
Suara ketukan pintu yang tak berhenti- berhenti memaksa Imelda harus terbangun dari tidurnya. Padahal dia baru saja terlelap tidur satu jam yang lalu.
"Igh sapa sih ganggu aja deh!!" Gerutu Imelda.
Sambil memegangi kepalanya yang terasa berat, Imelda bangun dari ranjangnya yang enak. Kedua matanya di kucek-kucek karena begitu berat untuk membuka kedua kelopak matanya.
Ceklek
Imelda membuka pintunya, dia mendesak kasar mengetahui jika Eddy yang datang mengganggu tidurnya.
"Ed ngapain sih lo kemari!!!" kesal Imelda.
"El-elo tidur Mel???" ucap Eddy terkejut.
"Ya iyalah gue tidur Junaedi!!! Emangnya gue lagi dangdutan atau gue nari koprol gitu. Lo ganggu gue aja ish," bentak Imelda. Wanita itu sungguh geram dengan sikap Eddy yang berlebihan
"Ya maaf, gue kira lo mengelakuin hal buruk lagi. Gue hanya khawatir, habisnya lo ga ngangkat telepon gue, chat juga ga dibales," ucap Eddy dengan lirih
Kepalanya tertunduk menyadari kesalahannya. Imelda menepuk dahinya, bingung harus bersikap bagaimana dengan sahabatnya yang satu ini.
"Khan sebelumnya gue udah bilang mau tidur Eddy. Gue ngantuk berat, lo liat nih kantung mata gue udah segede gajah. Gue sengaja silent handphone gue karena gue mau tidr nyenyak ga mau ada gangguan. Eh ternyata malah lo nya langsng yang datang ganggu gue," ucap Imelda dengan ketus.
"Ya maaf."
"Maaf-maaf, dah sana pergi gih. Gue mau lanjutin tidur gue. Sana hus...hus...," Uca Imelda sambil mendorong tubuh Eddy keluar.
Lagi Imelda menutup pintu kamarnya dengan sangat keras. Eddy hanya mematung didepan pintu kamar begitu pintunya tertutup.
Tak ada pilihan lain, akhirnya Eddy memutuskan kembali ke kantor. Selain itu juga pekerjaannya masih menumpuk di atas meja kerjanya. Hari ini dia tak terlalu fokus dengan pekerjaannya.
*
*
Rumi akhirnya bangun juga dari tidur siangnya, terasa sangat nyenyak. Tubuhnya tak terasa lemas dan kembali segar.
__ADS_1
Begitu membuka matanya, Rumi celingak-celinguk melihat kondisi ruangan kerja Galaksi yang kosong tak ada siapapun. Seketika otak Rumi dipenuhi dengan pikiran negatif.
"Apa Hubby sengaja meninggalkanku sendiri disini agar tak di ganggu ketika bersama dengan wanita itu?" gumam Rumi,
Tetapi dia berusaha menghilangkan pikiran buruk tersebut, Rumi percaya jika Galaksi tidak akan berbuat macam-macam terlebih ini adalah kantornya.
"Hubby kemana sih, napa aku di tinggalin sendiri," ucap Rumi begitu kesal. Kakinya di hentak-hentakkan persis kelakuan anak kecil
Krucuk
Krucuk
Krucuk
Terdengar bunyi panggilan dari perut Rumi. Padahal baru dua jam yang lalu dia makan kenyang, eh sekarang justru merasa lapar kembali.
Rumi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mulai sedikit insecure dengan bentuk tubuhnya yang mulai membesar seiring dengan porsi makannya yang semakin bertambah.
Rumi memegangi perutnya yang terasa lapar, ingin pergi ke kantin untuk memesan makanan tetapi sudah bukan jam istirahat. Apalagi saat ini Rumi sudah tidak bertindak seenaknya, segala tindak tanduknya akan di awasi oleh karyawan yang melihatnya.
Ahh, perasaan Rumi sungguh sensitif, air matanya sedikit menggenang di ujung mata. Sambil menunggu kedatangan Galaksi, akhirnya Rumi memutuskan untuk rebahan kembali di sofa yang empuk.
