Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Mengungkapkan Pelaku Kejahatan


__ADS_3

Hari ini Rumi kembali bekerja seperti biasa. Kondisi tubuhnya sudah kembali seperti sedia kala. Selama Rumi sakit, Galaksi menjaganya dengan sangat baik, bahkan segala keinginan Rumi dipenuhi walaupun hampir setengah gila Galaksi mencari ke segala tempat.


Rumi mulai memasuki lobby perusahaannya seperti biasa. Namun beberapa orang yang berada di lobby justru saling berbisik membicarakan Rumi. Mereka membicarakan perihal Eddy yang menolong Rumi ketika pingsan.


Banyak karyawan yang naksir dengan assisten Eddy karena parasnya yang tampan, sebelas - dua belas dengan Galaksi. Sikapnya yang cuek dan dingin membuat para karyawati sangat penasaran dengannya. Namun di balik itu semua Eddy seorang cassanova sejati, hanya circle tertentu yang hafal dengan sikap dan perilaku Eddy yang sebenarnya.


Ada yang merasa kagum dengan Rumi karena bisa menarik perhatian Eddy namun ada juga yang menuduh Rumi mendekat Eddy karena maksud tertentu. Apalagi karir Rumi yang cepat naik membuat beberapa karyawan menuduh Rumi menggunakan cara kotor.


"Apa jangan-jangan bu Rumi sudah pacaran dengan Pak Eddy ya, soalnya pas Bu Rumi pingsan keliatan banget Pak Eddy sangat khawatir. Apalagi Pak Eddy langsung menggendong Bu Rumi. Uuhh badannya yang kekar, ototnya yang besar membuat jiwa halu gue meronta," ucap karyawan 1


"Kalo menurut gue sih ya, gue curiga Bu Rumi itu ada apa-apanya dengan pak Eddy. Ga mungkin dalam waktu dua bulan, yang asalnya office girl sekarang malah sudah di posisi supervisor. Gue aja yang sudah dua tahun mandek aja jadi resepsionis," tuduh Karyawan 2


"Hussshhh kalo ngomong di jaga. Ga boleh nuduh tanpa bukti. Apalagi semua tau gimana kinerja bu Rumi. Dalam sebulan saja dia bisa menjual 30 unit rumah padahal marketing yang sudah pengalaman saja mentok 15 unit. Bu Rumi itu rela ngejar calon pembelinya hingga kerumahnya," jawab Karyawan 3.


"Ahh tetep aja beliau tu mencurigakan tau ga. Jangan-jangan dia pake pelet buat deketin pak Eddy. Pokonya gue ga terima kalo pak Eddy sama bu Rumi, ga cocok dari mana-mana. Cantikan gue dibanding Bu Rumi," ucap karyawan 2 dengan percaya diri dan sombong.


Kedua temannya yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku temannya yang selalu sombong dan suka merendahkan orang lain.


"Iya.. lo cantik banget kalau dilihat dari atas Monas pakai sedotan, hahahaha," ledek karyawan 1.


Mereka pun meninggalkan temannya yang bekerja sebagai resepsionis. Mereka juga harus segera berkumpul ke auditorium karena ada hal penting yang akan disampaikan.


Galaksi meminta Eddy untuk mengumpulkan seluruh karyawan dalam satu ruangan. Setelah mendapatkan bukti tentang pelaku yang menambahkan racun kedalam makanan Rumi, Galaksi sangat murka. Namun karena bujukan dan permintaan Rumi, Galaksi tidak memberikan hukuman berat bagi si pelaku.


Sengaja Galaksi tidak turun langsung tetapi menyerahkannya kepada Eddy untuk mengurusnya agar para karyawan tidak curiga. Apalagi beberapa orang karyawan mengetahui jika Eddy yang menolong Rumi.

