
Eddy benar-benar melakukan ucapannya untuk mengajak Imelda menikah keesokan harinya. Persiapan dan izin pernikahan yang pada umumnya paling cepat di lakukan dalam waktu seminggu, tapi berkat jasa uang semuanya beres dalam waktu kurang dari 3 jam.
Sebenarnya Eddy juga sudah mempersiapkan rencana resepsi pernikahannya dengan Imelda di malam harinya. Tetapi Imelda menolak untuk mengadakan acara resepsi dengan buru. Untuk saat ini Imelda hanya memiliki keinginan untuk menikah secara resmi saja di kantor KUA. Pasalnya berita tentang skandal kasus Imelda masih tersebar di luar sana. Dia tidak ingin menyeret nama baik Eddy kedalam kasusnya.
Untung saja semuanya berjalan dengan lancar, ijab kabul di ucapkan dengan lantang dan lancar tanpa satu katapun kesalahan. Dan akhirnya Eddy dan Imelda resmi menjadi sepasang suami-istri. Eddy sengaja belum memberitahu kabar bahagia ini kepada Galaksi dan Rumi. Untuk sementara Eddy ingin menikmati kebersamaannya dengan Imelda berdua saja. Imelda langsung di ajak ke rumah baru yang sudah di persiapan beberapa jam sebelum ijab kabul. Namun karena ada beberapa perabotan yang belum lengkap, Eddy memutuskan untuk sementara menginap di hotel selama beberapa hari sambil menikmati suasana sebagai pasangan pengantin baru.
Rumi sudah bersiap untuk pergi ke mall membeli beberapa pakaian untuknya sesuai yang di janjikan oleh Galaksi. Saat ini Rumi begitu semangat ingin berbelanja menghabiskan uang milik suami nya. Selama ini dia selalu menggunakan uang dengan bijak dan hanya berbelanja kebutuhan rumah tangga.
"Hubby, ayo cepet. Nanti keburu tutup!! " seru Rumi sambil melihat jam di tangannya.
Galaksi akhirnya keluar dari dalam kamar sambil memakai tam tangannya. Saat melihat ke arah Rumi yang berdiri di depan pintu, mata Galaksi tak sanggup berkedip. Penampilan Rumi sangat mencengangkan. Bagaimana tidak, Rumi hanya mengenakan kaos milik Galaksi dan celana pendek sehingga memperlihatkan bentuk pahanya yang mulus dan putih, belum lagi bagian perutnya yang menonjol.
"Bunny, kamu nggak salah akan pergi ke mall dengan pakaian seperti ini?" tanya Galaksi memastikan.
"Memangnya kenapa sayang? Ga boleh?? " jawab Rumi dengan polos
Galaksi meraup wajahnya dengan kasar, sungguh dia tidak rela jika tubuh montok sangat istri menjadi pusat perhatian para pria di luar sana. Apalagi wanita hamil memiliki daya tarik tersendiri.
"Sayang, Bagaimana mungkin aku membiarkan tubuh Istriku yang sangat seksi ini menjadi incaran para pria pria mesum. Jadi sekarang kamu ganti baju lagi ya sayang... " rengek Galaksi.
Rumi hanya meringis, tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapih. Sebenarnya dia cukup nyaman dengan pakaian yang digunakan nya saat ini.
"Terus aku pake baju yang mana By?? Kan baju-baju aku udah ga ada yang cukup," jawab Rumi.
Galaksi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Jika ditanya seperti itu bingung juga harus menjawab seperti apa. Galaksi malah jadi Ikut-ikutan meringis.
Tapi penampilan Rumi yang seperti ini tidak bisa di biarkan, damage nya akan terlalu berbahaya bagi pria-pria dengan otak belok diluar sana. Galaksi takut Rumi menjadi korban pelecehan nantinya.
__ADS_1
"Bunny, kan ada daster dari Bunda yang kemarin di kirim. Pake itu aja sayang, ya cantik?? " bujuk Galaksi.
"Ihhhh Hubby masa aku ke mall pake daster siihhh malah keliatan kayak orang mau ke pasar tak ga?? " Rumi memberengutkan bibirnya.
"Kamu pake baju apa aja cantik kok sayang. Ga akan ada yang berani mengejek istri kesayangan Galaksi Rahadian. Kalo ga salah ada deh baju terusan yang cocok buat jalan di luar coba kamu cek deh, " ucap Galaksi.
Rumi pun menuruti perkataan Galaksi kemudian masuk kedalam kamarnya untuk melihat kembali baju yang diberi oleh ibu mertuanya
Setengah jam kemudian Rumi sudah berganti baju. Rumi memakai baju terusan berwarna merah muda dengan corak bunga-bunga kecil dan berlengan buntung. Sehingga kedua lengan Rumi tidak tertutupi.
