
Imelda tengah asyik menikmati suasana club malam, sang DJ memainkan alunan musik yang membuat siapa saja bergoyang. Sambil menikmati segelas tequila ditangannya, Imelda kakinya bergerak sesuai irama musik.
Walaupun suasana Club malam sangat ramai tapi Imelda merasakan kesunyian, sendiri menanggung beban yang sangat berat baginya. Rasa pening dikepalanya tak lagi dia hiraukan tercampur dengan pening karena mabuk.
Imelda kini mulai bangkit dan berjalan ketengah untuk menikmati suasana. Dia mulai menggerakkan badan dan tangannya mengikuti irama musik yay DJ mainkan. Sambil memejamkan matanya, menari, melenggak-lenggok, mengayunkan tangannya, melupakan kejadian dan kesialan yang dia alami hari ini. Melupakan beban hidupnya sejenak dan ingin bersenang-senang malam ini.
Melihat seseorang wanita yang begitu cantik dan seksi dengan pakaian yang minim, membuat pria yang tinggi tegap namun berwajah seram menghampiri Imelda.
"Cantik, boleh abang ikut bergoyang???"
Imelda sudah terhanyut suasana pun mengangguk, memperbolehkan pria tersebut bergabung bersamanya.
Irama musik yang menghentakkan telinga membuat orang-orang menikmati suasana. Pria tersebut mulai memainkan tangannya meraba setiap jengkal tubuh Imelda. Hingar musik yang menggelegar, tarian semakin lama semakin kencang membuat Imelda semakin hilang kesadarannya.
Melihat kondisi Imelda yang sudah mulai nge-fly membuat pria tersebut semakin berani. Awalnya Dia hanya sekedar meraba dan menyentuh, melakukan kontak fisik seperti biasanya. Namun pria tersebut mulai tergoda dengan bibir Imelda yang tebal dan seksi.
Tanpa basa basi, pria tersebut langsung memberikan serangan langsung pada bibir Imelda. Imelda yang sudah kepalang mabuk mengikuti permainan bibir sang pria yang sangat ahli.
Mulai bosan dengan permainan bibirnya, mulai bergerak menyusuri area leher Imelda yang jenjang. Aroma parfum yang wangi membuat pria tersebut mabuk kepayang ingin merasakan hal yang lebih.
"Cantik, kita main yuk. Kita pesan kamar,"bisiknya, salah satu tangannya mulai menyusup kedalam rok yang dipakai oleh Imelda.
Imelda yang masih setengah sadar memelototkan matanya saat pria tersebut mulai bertindak kurang ajar. Walaupun tubuhnya sudah berkali-kali dipakai olehnya beberapa orang, tapi dia pemilih, tidak akan bermain dengan sembarang orang apalagi dengan orang selewat yang baru dia kenal. Salah-salah dia bisa terkena penyakit kel-amin.
Imelda menjauhkan tubuhnya dari pria tersebut, matanya memerah menahan amarah.
Plakkkk
"Ciiihhhhh, gue bukan wanita ja-lang!!!" seru Imelda sambil meninggalkan pria tersebut.
Pria tersebut merasa terhina setelah mendapatkan penolakan dari Imelda. Tangannya mengepal, nafsunya yang sudah di ubun-ubun tidak bisa dihentikan begitu saja, butuh pelampiasan. Pria tersebut menerobos kerumunan uang yang sedang berjalan, menghampiri Imelda yang menuju meja bartender untuk kembali memesan minuman.
Dengan kuat pria tersebut mengcengkram tangan Imelda dan menariknya hingga tubuh mereka saling bertabrakan.
__ADS_1
"Gue ga suka penolakan cantik, malam ini Lo harus menemani gue. Gue akan membuat lo senang malam ini," ucap Pria tersebut.
Imelda yang memang dari awal tidak berminat berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari pria tersebut. Banyak orang yang ada di club tersebut tetapi tak ada satupun yang membentu Imelda, mereka sibuk mendengarkan dan menikmati alunan musik yang begitu keras.
Plakkk
Pria tersebut terpaksa menampar Imelda agar dia menuruti kemauannya. Tapi Imelda bukan wanita lemah, dia terus meronta berusaha melepasnya diri dari pria breng-sek.
"Lepaskan gue an-j*ng!!!!" umpat Imelda.
"Lo cantik tapi sayang mulut lo berbisa. Tapi gue suka sama cewek kayak lo. Biasanya cewek kayak lo agresif diatas ranjang," ucap pria tersebut.
"Ciihh jangan harap!!!!! Gue ga sudi!!!"
