Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Mengatakan Kebenaran


__ADS_3

"Lo-lo menampar gue Ed????" ucap Imelda dengan bibir bergetar.


Tangannya memegangi pipinya yang terasa panas dan perih akibat ditampar oleh Eddy. Rasa malu terasa begitu nyata saat dirinya menjadi tontonan beberapa karyawan yang ada disana. Hingga air mata pun akhirnya terjatuh setelah berusaha ditahan.


"Kapan lo bisa sadar Mel, apa lo ga mau dengan tingkah lo yang mirip wanita murahan hah?? Mengejar cinta pria beristri tanpa rasa malu sama sekali. Harusnya aku melakukan hal yang lebih dari ini Mel. Sadar Imelda ..sadar!! Lo ga pernah ada di hati Galaksi," ucap Eddy.


Tak ada rasa bersalah yang Eddy rasakan setelah menampar Imelda. Menurut itu memang pantas untuk semua perbuatannya yang keterlaluan.


"Apa lo ga pernah jatuh cinta Ed? Tau apa lo soal cinta. Apalagi cowo munafik kayak lo seperti ga akan pernah bisa merasakan apa yang namanya jatuh cinta. Ed- Ed kasian amat kisah cinta lo, hahahaha," ledek Imelda


Eddy mengepalkan tangan dengan sangat kuat bahkan rasa sakit akibat kuku-kukunya yang tertancap dikulitnya.


Eddy menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya.


"Gue ga butuh rasa kasihan lo. Yang harusnya dikasihani itu lo Mel. Ada banyak cowok single tapi lo malah sibuk mengejar cinta cowok beristri. Gala itu pria berprinsip Mel, ga akan mudah mengkhianati sebuah komitmen apalagi meninggalkan berlian demi serpihan beling," sindir Eddy


"Dari dulu lo ga pernah dukung gue Ed, padahal gue rela pergi jauh ke negeri orang agar bisa sejajar dengan Galaksi. Tapi apa yang gue dapat, sampah!!! Gue nggak akan melewatkan kesempatan yang udah nyata, gue harus dapatkan Galaksi bagaimanapun caranya!!?" seru Imelda.


Eddy menggelengkan kepalanya, rasanya ingin mengeluarkan isi otaknya saat ini juga sudah lelah menasehati Imelda.


Imelda langsung berlari mengejar Galaksi yang baru beberapa saat keluar. Eddy tak tinggal diam kali ini Imelda tak bisa dibiarkan begitu saja. Sudah banyak kekacauan yang terjadi sejak kedatangan Imelda.


"Lepaskan breng-sek!!! Lepaskan dan turunkan gue sekarang juga!!! Junaediiiiiii sia-lan!!!" Teriak Imelda meronta di gendongan Eddy.


Eddy terpaksa menggendong Imelda seperti karung beras karena prilakunya yang meresahkan.


"Lo yang ga pernah bisa diatur Mel, jadi gue akan bertindak sesuai kemauan gue!!"


.

__ADS_1


.


Galaksi meraup wajahnya dengan kedua tangannya, Rumi diam seribu bahasa. Lebih baik Rumi marah dengan melontarkan bahasa kasar atau ribuan umpatan daripada diam seperti patung. Sudah banyak kalimat romantis Galaksi ucapkan tapi tak membuat Rumi bergeming.


Tatapannya masih kosong entah melihat kearah mana. Yang jelas dipikiran nya saat ini sedang berusaha mencerna maksud perkataan Imelda jika calon anaknya meninggal atau dengan kata lain Rumi keguguran. Hatinya berkecamuk, Bagaimana bisa Imelda berkata seperti itu sedangkan kemarin dengan jelas dia melihat di layar monitor bagaimana bentuk calon anaknya dan degup jantungnya masih terngiang-ngiang di telinganya.


Salah satu tangannya meraba perut bagian bawah nya dimana Rumi masih menyakini jika calon anaknya masih tinggal dan berkembang disana. Walaupun belum bisa merasakan gerakan mereka tapi hati nuraninya bisa merasakan kehadiran calon anak-anaknya.


Galau dan khawatir, itu yang dirasakan oleh Galaksi saat ini. Ingin rasanya dia mengatakan semuanya tapi takut kondisi Rumi mendadak drop dan akan mempengaruhi perkembangan calon anak mereka.


"Bunny, Rumi sayang," ucap Galaksi dengan lirih, tangannya membelai pipi istrinya dengan lembut.