"Sayang, gimana ini?? " tanya Rumi memastikan penampilan nya
Galaksi mulai memindai penampilan istrinya dari atas kepala hingga ujung kaki. Perfect, lebih baik dibandingkan hanya memakai kaos dan celana pendek. Galaksi segera mengangkat kedua jempol nya memberikan tanda jika penampilan Rumi sudah oke.
"Tapi By, ini gapapa tangannya terbuka gini, dingin, " rengek Rumi sambil mengelus-elus tangannya.
"Gapapa, ini bisa di tutupi pake blazer. Di mobil ada kan. Yuk ahh kita berangkat nanti mall nya keburu tutup, " sahut Galaksi sambil menggandeng tangan Rumi untuk meninggalkan Rumah.
Hampir dua jam lamanya Rumi berkeliling Mall keluar masuk toko tanpa mengenal lelah. Tetapi belum ada satupun baju yang Rumi beli, dilihat-lihat diraba dan dicoba saja.
Mata Rumi begitu berbinar saat melihat toko perlengkapan bayi. Seolah terhipnotis, Rumi tanpa sadar masuk kedalam toko tersebut tanpa mengkonfirmasi kepada Galaksi. Galaksi sedikit heran dengan Rumi yang baru saja masuk kedalam toko perlengkapan bayi. Belum ada dalam pikiran nya untuk mempersiapkan keperluan sangat calon anak karena usia kandungan Rumi baru memasuki bukan ke empat.
"Sayang ngapain kita kesini?? " tanya Galaksi celingak celinguk.
"Liat liat aja by, cari yang bisa menyegarkan mata. Seneng aja liat barang-barang bayi, lucu dan imut," ucap Rumi, matanya begitu berbinar binar melihat deretan pakaian bayi yang lucu.
Rumi mengambil satu setel pakaian baju dengan model baju kodok bergambar keropi. Baju tersebut merupakan baju untuk bayi kembar dengan warna hijau untuk bayi laki-laki dan warna merah muda untuk bayi perempuan. Rumi sangat menyukainya.
__ADS_1
"Sayang kalo suka beli aja, gimana?? " usul Galaksi.
"Memangnya boleh by, katanya kalo kandungannya di atas tujuh bulan belum boleh beli persiapan bayi, " ucap Rumi dengan sendu.
Sungguh Rumi ingin membeli baju tersebut, dia sudah menyukainya saja pertama kali melihatnya. Rumi takut jika beberapa bulan ke depan kembali ke sini untuk membelinya baju tersebut sudah tidak ada.
" nggak usah khawatir Itu hanya mitos aja sayang. Lagi pula kita tidak membeli seluruh perlengkapan dan kebutuhan untuk calon anak kita. Ya jika ada yang kita anggap bisa di beli saat ini ya beli saja. Belum tentu bulan depan atau minggu depan stoknya masih ada, " ucap Galaksi, ternyata satu pemikiran dengan Rumi.
"Jadi gapapa kita beli sekarang?? " tanya Rumi memastikan.
"Boleh sayang, tapi seperlunya aja ya. Khawatir akan mubazir kalo terlalu banyak beli pakaian bayi karena bayi cepat tumbuh besar. Baru sebentar dipakai bajunya sudah tidak muat," ucap Galaksi menjelaskan.
Rumi mengerti dan paham apa yang dimaksud oleh Galaksi. Setelah mendapat persetujuan dari Galaksi, Rumi melanjutkan acara berburu perlengkapan bayi yang lucu-lucu.
Setelah hampir dua jam berkeliling seluruh penjuru toko baju, Rumi hanya membeli satu pasang baju bayi kembar keropi yang awal dia sudah sukai. Galaksi hanya geleng-geleng kepala melihat Rumi yang sama sekali tidak kelelahan.
"Sayang mau kemana lagi?? " tanya Galaksi, kakinya sudah sangat pegal bahkan hampir tidak terasa jika menapak dilantai.
Rumi berpikir sejenak, tadi sebenarnya ada beberapa baju yang Rumi sukai. Hanya saja dia ingin berkeliling toko yang ada di mall, takut ada baju yang lebih bagus lagi. Meskipun Rumi memborong baju didalam satu toko, uang Galaksi tidak akan habis. Belum lagi yang mahar pernikahan yang Galaksi berikan masih utuh di rekening nya tanpa sempat di gunakan isinya.
"Makan yuk bi, lapar.. " rengek Rumi.
"Ya Udah mau makan apa sayang? Mau didalam mall di foodcourt atau di luar??"
"Di foodcourt aja by, biar ga perlu keluar gedung. Nanti malah bolak balik jadinya, kan akun belum beres berbelanja sayang," ucap Rumi sambil menyengir kuda.
Galaksi mencebikkan bibirnya, tubuhnya sudah sangat lelah. Tapi demi kebahagiaan Rumi, Galaksi rela menderita. Mereka langsung menuju area foodcourt yang ada di lantai paling atas.
__ADS_1
"Sayang, kalo kodok goreng ada ga?? " celetuk Rumi tiba-tiba.
"Heh?? "