
"Maaf Pak Gala, kami sudah tau jika yang berada di samping anda adalah istri anda Nyonya Gala. Tetapi yang kami ingin pastikan dan klarifikasinya adalah ada hubungan apa anda dengan ibu Rumi supervisor bagian pemasaran?" tanya tanya salah seorang karyawan.
Galaksi sudah menduga hal tersebut sehingga dia sengaja mendadani Rumi seperti saat mereka menikah.
Prok
Prok
Prok
Seseorang mendekati Rumi yang sedang duduk di kursi roda sambil membawa pembersih make up. Kemudian dia mulai membersihkan make up yang ada pada wajah Rumi sehingga mulai nampak rupa aslinya.
Semua mata terbelalak melihat kenyataan didepan mereka. Selama ini yang bekerja dengan mereka semua adalah Rumi sang Nyonya Galaksi. Tak ada satupun yang tahu kebenaran ini kecuali Eddy, Lukas dan Dea sahabatnya Rumi.
"Rumi istri saya dan Rumi yang kalian kenal sebagai supervisor bagian pemasaran adalah satu orang. Tak ada maksud lain mengapa identitas sebenarnya disembunyikan tak lain adalah untuk bekerja seprofesional mungkin. Rumi mencapai posisinya sekarang berkat kerja keras dan usahanya sendiri tanpa ada campur tangan sama sekali. Jika diantara kalian tidak percaya kalian bisa tanyakan sendiri pada dewan direksi atau manager langsung yang menilai kinerja Rumi selama ini. Atau bisa kalian cek dan tanyakan kepada rekan kerja atau bahwasannya bagaimana Rumi bekerja," ungkap Galaksi.
"Saya cukup kecewa dengan beberapa karyawan yang menyebar gosip palsu dan fitnah yang cukup kejam. Tidak ada yang namanya kontrak pernikahan diantara kami berdua. Saya sendiri yang mengajak Rumi menikah dan bukan karena adanya godaan dari pihak Rumi. Setelah klarifikasi ini saya ungkapkan mohon tidak ada lagi pembicaraan dan fitnah untuk Rumi atau saya akan bertindak tegas. Saya kira penjelasan dan klarifikasi tentang siapa istri saya sudah cukup jelas," ucap Galaksi dengan sorot mata yang tajam.
Tentu saja berita tersebut membuat pro dan kontra diantara para karyawan perusahaan Galaksi bekerja. Terlihat beberapa karyawan wanita kecewa dengan kenyataan tersebut ada juga yang ikut bahagia mendengar hal tersebut terutama rekan kerja Rumi ketika di bagian kebersihan.
"Ini mimpi bukan sih?? Kejadian bisa mirip cerita di novel online yang binik gue baca tau ga. Rumi si office girl menjadi istri pak Galaksi sang presiden direktur, gue kira hanya ada di dalam kisah cinta pernovelan. Gue turut bahagia Rumi bisa menikah dengan Pak boss apalagi saat ini dia lagi hamil," ungkap Pak Heru,
"Awalnya gue kira Bu Rumi ada hubungan dengan Pak Eddy Karena Mereka terlihat sangat dekat. Apalagi waktu kejadian bu Rumi pingsan kan pak Eddy yang nolongin. Ga nyangka dia adalah istri bos besar," ucap Yunita, karyawan bagian kebersihan yang baru.
"Dea kok lo ga kaget sih? Jangan -jangan lo udah tau??" tuduh pak Heru
"Heeemmm gue udah tau lama, hehehe. Maaf demi menjaga privasi gue harus tutup mulut," kekeh Dea.
"Waahh dasar penghianat lo ya!?? Oke fix kita musuhan aja. Gue kira kita bersahabat ternyata lo ada main dibelakang kita!!?" Ucap Pak Heru pura -pura marah.