__ADS_1


Semua karyawan telah berkumpul di ruang auditorium. Beberapa karyawan mempertanyakan ada apa mereka semua dikumpulkan dalam satu ruangan. Tapi beberapa karyawan berspekulasi jika hal ini ada hubungannya dengan Rumi yang pingsan akibat keracunan makanan. Apalagi Eddy beserta Lucas sekertaris Galaksi berada di depan.


Rumi yang sudah mengetahuinya, berusaha tidak berkata apapun walaupun beberapa orang dekat menanyainya. Tapi ada juga yang khawatir dengan kondisi Rumi dan menanyakan kesehatannya saat ini.


"Halo semuanya, selama pagi. Salam sejahtera bagi kita semua. Terima kasih untuk kalian semua yang sudah berkumpul di auditorium. Kita langsung saja ke pokok intinya saja, pasti diantara kalian ada yang bertanya mengapa kalian semua dikumpulkan dalam ruangan ini.


Beberapa hari yang lalu salah satu karyawan sakit dan dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan. Karyawan tersebut bernama Arumi Putri, supervisor divisi pemasaran. Setelah melakukan penyelidikan oleh divisi internal ternyata ada seseorang yang menambahkan racun kedalam makanan milik Bu Rumi. Hal itu diperkuat dengan bukti CCTV dan sisa sample makanan yang telah diperiksa di laboratorium. Tim internal juga menemukan bekas bungkusan yang di buang oleh pelaku dan hasil test menunjukkan jika bungkusan tersebut identik dengan racun yang ada pada sisa makanan.


Tim internal juga sudah mendapatkan data pelaku tersebut dan akan memberikan hukuman yang sesuai. Kami tidak akan mentolerir segala perbuatan yang merugikan orang lain apalagi hal tersebut merupakan tindakan kriminal," terang Eddy menjelaskan hasil investasi yang dilakukan oleh Andromeda.


Seorang wanita yang duduk di tengah ruangan sedang merasa gugup dan ketakutan. Dia tidak menyangka jika perbuatannya akan diketahui padahal dia sudah merencanakan dan melakukannya dengan sangat baik dan rapi. Tapi dia tidak tahu jika di beberapa sudut terdapat CCTV yang tersembunyi.


"Saat ini saya masih baik hati dan akan mengurangi hukumannya jika saat ini pelaku mau mengakui dan meminta maaf untuk perbuatannya. Tetapi jika masih saja mengelak dengan bukti yang ada maka saya juga akan bertindak tegas," ucap Eddy dengan sorot mata yang tajam.


Rumi ingin sekali keluar dari ruangan tersebut, beberapa pasang mata terus melihat kearah dengan mulut yang tiada berhenti membicarakannya. Sedangkan si pelaku tak ada keinginan untuk mengaku meminta maaf, dia menganggap jika Eddy hanya menggertak nya saja karena bukti kejahatannya sudah dia lenyapkan.


Matanya melihat ke tempat duduk karyawan dan pencari wajah pelaku yang sudah dia hafal. Eddy terus menghitung mundur dan memperhatikan si pelaku yang masih bisa duduk dengan santai.


"Tiga, dua, satu. Waktunya habil dan pelaku masih belum mau mengakuinya. Berarti dia akan menerima segala konsekuensinya. Sekuriti, seret pelaku kedepan," ucap Eddy dengan tegas.


Muncul beberapa orang pria bertubuh tegap dengan mengenakan pakaian serba hitam dan mulai mendekati si pelaku. Si pelaku tersebut mulai merasakan ketakutan dan luar biasa. Menyadari semua pria tersebut menghampiri dan ingin melarikan diri. Namun sayangnya usahanya untuk kabur tidak berhasil. Dia berhasil di tangkap saat hendak berdiri.


