang sederajat tapi kedua orang tua Galaksi membebaskannya memilih calon istri seperti apapun. Bahkan malah bangga dengan kelakuan Galaksi yang memaksa anak gadis orang lain untuk menikah dengannya.
"Yah, Bun aku berangkat dulu kekantor sebentar. Nanti jam 10, calon istri Gala ke rumah. Kalian jangan berbuat yang aneh, jangan sampai Rumi kabur gara-gara bunda dan ayah," ucap Galaksi.
.
.
Semalam nenek Rumi sudah sadarkan diri dan kondisinya membaik. Pagi ini Rumi terpaksa mengambil cuti setelah samalam Galaksi menelepon dan memintanya untuk datang kerumah dan bertemu dengan kedua orang tua Galaksi.
Rumi pun harus pulang kerumahnya terlebih dahulu karena semenjak semalam dia belum mandi sama sekali. Galaksi berjanji akan mengirim supir untuk menjemputnya padahal Rumi sudah bilang akan datang sendiri. Tetapi Galaksi mengancam tidak akan memberi tahu dimana alamat rumahnya.
Tepat jam setengah sepuluh supir yang di utus Galaksi untuk menjemput Rumi sudah datang dan segeda Rumi masuk kedalam mobil tersebut tanpa berpikir aneh-aneh.
Tah butuh waktu lama, mobil yang di tumpangi oleh Rumi memasuki pelataran rumah orang tua Galaksi. Rumi di buat kagum dengan besarnya rumah tersebut bak istana yang megah, belum lagi halaman yang luas dan terdapat taman bunga didepannya. Rumi diminta langsung masuk kedalam rumah karena kedatangannya sudah di tunggu oleh kedua orang tua Galaksi.
Namun begitu sampai didepan pintu rumah Rumi mendengar keributan dari dalam. Rumi hanya berani sedikit memasukkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi di dalam.
"Cepat kalian bayar hutang kalian!?! Jika tidak kalian segera angkat kaki dari rumah ini!!!" Seru seorang lelaki dengan perawakan yang besar.
"Beri kami waktu sebentar lagi, kami janji akan melunasinya," ucap Raka sambil memohon.
"Janji-janji -janji kalian palsu. Kalo ga sanggup bayar buat apa kalian berhutang hah!!!!" Bentak lelaki tersebut.
__ADS_1
Mata Rumi terbelalak melihat pemandangan didepannya, ada dua orang terikat dalam keadaan duduk dan ada beberapa orang berdiri dengan angkuh, yang berbadan besar pasti bosnya. Pikir Rumi yang dalam keadaan terikat pasti mereka adalah kedua orang tua Galaksi apalagi yang lelaki mirip dengan Galaksi. Tanpa rada takut Rumi langsung masuk untuk menolong kedua orang tua Galaksi.
"Tuan, Nyonya kalian kenapa? Kenapa keadaannya seperti ini??" Ucap Rumi sambil berusaha melepas tali yang mengikat tubuh kedua orang tua Galaksi.
Hati Rumi mencelos melihat keadaan kedua orang tua Galaksi yang tampak menyedihkan. Sudut bibir ayahnya Galaksi berdarah seperti bekas dipukul dan di pipi bundanya Galaksi juga kemerahan seperti bekas tamparan. Seketika Rumi teringat kedua orang tuanya yang telah meninggal.
"Wooiii sapa kamu berani-beraninya masuk tanpa ijin. Mau jadi pahlawab kesiangan kamu hah!!!" bentak lelaki tersebut.
"Bisakah anda bertindak lebih manusiawi hah?? Kenapa anda memperlakukan mereka seperti itu, memangnya ada masalah apa??" tanya Rumi.
"Apa kamu bisa membayarkan utang kedua orang ini hah? Mereka sudah berbulan-bulan tidak membayar!!!" ucap tegas lelaki tersebut.
"Sebutkan utang mereka biar saya yang bayar," ucap Rumi tak kalah keras.
"Lima miliar dengan bunganya empat ratus juta. Apa kamu punya hutang sebanyak itu hah?? Jangan sok kaya kamu, atau kamu mau bayar dengan menjadi istri saya yang ke lima," ucap lelaki tersebut sambil tertawa.
Rumi membuka tasnya dan mengambil sesuatu yang dia simpan.
"Ini ada cek senilai lima milyar dan di ATM ada uang lima ratus juta. Cukup untuk membayar hutang mereka, sekarang kalian pergi dari sini," ucap Rumi dengan lantang. Untung saja cek dan atm tersebut oleh Galaksi disuruh untuk Rumi simpan.
"Eiits tunggu dulu, saya harus memastikan dulu ini cek asli atau palsu atau bahkan cek kosong. Kalo kamu berani berbohong kamu yang akan menanggung akibatnya,"
"Silahkan saya tidak takut!!!" Ucap Rumi dengan lantang.
Kedua orang tua Galaksi berpandangan mereka tidak menyangka jika ada gadis yang akan menolong mereka.
Tak lama terdengar suara ketukan sepatu berjalan memasuki rumah, dia adalah Galaksi yang baru saja pulang dari kantor. Dia hanya kekantor Untu menitipkan beberapa pekerjaan kepada Eddy. Saat memasuki rumahnya Galaksi terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Ayah Bunda dan Om Bara apa yang kalian lakukan hah!!!!" ucap Galaksi dengan lantang.
Raka, Maulindya dan Bara hanya tersenyum dan menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal. Walaupun belum sampai bagian akhir setidaknya mereka sudah melakukan sandiwaranya dengan baik.
Rumi hanya celingak-celinguk melihat keanehan orang -orang yang ada disekitarnya. Kedua orang tua Galaksi yang sebelum tampak bersedih kini cengar-cengir seperti orang yang ketahuan berbohong.
"Rumi ada apa ini sebenarnya?" tanya Galaksi kepada Rumi
"Orang ini menagih utang kepada orang tua anda Tuan, lalu saya bantu bayar dengan cek dan ATM yang anda berikan," ucap Rumi
"Hah apa?? Hutang?? Kaliann.....!!!!??" ucap Galaksi dengan geram.
"Gala, hehehehe. Keren ga akting ayah?" ucap sang ayah tanpa rasa bersalah
Galaksi mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menjambak rambutnya. Ternyata benar feeling dia sebelum berangkat kekantor pagi tadi, kedua orang tuanya melakukan hal aneh lagi.
Rumi yang belum paham akan situasi nya masih diam terpaku, berusaha mencari jawaban untuk apa yang terjadi sebenarnya. Maulindya yang melihat calon mantu nya kebingungan segera menghampiri nya dan mengajaknya kedapur untuk di beri minuman.
__ADS_1
"Ayah, Bunda kalian kelewatan!!?"