Karena kalah tenaga, pria tersebut menyeret Imelda hingga ke lorong yang sepi dan mulai memberikan sentuhan pertama.
Dengan kasar tangan pria tersebut meraba setiap inci tubuh Imelda yang begitu seksi. Kulitnya mulus, wangi dan bagian bokong dan dadanya begitu montok.
"Ahhhhhhh"
"Bajing-an lo!! Lepaskan breng-sek!!! Aaahhhh," teriak Imelda diiringi suara desah-an.
"Hahahahah. Dasar lo munafik, pura -pura menolah tapi menikmati juga. Sabar sayang ini masih pemasanan. Sebentar lagi akan gue buat Lo merem melek dan mendesah hingga pagi menjelang."
Sial. Permainan pria tersebut sungguh pro hingga tubuh Imelda sulit untuk menolak.
Buuughh
Seseorang menonjok pria tersebut dengan sangat kuat hingga tersungkur. Rasa anyir menyebar dalam mulut karena unjung bibirnya sobek.
"Breng-sek beraninya lo melecehkan pacar gue hah!!!" teriak Eddy marah.
Ya orang itu adalah Eddy, begitu mendapatkan informasi jika Imelda pergi kesebuah club dia bergegas mencarinya.
__ADS_1
"Woi sabar bro, ga usah ngaku-ngaku deh pacar cewek ini!!! Woi apa bener ini cowok lo?" tanya Pria tersebut sambil meringis, bibirnya yang sobek sakit juga
Imelda yang sudah dalam keadaan setengah sadar tak begitu jelas melihat sosok Eddy. Tapi dalam penglihatannya Imelda melihat sosok yang sangat dia rindukan. Siapa lagi kalau bukan Galaksi.
"Ayang Gala, kamu akhirnya datang juga ya. Kamu pasti khawatir khan sama aku. Uuuhhh kamu kemana aja," ucap Imelda dengan manja.
Sakit hati dan perasaan Eddy saat Imelda justru menyangka dirinya adalah Galaksi. Tapi Eddy tak bisa menyalahkan Imelda karena kondisinya sedang mabuk
"Lo dengar sendiri kan, udah sana pergi atau pengen gue hajar lagi hah!!!!" Hardik Eddy tanpa rasa takut.
Pria tersebut akhirnya memilih untuk pergi daripada harus kembali merasakan bogem mentah dari tangan Eddy.
"Gala sayang, aku cinta banget sama kamu!!! Jangan tinggalkan aku ya??" racau Imelda.
Melihat kondisi Imelda yang sudah kepayahan akhirnya Eddy memutuskan untuk membawa keluar Imelda dari tempat tersebut.
Eddy membawa Imelda masuk kedalam mobilnya hendak mengantarkannya ke hotel tempatnya menginap. Eddy tahu dimana Imelda menginap karena pernah mengantarnya pulang setelah selesai berbelanja di mall.
Didalam mobil Imelda tak bisa diam terus gelendotan ke tubuh Eddy. Eddy berusaha tetap konsentrasi menyetir agar tidak menabrak. Tapi setiap sentuhan yang Imelda memberikan membangkitkan hasratnya. Apalagi sudah satu bulan Eddy tidak bermain karena kesibukannya di kantor. Bagaimanapun juga Eddy adalah pria normal.
Sesampainya di lobby hotel Eddy membawa Imelda kedalam kamarnya dan membaringkannya diatas tempat tidurnya. Namun saat Eddy hendak meninggalkan kamar tersebut, Imelda bangun dan langsung memeluk Eddy dari belakang.
"Sayang mau pergi kamana, kita habiskan malam ini bersama. Akan aku buat kamu tidak akan melupakan malam ini sayang," desah Imelda.
Sebagian pakaiannya sudah dilucutinya dan hanya memakai pakaian dalam saja. Eddy meremang, berusaha menahan hasrat dan gejolak yang sudah membara. Apalagi dengan lancang tangan Imelda mulai menyentuh setiap bagian tubuh sensitif dari Eddy.
Imelda mulai mendorong tubuh Eddy ke atas ranjang dan mulai melepas satu persatu kancing baju milik Eddy.
"Imel gue Eddy bukan Gala," ucap Eddy
"Ssssttttt jangan berisik sayang. Kamu nikmati saja aku yang memimpin," goda Imelda sambil bermain di area sensitifnya.
Eddy yang sudah kepalang berhasrat, akhirnya mengikuti permainan Imelda.
__ADS_1
" Gue harap besok pagi ketika lo membuka mata dan sepenuhnya sadar tidak akan menyesali apa yang kamu lakukan malam ini sayang!"