Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Pengagum Rahasia


__ADS_3

Akhirnya mata kuliah di jam pertama selesai juga. Rumi bisa menjawab pertanyaan kuis dengan baik walaupun semalaman tidak sempat mengulang materi. Masih ada 3 mata kuliah lagi yang berakhir di jam 4 sore nanti. Rumi melemaskan badannya yang terasa pegal akibat acara pernikahannya yang kemarin.


"Ehh, lo Rumi anak Public Relation kan?" tanya salah seorang mahasiswi.


"Hemmm... Ada apa ya?" Rumi balik bertanya, dia juga tidak mengenali siapa mahasiswi tersebut.


Karena berhasil menemukan orang yang dimaksud mahasiswi tersebut mengeluarkan sesuatu yang ada di tasnya.


"Ini dari seseorang buat lo," ucap Mahasiswi tersebut sambil memberikan beberapa batang coklat yang di ikat dengan pita berwarna merah muda.


"Ini dari siapa?" tanya Rumi.


"Dari pengagum rahasia lo deh pokoknya. Sebaiknya lo terima dari pada hari ini lo terus dikirimin hadiah yang macem-macem. Gue pergi dulu ya,bye," ucap mahasiswi tersebut sambil meninggalkan Rumi yang masih penasaran siapa yang menjadi pengagum rahasianya.


Rumi mengambil hadiah coklat yang ada di depan mejanya, 3 buah coklat silverguan. Ternyata di bawahnya terdapat sebuah surat, pasti berasal dari pengirim nya. Rumi pun mengambil kertas tersebut dan membacanya.


"Untuk wanita spesial


Tetaplah menjadi bunga yang tetap mekar walaupun telah ada sang kumbang yang hinggap.


Kamu tetap lah bunga yang terindah diantara seribu bunga lainnya.


Your secret admire


AM"


Itulah isi surat yang di tujukan untuk Rumi. Sadar diri dengan statusnya sekarang Rumi tidak berharap lebih kepada si pengirim coklat tersebut. Karena berfikir mubazir jika di buang akhirnya Rumi memasukkan coklat tersebut kedalam tas. Rumi harus meminta izin terlebih dahulu kepada Galaksi jika ingin memakannya.


Rumi juga sudah membaca pesan yang dikirimkan oleh Galaksi. Sebenarnya dia malas jika harus seperti ini, tadi padi saja dia sudah menjadi perhatian hampir seluruh mahasiswa di kampusnya. Bahkan beberapa mahasiswa membicarakannya bekerja sebagai pelayan om-om kaya yang kesepia. Selama mereka tidak menggangunya secara langsung Rumi cuek saja menjadi bahan gosip dikampusnya.


Rumi yang memang tak memiliki teman dekat di kampusnya memutuskan untuk berdiam diri dikelas karena merasa malas jika harus pergi ke kantin yang sangat ramai. Dia juga sudah membawa bekal yang disiapkan oleh ibu mertuanya.

__ADS_1


Sambil bermain handphone, Rumi mulai menyantap bekalnya. Galaksi juga mengirim pesan agar bekal dari Bundanya tidak lupa untuk dimakan.


"Heuu.... Baru kali ini ada yang perhatian. Kayak ABG labil aja deh, " guman Rumi sambil cekikikan.


Merasa lucu dengan perubahan dalam hidupnya. Dalam sekejap mata mengalami perbedaan, saat ini ada suami yang menurutnya sedikit perhatian. padahal jika dilihat -lihat Galaksi merupakan orang yang cuek.


Saat Rumi sedang menikmati makan siangnya seseorang datang menghampirinya memberikan sebuah minuman untuk Rumi.


"Ini minumlah, dari penggagum rahasiamu." Setelah mengatakan hal tersebut orang itu langsung pergi


"Pengagum rahasia?? Apa orang yang sama yang mengirimkan coklat tadi??" pikir Rumi.


"Kenapa kamu hadir ketika hidupku bukan milikku lagi? Kenapa kamu tidak hadir sejak dahulu," gerutu Rumi dalam hati.


