Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Jangan menyakiti wanita ku


__ADS_3

Sepanjang hari Rumi ngomel-ngomel terus, bibirnya tah berhenti ngedumel. Rasanya Rumi mulai jengah selalu menjadi sasaran olokan beberapa teman kampusnya. Padahal Rumi tidak pernah menganggu apalagi merugikan mereka. Namun selalu saja mereka yang mencari masalah terutama jika Rumi sedang senang atau mendapatkan sesuatu yang bagus. Semua yang dilakukan Rumi baik benar atau salah selalu terlihat salah.


"Dasar Wewe gombel, setan kuyang kerjaannya mengganggu orang. Syirik aja kalo bahagia. Kalo iri bilang bos. Kalo dia tau gue istri sultan pasti matanya langsung keluar dari tempatnya. Huhh kenapa ada wanita modelan setan begitu, menyebalkan!!!" umpat Rumi sambil berjalan.


Beberapa orang yang melihatnya berjalan sambil berbicara sendiri sempat menertawakannya apalagi ekspresi wajah Rumi yang tidak biasa menjadi hiburan tersendiri bagi yang melihatnya.


Dari kejauhan Galaksi dapat melihat jika Rumi sedang ngomel -ngomel sendiri, bahkan ekspresi marahnya juga keliatan jelas.


"Kenapa lagi tu anak, mukanya udah mirip ondel-ondel," gumam Galaksi.


Andai Rumi tahu Galaksi berbicara seperti itu pasti akan menjadi sasaran kemarahan Rumi.


"Hai Rum, gimana kuliahnya lancar?" tanya Galaksi basa basi.


"Ya gitu aja, ga ada yang istimewa," ucap Rumi sedikit ketus.


Galaksi yang sudah menduga jika Rumi tengah merasa kesal menanggapinya dengan biasa aja.


Kini mereka berdua sedang didalam mobil, Rumi masih menunjukkan ekspresi kesalnya. Apalagi ketika orang yang membuatnya kesal seharian melintas didepannya.


"Cantik juga kagak songong iya. Sok kecakepan, make up tebel kayak dempul tembok pasti buat nutupin bekas jerawat nya yang banyak tuh," gerutu Rumi.


Galaksi terkekeh melihat istrinya marah-marah ga jelas, dia juga ga berani menanggapinya takut kena semprot juga.


"Mau pulang atau makan dulu?" tanya Galaksi.


"Aku makan ramen yang pedes, lagi kesel tingkah dewa," ucap Rumi


Galaksi hanya mengangguk kemudian menyalakan mobilnya meninggal area kampus menuju kedai Ramen yang pernah di datanginya.


Sepanjang perjalanan Rumi mengerutuki dirinya yang ketus dengan Galaksi. Bisa- bisanya emosinya terbawa -bawa ke hadapan Galaksi. Dia terus saja memukul-mukul bibirnya karena merasa lancang berbicara ketus dengan Galaksi.


"Gue kenapa sih, bawaannya marah-marah mulu disenggol dikit emosi. Seperti aku mau datang bulan deh, abisnya sensitif banget," guman Rumi dalam hati.


Sesampainya di kedai ramen, tak lupa Galaksi mengganti penampilannya. Untung saja dari apartemen dia memakai pakaian santai, jadi tinggal memakai kacamata dan kumis palsu.


Rumi menatap heran perubahan wajah Galaksi yang sangat berbeda terlihat lebih dewasa dengan kumis di atas bibirnya


"Kenapa ada yang salah?" tanya Galaksi sambil mengereyitkan dahinya


"Ga ada Tu-tuan, Tuan terlihat lebih tampan," ucap Rumi malu-malu.


Sekarang Rumi sudah kembali ke mode normal, tidak lagi ngedumel yang tidak jelas. Galaksi langsung melihat kearah spion depan untuk memastikan penampilannya.


"Kamu suka saya pake kumis seperti ini??" tanya Galaksi penasaran.


Rumi menggelengkan kepalanya. Walaupun terlihat lebih tampan, tetapi penampilannya juga terlihat lebih dewasa, bukannya Rumi tidak suka hanya saja Galaksi lebih mirip pria dewasa.


"Kenapa tidak suka, katanya lebih tampan?" ucap Galaksi heran.


