
Setengah jam pasca air ketubannya pecah rumah masih duduk dengan santai di sofa. Sedangkan Galaksi kebingungan setengah mati. Dirinya panik dan hanya mondar-mandir bolak-balik kamar tak jelas apa yang harus dilakukan.
Rumi yang mulai jenuh melihat tingkah laku suaminya yang absurb hanya bisa menggeleng -gelengkan kepalanya. Beberapa saat yang lalu menjadi hiburan tersendiri bagi ruang, tapi lama-lama bosan juga.
Galaksi tak tahu apanya yang harus dia lakukan saat ini. Istrinya sudah pecah ketuban padahal menurut prediksi waktu melahirkan nya sekitar empat minggu kedepan. Meskipun semuanya sudah dipersiapkan mulai dari baju dan perlengkapan bayi tapi secara mental Galaksi belum siap. Galaksi tidak bisa membayangkan bagaimana Rumi nanti akan menahan rasa sakit luar biasa menjelang kelahiran anaknya.
Beberapa Minggu lalu saat melakukan kontrol ke rumah sakit Galaksi tak sengaja melihat seorang ibu yang kesakitan menjelang kelahiran anaknya. Ibu tersebut meronta -ronta berteriak kesakitan. Suami yang berada di sampingnya mendampingi sang istri menjadi bulan-bulanan istrinya yang tengah kesakitan itu. Di Jambak rambutnya, terkena cakaran di tangan dan muka, di maki-maki, ah semuanya diluapkan kepada sang suami ketika ibu hamil tersebut menahan rasa sakit.
Bukan itu yang Galaksi takutkan, dia hanya khawatir Rumi tak sanggup menahan rasa sakitnya. Pernah ketika kontrol Galaksi menyarankan Rumi agar melahirkan secara sesar apalagi istrinya Tengah mengandung bayi kembar pasti rasa sakit dan penderitaan yang dialaminya akan dua kali lipat dari kehamilan tunggal. Tetapi Rumi yang baru pertama kali hamil jelas menolak saran Galaksi meskipun itu untuk kebaikan dirinya. Karena Rumi tahu efek melahirkan secara sesar akan lebih lama, jika Rumi bisa melahirkan secara normal mengapa harus sesar.
"Hubby, sini," panggil Rumi kepada suaminya, tengah bersantai sambil memakan camilan. Dia harus mempersiapkan energi sebelum berjuang melahirkan kedua calon buah hatinya.
Rumi menepuk bagian kosong disampingnya memberikan kode agar Galaksi duduk disampingnya.
Galaksi berjalan menghampiri Rumi, namun dia berjongkok dihadapan istrinya.
"Sayang, sudah mulai kerasa sakit??" Tanya Galaksi khawatir.
Rumi hanya menggeleng kepalanya saja.
"Belum By. Apa yang Hubby lakukan dari tadi? Kenapa terlihat bingung??" tanya Rumi hati-hati, dia tahu Galaksi tengah kebingungan.
"Apa yang harus aku lakukan sayang, bukankah menurut prediksi HPL nya sekitar 4 bulan lagi, kenapa ketubannya sudah pecah hari ini?" tanya Galaksi.
"ITS okey,By. Tak perlu cemas berlebihan, bukankah dokter pernah mengatakan jika pada kehamilan kembar mungkin saja akan lahir lebih cepat daripada prediksi. Mungkin saja baby Ra dan baby Zee ingin lebih cepat keluar dan bertemu dengan papanya yang ganteng ini. Jadi sekarang lebih baik kita segera ke rumah sakit karena ketubannya sudah pecah. Hubby ambil tas yang berwarna biru dan merah," ucap Rumi berusaha mengurang khawatiran Galaksi.
"Mmmmm.. baiklah. Sayang tunggu sebentar ya, jangan bikin mama kesakitan dulu. Papa akan segera membawa mama ke rumah sakit, papa juga ga sabar untuk bertemu kalian," ucap Galaksi sambil mengelus perut istrinya.
*
*
Galaksi dan Rumi tengah berada diperjalanan menuju rumah sakit terdekat. Galaksi tidak ingin mengambil resiko pergi ke rumah sakit yang biasa saat Rumi melakukan kontrol. Apalagi saat ini Rumi sesekali meringis menahan sakit saat sesekali gelombang cinta mulai terasa.
__ADS_1
"Sayang, sudah mulai sakit??" tanya Galaksi saat merasakan Rumi mulai meremas tangannya sesekali
"Heeemmm... tapi durasinya masih belum begitu intens By. Mules-mules dikit, apalagi baby twins juga sering menendang," ucap Rumi sambil menahan rasa sakit yang hilang timbul.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi sampai. Kita kerumah sakit terdekat saja."
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, kebetulan rumah sakit tersebut khusus untuk ibu dan anak. Rumi langsung di bawa ruang persiapan untuk persalinan karena sudah mengalami pecah ketuban.