Rumi mendesah kasar, tak lama tangannya terulur mengambil minuman yang ada di hadapannya. Kebetulan tenggorokannya merasa haus.


"Ga mungkin ada racunnya kan?" gumam Rumi sebelum akhirnya meminumnya.


Tak ingin semakin memikirkan hal yang aneh-aneh Rumi melanjutkan acara makan siangnya dan menghabiskan bekal makanan buatan ibu mertuanya.


.


.


Dengan langkah yang setengah berlari Rumi segera menuju minimarket yang ada di dekat kampusnya. Galaksi memberi kabar jika dirinya menunggu disana. Setibanya disana Rumi celingak-celinguk mencari keberadaan Galaksi, ternyata yang sedang di cari berada di dalam minimarket tersebut tengah mengantri untuk membayar.


Begitu keluar dari minimarket Galaksi langsung menghampiri keberadaan Rumi yang tengah duduk di sebuah kursi. Galaksi mengeluarkan sebuah miniman yang baru saja dia beli.


"Ini minumlah," ucap Galaksi sambil memberikan sebuah minuman


Rumi tersenyum dan menerimanya, "terima kasih," ucapnya.

__ADS_1


Mereka langsung masuk kedalam mobil milik Galaksi.


"Kita makan dulu sebelum pulang," ucap Galaksi dengan dingin.


"Baiklah," ucap Rumi


Rumi nampak berpikir untuk menceritakan hal yang terjadi ketika dia di kampus. Tapi Rumi juga tak ingin menyimpan atau menyembunyikan apapun dari suaminya.


"Mmmmmmmm tadi di kampus ada yang memberikan aku cokelat, aku ga tau siapa yang memberi nya," ucap Rumi dengan ragu.


"Lalu?"


"Ini coklatnya aku bawa, kalo boleh aku ingin memakanya. Kalo tidak akan aku berikan kepada orang lain," ucap Rumi sedikit takut.


"Berikan saja kepada orang lain atau buang saja. Jika kamu ingin makan coklat nanti aku belikan coklat yang lebih enak." ucap Galaksi dengan dingin. Matanya enggan bertatapan dengan Rumi.


"Baiklah, nanti akan aku berikan saja kepada orang lain sayang kalo di buang," ucap Rumi denga lirih.


"Terus tadi juga ada yang memberikan aku minum, maaf terpaksa aku minum karena haus," sambung Rumi


"Kenapa kamu ceroboh sekali hah?? Bagaimana jika minuman tersebut sudah dicampur dengan sesuatu lalu kamu pingsan dan dibawa oleh orang tak dikenal hah!!!!" Ucap Galaksi sedikit membentak


Tadi Rumi tidak memiliki pikiran ke arah sana, dia pun langsung menundukkan kepala karena melakukan kesalahan.


Galaksi sudah mengetahui semua yang terjadi pada Rumi hari ini dari orang yang di utusnya untuk menjaga Rumi. Sebagai seorang pebisnis, Galaksi tau resiko apa saja yang akan dia hadapi. Maka dari itu dia melakukan pencegahan sebelum rival bisnisnya melakukan cara curang untuk menjatuhkan Galaksi.


Sebenarnya Galaksi tidak bermaksud untuk berkata dengan keras, tetapi agar Rumi paham dan tidak mengulanginya di kemudian hari Galaksi terpaksa. Hatinya mendadak merasa bersalah ketika melihat Rumi sedikit ketakutan hingga menunduk kepalanya. Galaksi mengira jika Rumi tengah menangis, dia paling tidak kuat dengan godaan seorang wanita yang menangis.


"Maaf, bukan maksudnya untuk berkata seperti itu. Tapi ini demi kebaikan kamu kedepannya," ucap Galaksi dengan penuh penyesalan.


"Tak apa Tu-tuan saya tau maksud Tuan baik. Seharusnya saya yang bisa lebih menjaga diri dan tidak membuat Tuan khawatir. Maafkan saya Tuan," ucap Rumi dengan sendu

__ADS_1


"Eeehhhh"


__ADS_2