"Lepaskan saya, saya bukan pelakunya. Kalian salah tangkap. Bukan saya yang pelakunya. Kalian salah!!! Kalian salah!!!" teriak wanita tersebut


Dia diseret kedepan, hingga seluruh karyawan dapat melihat wajahnya. Teman kerjanya merasa terkejut jika wanita tersebut berani melakukan tindakan kriminal tersebut. Dia terus meronta tak terima jika dia diperlakukan kasar.

__ADS_1


Wanita tersebut berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan dua orang pria. Tapi sia-sia karena mereka memegang wanita tersebut sangat erat hingga tak ada celah untuk melepaskan diri.


"Pak Eddy bukan saya pelakunya, saya tidak bersalah. Ini semua pasti jebakan untuk saya!!! Lepaskan!?!" Hardik nya.


"Kamu masih mengelak?? Padahal semua bukti saya sudah punya. Dea Puspita mengaku saja jika anda merupakan pelakunya," cecar Eddy, tatapannya seolah ingin memakan Dea hidup -hidup.


"Mana tunjukkan buktinya jika saya adalah pelakunya???"


Eddy berjalan dengan angkuh mendekati Lucas yang duduk ditempat, Eddy meminta Lucas untuk memutar video penggalan CCTV yang sudah didapatkan.


Layar di depan auditorium menyala dan memperlihatkan video yang berdurasi lima menit. Disitu terlihat jelas Dea, membawa pesanan makanan Rumi dan memasukkan serbu putih kemudian membuang bungkusan di tong sampah kemudian menutupnya kembali seolah -olah makanan tersebut belum di buka.


Wajah Dea langsung berubah pias saat melihat video tersebut. Kualitas CCTV tersebut sangat bagus sehingga wajah Dea terlihat jelas. Sorakan dan cacian dari para karyawan ditujukan untuk Dea.


Seluruh badan lemas seketika saat bukti tersebut terlalu nyata untuk di bantah. Dea terisak menangis meratapi perbuatannya yang sudak ketahuan.


"Bagaimana masih bisa ngelak setelah melihat bukti ini hah!! Karena semuanya sudah jelas maka Dea akan mendapatkan hukuman berupa pemecatan secara tidak hormat dan tidak mendapatkan pesangon. Selain item juga kamu akan di blacklist sehingga tidak dapat lagi bekerjasama dalam ruang lingkup industri. Saya harap kamu bisa menerima konsekuensinya!!?" Tegas Eddy.


"Tidak..tidak... Saya tidak terima!! Ini terlalu kejam dan tidak berperikemanusiaan!!! Bagaimana saya hidup jika Saya tidak bekerja. Ini semua pasti gara-gara Rumi!!! Rumi yang sudah memperingatkan anda Pak Eddy untuk balas dendam kepada saya. Jangan-jangan anda ada hubungan gelap dengan Rumi!!!" tuduh Dea


"Tutup mulut anda saat ini juga. Tuduhan anda sangat tidak mendasar. Asal anda tau bahkan Rumi yang meminta agar anda tidak dihukum dengan berat. Bukan karena Rumi Anda pasti akan saya kirimkan ke penjara karena perbuatan anda sudah termasuk tindakan kriminal!!! Anda benar-benar tidak tahu diri!!" geram Eddy.


"Hahaha anda membela Rumi?? Sudah keliatan jika Anda memang mempunyai hubungan gelap dengan Rumi. Ternyata Rumi bermain kotor, pantas saja bisa di posisi supervisor dalam waktu hanya dua bulan," tuduh Dea sambil melihat kearah Rumi.


Tak terasa air mata Rumi menetes saat mendengar fitnahan yang terucap dari bibir mantan rekan kerjanya dulu. Dia tidak menyangka Dea bisa berbuat jahat kepadanya padahal selama ini Rumi selalu berbuat baik kepadamu walaupun sikap Dea selalu sinis.

__ADS_1


"Dasar wanita sun-dal, wanita ja-lang!!!" Teriak Dea menghina Rumi.


"Berhenti, berhenti, berhenti!!!!!!"


__ADS_2