"Pak, istrinya sudah mengalami pembukaan lima. Kita periksa sepuluh menit lagi ya, pembukaannya bertambah atau tidak. Jika tidak bertambah maka kita harus melakukan tindakan operasi Caesar karena ketuban nya sudah pecah terlebih dahulu. Kami khawatir kondisi didalam kandungan kering dan membahayakan nyawa janinnya," ucap Dokter kandungan yang memeriksa Rumi.
"Lakukan saja yang terbaik dok. Yang penting nyawa istri dan kedua anak saya selamat."
"Supaya pembukaan nya lebih cepat, bapak bisa ajak istrinya berjalan jalan atau bermain gym ball untuk merangsang pembukaan dan kontraksi."
Galaksi menghampiri istrinya yang sedang berbaring di ranjang, kemudian membantunya untuk duduk
"By, nasi Padang," rengek Rumi.
"Sebentar ya sayang, Hubby telepon bunda sudah dekat atau belum kali sudah sekalian beliin nasi Padang ya," ucap Galaksi sambil mengelus kepala istrinya
"By, suapin," pinta Rumi dengan manja. Sesekali mengelus perut nya saat gelombang cinta itu datang.
Galaksi menyuapi Rumi hingga seluruh nasi Padang masuk kedalam perutnya. Tak banyak yang Galaksi katakan, dia tau jika istrinya butuh banyak energi. Dia senang Rumi mempersiapkan dirinya dengan sangat baik.
Tak berselang lama, dokter kembali masuk untuk memeriksa pembukanya.
"Waahh.. sudah membukaan sembilan, sebentar lagi sepuluh. Ternyata cukup cepat ya. Kita siapin untuk proses melahirkan nya. Jika bapak mau mendampingi istrinya tolong jangan membuat keributan, tetapi jika tidak sanggup melihat darah atau takut menjadi bulan-bulanan istrinya sebaiknya menunggu di luar," ucap dokter
"Tidak, saya akan menunggu disini dan menemani istri saya hingga ke dua anak saya lahir dan istri saya baik-baik saja pasca melahirkan," ucap Galaksi dengan tegas.
Galaksi menggenggam kedua tangan Rumi dengan erat dan duduk di sampingnya.
"Everything is gonna be okey, sweety" ucap Galaksi sambil mengecup kening Rumi.
__ADS_1
Rumi meringis, saat gelombang cinta itu datang dan lebih sakit dari sebelumnya.
" aaahhh By, sakit!!!" keluh Rumi.
"Maafkan aku sayang, sudah membuatmu merasakan kesakitan ini. Aku janji setelah ini tidak akan membuat mu kesakitan," ucap Galaksi dengan suara yang serak.
Tak tega rasanya melihat istri yang dia sayangi kesakitan, dan saat itu juga Galaksi berfikir dua anak saja cukup. Dia tak sanggup jika di kemudian hari Rumi harus merasakan kesakitan lagi saat melahirkan.
"Aaahhh By. Sakit banget by. Ini makin sakit!!!!" seru Rumi dengan suara sedikit keras.
Dia tak menyangka jika rasanya sesakit ini. Rumi benar-benar kesakitan dan akhirnya menangis juga.
Sejujurnya Galaksi panik melihatnya Rumi menangis, dia mengambil tisu yang ada di nakas dan mengusap air mata yang ada di pipi istrinya.
"Maaf sayang . Maaf. Jika saja rasa itu bisa di pindahkan kepadaku, aku rela menanggung semua rasa sakit itu," ucapnya dan kembali mengecup kening kemudian turun hingga ke bibirnya.
"Pembukaannya sudah lengkap ya, sudah saatnya melahirkan. Nanti jika kontraksi terjadi atau ada rasa sakit di ujung perut boleh mendorong atau mengejan ya. Jika tidak jangan lakukan apapun. Mengerti ibu Rumi," tiba-tiba dokter datang memeriksa kondisi Rumi. Rumi menganggukkan kepalanya mengerti ucapan sang dokter.
Rumi menggenggam tangan Galaksi dengan kuat saat gelombang cinta yang dahsyat itu datang. Dua orang perawat yang ada disamping Rumi mencoba membantu Rumi dengan mendorong perutnya. Karena ini kehamilan yang pertama pasti cukup sulit pada proses melahirkan yang pertama.
Hati Galaksi terasa tersayat saat melihat bagaimana perut istrinya di dorong dengan kuat, pasti Rumi sangat kesakitan. Tetapi Galaksi tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah prosedur dalam proses melahirkan.
"By, sakit sekali.. sakit By!!!" Pekik Rumi kesakitan.
Sudah hampir sepuluh menit tetapi sang jabang bayi belum keluar.
"Ayo bu, dorong ya seperti kayak mau BAB. Iya terus bagus, kepalanya sudah masuk ya. Oke, bagus!!"
Rumi mengatur nafasnya yang tersengal -sengal. Tenaganya hampir habis sambil nahan rasa sakit. Tapi Rumi harus tetap berjuang dan melahirkan kedua anaknya dengan selamat.
Rumi mendorong sekuat tenaga, saat kontraksi kembali datang. Tak sia-sia kepala anaknya yang pertama berhasil keluar dari jalan lahir dan segera ditarik oleh dokter.
Oooeeekkkk
__ADS_1
Oooeeekkkk