"Nanti para pelakor ngantri menunggu Tuan jadi duda atau mungkin saja mereka rela menjadi istri tuan yang ke dua, ketiga atau bahkan keempat. Tuan juga lebih terlihat dewasa. Mungkin kalo kita jalan bareng akan terlihat seperti sugar daddy dan baby nya, " ucap Rumi sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Hahahahahaha, kamu ini ada -ada saja. Istri satu juga belum habis masa mau nambah lagi. Satu istri cukup buat aku Rum, lagian aku bukan pengoleksi istri. Dan satu lagi, aku ga mau di pecat jadi anak oleh bunda Maulindya kalo beristrikan lebih dari satu," ucap Galaksi terngakak-ngakak,


Rumi hanya memberengut, bibirnya sesekali dimonyongkan.


" Ya udah yuk turun, aku udah laper. Lama-lama aku bisa makan kamu nih di sini," ucap Galaksi sambil tersenyum jahat


Bulu kuduk Rumi langsung berdiri, ngeri jika mereka melakukan itu di mobil, belum lagi tempatnya yang ramai pasti akan di gerebek oleh warga. Rumi bergegas melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.


Galaksi tertawa puas mengerjai istrinya itu. Tak ingin di tinggal, dia pun langsung keluar dari mobilnya.


Rumi benar -benar mewujudkan keinginannya untuk makan ramen pedas. Entah berapa sendok sambal yang dia masukkan ke dalam ramen miliknya yang jelas warna kuahnya sudah berubah menjadi merah. Galaksi sampai ngeri sendiri melihat ramen milik Rumi.


"Sudah Rum, jangan banyak-banyak nanti perut kamu sakit," ucap Galaksi khawatir


"Ga akan Tuan ini juga sebenarnya masih kurang pedas, cuma sambel nya udah keburu habis. Mau ngambil di meja lain malu Tuan," ucap Rumi sambil menikmati Ramen miliknya.


Galaksi tidak lagi beradu mulut dengan Rumi, mungkin Rumi sedang kesal sehingga membiarkannya saja. Kalaupun nanti Rumi sakit perut, Galaksi sudah sedia obat di apartemennya.


"Wah....wah wah, ga nyangka ya kita ketemu disini, ternyata Rumi sedang makan bersama suami tercinta. Jadi ini suami kamu Rum," ucap Satya


Dia memandangi Galaksi dari atas hingga ujung kaki, senyumnya terlihat meremehkan. Galaksi diam tak berkata apapun, dia menunggu reaksi Rumi


Merasa acara makannya di ganggu Rumi dengan kasar meletakkan sumpit di meja hingga terdengar suara "tak" saking kerasnya Rumi membanting.


"Bisa ga lo sekali aja ga ganggu hidup gue. Lo itu memuakkan!!!" Hardik Rumi


Emosi Rumi langsung memuncak begitu melihat wajah Satya, rasanya ingin menyiramnya dengan kuah ramennya yang pedas. Tapi diurungkan karena sayang jika dibuang begitu saja.


"Ciihhh bukan urusan lo. Sebaiknya lo pergi dari sini. Memuakkan!!!" umpat Rumi.


"Lo usir gue Rum? Apa karena lo malu ketahuan sedang bersama suami lo. Ternyata segini doang suami lo. Gue ga nyangka selera lo dengan pria dewasa yang harusnya menjadi om lo. Apa jangan-jangan lo ini istri simpanan ya?" ucap Satya menyindir keras


"Sekali lagi bukan urusan lo. Gue juga ga minta uang sama lo, kenapa lo malah sibuk ngurusin hidup gue. Mau gue jadi istri simpanan juga bukan urusan lo," ucap Rumi dengan geram.


"Selera lo buruk Rum, apa mata lo karatak? Lo nolak gue demi pria tua seperti ini, badannya saja yang kekar tapi lihat wajahnya berewokan," hina Satya


"Apa dirumah lo ga ada kaca, kalo ga ada nanti gue beliin. Biar lo bisa ngaca, tampang pas-pasan gaya selangit!!?" balas Rumi dengan jawaban menohok.


Seorang wanita datang menghampiri Rumi yang sedang beradu mulut dengan Satya, senyum terkembang merasa memiliki kesempatan yang bagus.


"Oh my God, ternyata Rumi yang terkenal alim ternyata menjadi simpanan om-om," ucap Ratna mendelik.


"Lo, ga usah ikut campur," ancam Rumi


"Upsi .. tapi maaf ya, sayang banget kao gue ga ikut campur. Ternyata gosip lo itu sebagai wanita simpanan itu benar ya, dan gue liat dengan mata kepala gue sendiri. Besok di kantor pasti heboh!!! Ternyata Rumi menjadi seorang lon-te hahaha," hina Ratna dengan puas.