Lima menit kemudian, Galaksi sudah kembali keruang kerjanya sambil membawa beberapa kantong keresek. Dia melihat istrinya masih rebahan sofa sambil memainkan handphonenya.
"Bunny, sudah lama bangunnya? Maaf ya, tadi ditinggal sebentar untuk keluar membeli camilan," ucap Galaksi dengan jujur.
Rumi merasa enggan membalas ucapan Galaksi. Dia membalikkan tubuhnya hingga kini punggung yang menghadap Galaksi.
Galaksi menggaruk kepalanya melihat Rumi yang terkesan ketus. Dia mengira jika Rumi sedang marah..
"Bunny, beneran deh Aku cuma kedepan kantor beli jajanan di sana. Ada cilok, ketiaw, lumpia basah, kue balok sama minuman thai tea. Gimana mau ga??" ucap Galaksi sambil membujuk Rumi.
Akhirnya Rumi bangun dari tidurnya dan memberikan tatapan tajam. Sedetik kemudian air matanya meluncur bebas membasahi pipinya. Galaksi terkejut melihat istrinya yang tiba-tiba menangis.
Galaksi membawa tubuh Rumi kedalam dekapannya, berusaha membuat Rumi tenang. Tetapi hal tersebut justru membuat Rumi semakin terisak menangis.
__ADS_1
"Bunny, kenapa menangis? Apa ada yang sakit, atau Imelda tadi diam-diam kesini dan menyakitimu?" tanya Galaksi memborong pertanyaan
Lagi-lagi Rumi menangis semakin keras, membuat Galaksi kebingungan.
"Bunny, bicara dong sama aku. Kenapa menangis begini sayang? Apa perutnya sakit??" tanya Galaksi begitu khawatir.
Galaksi mengambil tisu yang ada diatas meja kerjanya dan menghapus sisa air mata yang masih ada di pipi Rumi.
"Jangan menangis lagi ya sayang, ayo katakan ada apa? Ada bagian sakit??" tanya Galaksi pelan -pelan.
Rumi menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya. Melihat hal tersebut ingin rasanya Galaksi menggigitnya tapi tak bisa karena pasti akan membuat Rumi menangis kembali.
"Ya bilang atuh Bunny, kenapa atau ada apa? Aku kan bukan cenayang atau penyihir yang bisa membaca pikiran kamu sayang, jangan nangis lagi ya?" ucap Galaksi dengan lembut.
Tak ada rasa jijik, Galaksi membersihkan cairan yang keluar dari lubang hidung Rumi menggunakan tisu.
"Laper!!" jawabnya singkat, jelas dan ketus.
Galaksi membola, tak menyangka jawaban istrinya begitu absurb hampir saja dia tertawa terpingkal-pingkal jika tidak ingat ucapan bunda tercintanya.
"Inget ya Gala, stok kesabaran kamu mesti di tambah. Mood ibu hamil itu selalu berubah, kadang senang, kadang bete, kadang marah, kadang juga ngeselin. Tapi itu bukan ********, itu karena bawaan bayi alias perubahan hormonal dalam tubuhnya. Kuncinya satu selalu sabar. Kalo tidak kamu apan mendapatkan hal yang lebih parah, apalagi kalo ibu hamil sudah ngidam kalo ga di turutin pasti marahnya akan lama," petuah Bunda Maulindya.
Galaksi tersenyum, hampir saja membuat istrinya semakin merajuk.
"Pasti debay ini ya yang bikin mamah kelaparan seperti ini. Okey, baiklah debay debay ini pengen apa sih?? Coba katakan sama papah?" Ucap Galaksi sambil menempelkan telinganya ke perut Rumi seolah hendak mendengar ucapan calon anaknya,
"Kami ingin mie rebus rasa sate kambing pake cabe rawit 10 biji papah," ucap Rumi sambil menirukan suara anak kecil.
Galaksi langsung bangkit, terbengong-bengong mendengar ucapan Rumi.
"Emang ada ya mie rebus rasa sate kambing?" tanya Galaksi dengan heran
"Ada Hubby," ucap Rumi sambil tersenyum lebar.
"Hah?? Dimana??" tanya Galaksi masih penasaran.
__ADS_1
"Di Tanah Abang!"