Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Pindah ke Apartemen


__ADS_3

Dooor


Dooor


Teettttt


Bunyi konfeti dan terompet saling bersautan menyambut kepulangan Rumi. Kedua orang tua Galaksi yang mendengar kabar jika Rumi berhasil lolos sebagai karyawan divisi pemasaran membuat mereka menyiapkan acara selamatan. Mereka sangat berbahagia dengan pencapaian yang didapat oleh Rumi.


Hampir saja jantung Rumi copot di tempat setelah mendengar suara ledakan konfeti yang sangat keras mirip suara letupan pistol. Namun setelah melihat taburan kertas berwarna warni dan penampilan kedua orang tua Galaksi mengenakan topi pesta membuatnya merasa terharu. Selama hidupnya Rumi tidak pernah berada dalam pesta seperti ini walaupun ketika hari ulang tahunnya.


Walaupun ini sangat berlebihan tetapi Rumi merasa bahagia di kelilingi oleh keluarga yang menyayanginya.


"Bunda ayah, ini apa?? Kenapa ramai begini??" ucap Rumi sambil memperhatikan Maulindya yang masih sibuk meniup terompet


"Ini perayaan atas keberhasilan kamu lolos menjadi karyawan divisi pemasaran. Itu sangat membanggakan sayang dan harus di rayakan," ucap Maulindya dengan heboh.


Hadir juga Aurora adik ipar Rumi yang ikut-ikutan heboh. Melihatnya bergerak lincah kesana kemari membuat Rumi ngilu apalagi dengan perut yang sudah membesar.


"Iya kakak ipar, pasti setelah ini kakak ipar bisa menjadi manager di perusahaan kakak Galak!!! Atau bahkan merebut posisinya sebagai CEO, Rora lebih suka kakak ipar yang jadi CEO nya dari pada kakak Galak!!! Pelittt wleee " ledek Aurora sambil menjulurkan lidahnya


Galaksi langsung menghampiri adiknya dan menghadiahkan sebuah jeweran di telinganya.


"Dasar adik durhaka, masih bilang kakak galak dan pelit hah??? Apa tas yang limited kemarin pengen kakak ambil lagi hah?? Bukannya minta sama suami tapi malah merengek ke kakak, adik macam apa kamu!!!" Gerutu Galaksi

__ADS_1


"Uangnya suami Rora untuk biaya anak Rora," ucapnya polos.


"Heh, adik tengil uang suami mu itu ga akan habis tujuh turunan. Dasar pengeretan, kakak juga kan punya istri. Dia juga butuh uang buat biaya skin care, shopping, hang out paham ga kamu. Di kira kakak mu ini gudang duit apa!!!" ucap Galaksi dengan tegas.


Aurora memberengut, bibirnya di monyongkan dan menghampiri Rumi yang sedang menahan tawanya.


"Kakak ipar, denger sendiri kan kakak Rora pelit masa di mintain uang lima ratus juta ngomelnya kayak ibu-ibu komplek di tukang sayur. Padahal Rora tau di rekening kakak ada triliunan duit kak, nol nya juga banyak. Kakak Rora tega bener sama adiknya yang lagi ngidam ini, huuuu" adu Aurora sambil mengelus perutnya yang sudah kelihatan membesar.


Rumi hanya mengulum senyum dan menahan tawanya agar tidak kelepasan. Galaksi tidak tau saja jika apa yang di pinta oleh adiknya Aurora untuk Rumi, tas yang mahal itu sebenarnya untuk Rumi. Aurora berinisiatif untuk memoroti keuangan kakaknya karena tidak peka terhadap kebutuhan istri. Tetapi Rumi menolaknya karena tas tersebut tidak pantas untuknya yang harus bekerja sebagai Office girl.


"Sudah-sudah kita masuk aja, kalian ga kasian sama Rumi baru pulang kerja pasti capek dan lapar. Ayo kita masuk, Bunda sudah masak banyak makanan, kita makan bersama ya," ajak Maulindya.


Rumi pun di giring oleh Aurora menuju meja makan sedangkan Galaksi mengikutinya dari belakang.