"Baiklah Bunny, aku akan menceritakan semuanya. Tapi bisakah kamu berjanji satu hal?" pinta Galaksi dengan sendu.


Rumi merespon, dia menatap Galaksi dengan dalam.


"Apa," jawabnya singkat


"Galak sekali," sahut Galaksi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Maaf. Aku harus berjanji apa Hubby?"


"Kamu harus bisa mengontrol emosimu ya karena jika tidak akan membahayakan calon anak-anak kita yang disini. sebelumnya aku minta maaf karena menyembunyikannya darimu, aku belum sanggup untuk menceritakannya karena kondisi kesehatan mu masih belum stabil. Aku tidak ingin terjadi apa -apa dengan calon anak-anak kita terutama kamu sebagai ibunya sayang," ungkap Galaksi. Dengan berat hati dia harus mengatakan kebenarannya, bagaimanapun juga sudah seharusnya Rumi tahu apa saja yang terjadi dengannya.


"Aku berjanji Hubby akan menjaga dan mengontrol emosiku. Aku juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan mereka," jawab Rumi dengan senyum merekah, sebelah tangannya memegang perutnya.


Galaksi meraup udara disekitarnya dalam-dalam, entah mengapa dia merasakan ketegangan yang teramat sangat. Melihat wajah Rumi yang begitu manis, dia tak tega jika nantinya kembali meneteskan air mata setelah mengetahui kenyataannya.


"Bunny, sebenarnya itu kamu hamil kembar tiga. Tapi Tuhan ternyata lebih menyayangi salah satu dari mereka sehingga terpaksa harus dikeluarkan terlebih dahulu. Karena benturan yang dialami oleh mu itu sangat kuat sehingga dia tidak dapat bertahan. Tetapi dua janin lainnya masih kuat dan bisa bertahan di sini sayang," ungkap Galaksi sambil menyentuh perut istrinya

__ADS_1


Tes


Tes


Tes


"Dengan kata lain aku kehilangan salah satu calon anak kita By?" tanya Rumi memastikan, bibirnya bergetar menahan tangis. Sebagian air mata yang berusaha dia tahan akhirnya menetes juga.


Dengan sigap Galaksi menghapus air mata yang membasahi air mata istrinya. Hatinya perih melihat kesedihan dirasakan oleh Rumi.


"Kamu boleh marah kepada ku Bunny. Tapi kebohongan ini demi kebaikan kamu dan calon anak-anak kita. Kamu tidak sadarkan diri selama dua hari dan kehilangan cukup banyak darah. Kondisinya mu saat itu begitu lemah sayang, sekali saja kamu terkena guncangan mental hasilnya akan lebih fatal. Aku harap kamu paham sayang, aku terpaksa melakukan kebohongan ini. Ada yang lebih membutuhkan kesehatanmu, mereka ada di sini," ucap Galaksi berusaha menenangkan Rumi.


Rumi tergugu, ingin rasanya berteriak meluapkan kesedihan. Kebenaran yang baru saja dia ketahui, membuat hatinya terasa sakit. Tapi Rumi tidak boleh egois mementingkan hati dan emosionalnya semata. Galaksi benar, ada yang lebih membutuhkan kesehatan dan kewarasannya untuk saat ini dan kedepannya.


"Aku minta maaf Bunny, kedepannya aku berjanji ga akan lagi menyembunyikan apapun darimu," ucap Galaksi sambil mengangkat kedua jarinya.


"Hubby," rengek Rumi.


"Apa Bunny?"


"Aku lelah, kepalaku sakit," keluh Rumi.


Tanpa banyak bertanya, Galaksi langsung menggendong Rumi ala bridal style dan membawanya kedalam kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerjanya. Dengan lembut Galaksi membaringkan tubuh Rumi di atas ranjang yang empuk.


"Istirahatlah Bunny, aku akan menemanimu hingga kamu terlelap tidur," ucap Galaksi sambil mengusap kepala Rumi.


*


*

__ADS_1


Di kamar hotel yang dia sewa selama beberapa hari ini Imelda termenung memandang handphone miliknya. Hati dan pikirannya kosong, tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia tidak menyangka dengan berita online yang berusaha dia lihat beberapa menit yang lalu. Saat ini Imelda merasa dirinya sudah hancur dan tenggelam dalam keputusasaan.


"Kau jahat Galaksi!!!!"


__ADS_2