Plak


Tangan Rumi langsung membungkam mulut Ratna. Emosinya yang sudah di ubun-ubun memaksa Rumi bersikap kasar. Apalagi ucapan Ratna yang merendahkannya membuat Rumi harus menampar pipinya.


Ratna menjadi geram dan dia ingin membalas tamparannya tapi sayangnya tangannya dicekal oleh Galaksi, dicengkeram dengan sangat kuat hingga Ratna kesakitan.

__ADS_1


"Jangan menyakiti wanita ku, dia adalah istriku. Siapa yang berani menyakiti dia akan terima akibatnya," ancam Galaksi sambil menghembuskan tangannya.


Kemudian Galaksi mengelap tangannya dengan tisu seakan merasa kotor telah bersentuhan dengan Ratna.


Ratna seolah terpesona dengan sosok Galaksi, suara baritonnya bahkan menggetarkan jiwa Ratna. Belum lagi tubuhnya yang kekar menghipnotis mata Ratna.


"Om... Kok mau sih dengan Rumi yang dekil. Ratna mau kok jadi pengganti Rumi, Ratna juga rela jadi yang kedua atau ketiga. Ratna bisa memuaskan om loh," ucap Ratna tanpa malu.


Galaksi tersenyum tipis, cukup heran dengan tingkah wanita yang satu ini. Galaksi spontan mendekatkan kepalanya ke wajah Ratna. Jangan ditanya bagaimana wajah Rumi, mengepalkan tangannya dan matanya melotot.


"Sebaiknya lo tidur dan jangan bangun-bangun lagi teruslah bermimpi. Gue ga tertarik dengan barang bekas apalagi sesuatu yang harganya murah. Jangan bandingkan diri Lo dengan Rumi istri gue, sangat jauh. Jika Rumi berlian, Lo hanya debu jalanan," bisik Galaksi tepat di telinga Ratna


Mendengar ucapan Galaksi yang merendahkannya membuat Ratna kesal, tapi dia masih bersikap manis agar bisa merebut perhatian Galaksi. Dia belum tau saja jika Galaksi adalah bos ditempatnya bekerja.


Rumi menatap Galaksi dan Ratna dengan tatapan menyalang, tak bisa dibiarkan. Rumi menarik paksa lengan Ratna agar menjauh dari Galaksi.


"Sakit Rum, kasar banget sih jadi cewek!!!" pekik Ratna.


"Pantas buat lo Cewek Murah-an, sudah jelas-jelas ads istrinya tetapi masih mau menggoda. Lo akan sujud-sujud di kaki gue setelah lo tau siapa gue yang sebenarnya," ucap Rumi dengan tegas.


.


.


Dua minggu berlalu,


Galaksi dan Rumi bekerja seperti biasa. Hanya saja Rumi sudah naik jabatan menjadi supervisor setelah yang sebelumnya mengundurkan diri karena akan melahirkan. Rumi juga sedang masa percobaan selama dua minggu, jika kinerja Rumi bagus dia akan di angkat sebagai supervisor tetap.


Dea, teman Rumi di pekerjaan sebelumnya juga sudah diterima menjadi staff Pemasaran setelah mengikuti seleksi yang kedua kalinya. Rumi sangat senang karena teman terbaiknya bisa mendapatkan posisi yang bagus.


Sedari pagi Galaksi merasa resah, uring-uringan dan marah-marah tidak jelas. Bahkan karyawan yang menggunakan pakaian yang warnanya tidak seragam mendapatkan ceramah dari Galaksi.


"Lo kenapa sih bos, ga biasanya lo cerewet kayak gini dah kaya emak-emak aja," ucap Eddy.


Dia juga sempat kena semprot karena kesalahan kecil di laporannya hanya karena salah ketik di beberapa bagian.


"Ga tau Ed, lagi ruwet kepala gue serasa mau pecah. Oh iya, tolong lo beliin gue rujak dong, asem banget nih mulut gue pengen yang seger-seger," pintanya kepada Eddy


Eddy mengereyitkan dahinya, cukup heran dengan permintaan bosnya yang satu itu.


" Lo sakit hah? Ini jam berapa bos, udah minta rujak aja. Kayak wanita hamil aja lo," jawab Eddy


Brak


Galaksi melemparkan Eddy dengan seberkas File hingga berantakan.


"Sial-an lo, gue laki-laki masa hamil. Dah sana buruan beliin gue rujak, banyak omong lo gue potong juga gaji lo," acam Galaksi


"Iya bos, iya. Galak amat sih!!!" Gerutu Eddy.


"Oh iya, satu lagi lo ganti parfum lo yang bau kemenyan itu!!!"

__ADS_1


__ADS_2