Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Bukan Upik Abu


__ADS_3

Semalaman Galaksi terjaga tak tidur sama sekali, menggenggam tangan Rumi dengan sangat erat. Bahkan tak sedetikpun ditinggalkan olehnya. Satu sisi Galaksi merasa bahagia dengan kabat kehamilan Rumi tapi sisi lain dia juga harus merasa sedih karena kehilangan salah satu calon anaknya.


Ya..kabar buruknya adalah salah satu janin yang dikandung Rumi mengalami keguguran. Rumi mengandung janin kembar tiga, salah satunya tidak bisa terselamatkan sedangkan dua lainnya masih bisa bertahan.


Beruntung kandungan Rumi cukup kuat walaupun mengalami pendarahan cukup banyak akibat benturan keras dengan meja. Rumi pun harus menerima satu kantung darah untuk menstabilkan kondisinya.


Salah satu tangan Galaksi terulur menyentuh dan meraba perut Rumi. Disana ada dua janin calon anak Rumi, belum bisa di pastikan jenis kelaminnya karena usia kandungannya masih di bawah 4 bulan.


Walaupun masih ada dua janin lainnya yang bertahan di kandungan Rumi tetapi Galaksi sangat terpukul dengan hilangnya satu calon janin tersebut. Galaksi membayangkannya bagaimana rame dan serunya memiliki anak kembar tiga.

__ADS_1


Sang Bunda yang menguburkan janin yang keguguran tersebut karena tak sanggup jika melakukannya sendiri. Kedua orang tuanya pun sama-sama bersedih apalagi sang ayah Raka yang sudah mendamba hadirnya cucu dari salah satu anal lelakinya.


"Gala, makan dulu sayang. Jangan sampai kamu sakit dan nantinya tidak bisa menjaga Rumi karena kamu menjadi salah satu pasien di ruma sakit ini," ucap bunda Galaksi


"Bagaimana Gala bisa makan bun jika Rumi masih terbaring lemah dan belum sadar?" ucap Galaksi dengan tatapan nanar.


"Dengar sayang kamu harus makan, setelah Rumi sadar kamu yang harus menguatkannya. Bukan kamu yang harus merasa paling sedih tapi Rumi. Rumi yang akan merasa sedih dan akan menyalahkan diri sendiri karena merasa gagal menjadi calon ibu yang baik," ucap bunda Galaksi menasehatinya.


"Bunda ga bilang menyalahkan Rumi Nak, tapi menceritakan apa yang akan Rumi rasakan. Nah ketika hal tersebut terjadi kamu yang harus paling berperan menjaga kondisi mental Rumi. Jadi sudah seharusnya kamu jaga kondisi Gala, jangan sampai sakit!!! paham !!!" tegas Bunda Galaksi.

__ADS_1


Gemas rasanya dengan sifat anaknya yang terkadang lambat berfikir terutama dalam situasi yang kritis. Jika di pikir-pikir segala tingkah Galaksi lebih mirip Bundanya dibandingkan dengan ayahnya.


"I-iya Bunda, bawel banget sih!??" Ucap Galaksi sambil mengambil kotak makan yang di pegang Bundanya.


"Kamu ini sudah mau jadi ayah masih aja keras kepala," ucap Bunda Galaksi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Akhirnya Galaksi mau juga untuk makan setelah seharian menahan lapar karena terlalu cemas dengan kondisi istrinya. Maulindya juga tidak bisa meninggalkan anaknya begitu saja, karena Galaksi sering kali membuat keputusan yang nekat saat sedang panik.


Apalagi Rumi belum sadar diri dari waktu yang diperkirakan, dokter memprediksi jika terdapat komplikasi yang menyebabkan Rumi masih belum sadarkan diri. Namun Maulindya memilih tidak memberitahukan kepada Galaksi khawatir anaknya akan cemas berlebihan.

__ADS_1


Di balik pintu, seseorang menatap dengan mata penuh kebencian. Ingin rasanya menerobos masuk kedalam ruang perawatan Rumi dan mencekik lehernya. Tapi tentu saja tak bisa di lakukan karena sama saja mengantarkan nyawanya sendiri.


"Tunggu hingga waktunya Rumi, aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku sepenuhnya. Jangan pernah banyak bermimpi seorang upik abu berubah menjadi Cinderella"


__ADS_2