"Ayo kak..makan yang banyak ya supaya nanti kalo hamil bisa dapet anak kembar," celetuk Aurora


Setelah acara makan bersama selesai, Galaksi menyampaikan keinginannya untuk pindah bersama Rumi ke apartemen yang telah disiapkan besok. Kedua orang tua Galaksi justru senang dengan hal tersebut, setidaknya mereka memiliki ruang privasi dan dapat mendekatkan hubungan mereka lebih cepat.


.


.


Hari ini Rumi berangkat dengan pakaian yang berbeda, mengenakan setelan blazer dan celana bahan panjang. Tidak lagi menggunakan pakaian santai sepertinya biasa karena Rumi sudah berpindah bagian.

__ADS_1


Sebelum langsng terjun ke pekerjaannya Rumi diberikan pelatihan dan arahan bagaimana bekerja di tim pemasaran. Dia dan beberapa rekannya harus bisa menjual beberapa unit rumah kepada calon pembeli. Jika target terpenuhi maka akan mendapatkan bonus. Tentu saja jenjang karir di divisi pemasaran sangat bagus karena bila mampu melewati target yang diberikan akan memiliki kesempatan menjadi tim leader.


Setelah makan siang, Rumi langsung di boyong ke lokasi perumahan yang akan menjadi tempatnya bekerja pertama kali. Galaksi hanya bisa menugaskan Eddy untuk mengawasi Rumi dari jauh. Walaupun panas matahari begitu terik tetapi tidak mematahkan semangat Rumi untuk bekerja.


Dengan kemampuan komunikasi dan berbicara yang cukup baik Rumi mampu mengaet beberapa calon pembeli dan tertarik untuk mengambil unit rumah tersebut. Tak tanggung-tanggung di hari pertama Rumi mampu memprospek 3 orang pembeli sekaligus. Rumi bahkan langsung jadi pusat perhatian tim leadernya karena bisa memenuhinya target penjuaan untuk seminggu.


Galaksi menjemput Rumi di perumahan tempatnya bertugas. Agar tidak dikenali oleh karyawan lainnya Galaksi rela mengendari mobil biasa. Untuk merayakan keberhasilan Rumi di hari pertamanya bekerja Galaksi mengajak Rumi makan malam di luar.


Pukul delapan mereka sampai di kediaman barunya, mulai malam ini mereka tinggal di apartemen yang sudah Galaksi beli atas nama Rumi. Mereka tidak perlu repot-repot mengurusi barang-barang pindahan karena sudah diurus oleh jasa pindahan. Lagi pula tak banyak barang yang harus di bawa hanya beberapa perabot di ruang kerja Galaksi dan koper pakaian.


Begitu masuk kedalam apartemen mata Rumi langsung di suguhi oleh interior yang sangat memanjakan matanya. Beberapa perabot dengan warna pastel membuatnya terkesan merah. Prasangka Rumi yang mengira jika apartemen yang di beli tidak terlalu besar, nyatanya sangat lega bahkan tak kalah besar dibandingkan rumah keluarganya Galaksi hanya saja apartemen ini hanya satu tingkat.


"Tu-tuan ini tidak salah?" ucap Rumi terbata-bata


"Kenapa? Ga suka??"


"Su-suka, suka banget malahan. Tapi ini sangat luas untuk kita berdua," ucap Rumi sambil melihat sekeliling apartemen nya.


"Kan sudah aku bilang kita butuh 3 orang ART,"


Rumi mendesah kasar memang akan sangat melelahkan jika mengurus apartemen sebesar ini.


"Mmm...ga papa tuan, aku coba dulu nanti jika ternyata ga sanggu, mungkin membutuhkan bantuan, hehe," ucap Rumi sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

__ADS_1


"Ya sudah kalo gitu, sebaiknya kita istirahat. Kalo ingin mandi, bisa langsung nyalain airnya sudah otomatis nyala,"


Rumi menganggukkan senang dan hatinya merasa bahagia. Walaupun hubungan mereka masih diam di tempat setidaknya Galaksi selalu berusaha yang terbaik untuknya.


__ADS_2