"Hehehehe sensi amat pak Heru. Pak Gala ngancem gue kalo sampai hal itu tersebar. Yang penting semuanya kan udah tau dan jelas. Jadi tak ada dusta diantara kita," jawab Dea dengan santai.
Pak Heru dan Yuni manggut-manggut saja mendengar perkataan Dea. Mereka juga sebenarnya mendukung hubungan Rumi dan Galaksi.
"Ohh iya Dea, emang bener ya diantara bu Rumi dan pak Gala ga ada kontrak-kontrak begitu ya? Mereka beneran nikah aja gitu??" Yuni penasaran.
"Ga ada Yun, yang gue liat pak Galaksi sangat sayang sama bu Rumi. Dibalik sikapnya yang tegas dan dingin tapi jika sudah bersama Rumi pak Galaksi berubah menjadi pria yang hangat," ucap Dea sambil melihat kearah depan, menyaksikan bagaimana Galaksi menjaga Rumi.
__ADS_1
"Gue nyesel pernah benci dengan Bu Rumi karena hasutan nenek sihir itu. Padahal Bu Rumi pernah bantu gue," sesal Yuni
"Ya udah yang penting sekarang kita udah tahu kebenarannya seperti apa dan sebaiknya kita lebih waspada yang berhati-hati dalam bertindak. Walaupun bu Rumi baik dengan kita semua tapi ingat posisi beliau sekarang adalah istri pak Galaksi, kita harus bisa menjaga sikap," nasihat pak Heru.
.
.
Setelah selesai acara tersebut galaksi segera membawa Rumi ke ruang kerjanya agar bisa beristirahat. Rumi tidak ingin pulang ke rumah karena beralasan sudah tanggung berada di perusahaan.
"Hubby, setelah ini aku masih boleh bekerja kan?" tanya Rumi.
Galaksi yang sedang mengerjakan beberapa dokumen menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Rumi yang tengah duduk di sofa.
"Boleh sayanh, yang penting kamu bisa jaga kondisi dan jangan terlalu cape. Karena saat ini di sini ada calon anaknya yang harus di jaga. Nanti akan ada assisten yang akan membantu pekerjaanmu supaya lebih ringan. Dan untuk kunjungan ke lapangan akan diserahkan kepada assisten mu itu," jawab Galaksi sambil mengusap perut Rumi yang sedikit membuncit.
"Hah assisten??? Tapi untuk posisi ku yang sekarang kan belum bisa mengambil asisten," ucap Rumi sedikit terkejut.
"Bisa sayang, ini perusahaan aku jadi apapun bisa di lakukan termasuk menambah seorang asisten. Lagi pula masalah gajinya tidak akan menggunakan keuangan perusahaan, aku akan menggunakan dana pribadi. Kalo kamu mau aku berniat untuk mengangkat Dea sebagai assisten mu, aku rasa dia cukup cekatan sebagai pekerja. Jika nanti usia kandunganmu sudah besar, kamu juga ga bisa bekerja seperti biasa. Tentu membutuhkan seseorang yang bisa menggantikan posisimu Bunny," jelas Galaksi.
"Aku rasa bukan ide yang buruk. Terima kasih Hubby," ucap Rumi senang.
"Yang lain apanya, ighhh!!!"
"Ini sayang," ucap Galaksi sambil menunjuk ke arah pipinya.
Cup
"Love You my boss!!"
*
*
Dea yang sudah beberapa hari ini menghandle pekerjaan Rumi mulai nampak kewalahan apalagi ada beberapa dokumen yang belum dia mengerti. Terpaksa di tinggak karena takut salah mengerjakan dan rencana akan ditanyakan begitu Rumi kembali masuk bekerja.
"Nih diminum dulu, jangan bekerja terlalu keras nanti sakit!! ucap seseorang sambil memberikan minuman boba.
__ADS_1
Dea yang sedang serius menyangka kepalanya untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengannya.
"Ka-kak Lucas, kok kesini???" tanya Dea dengan sedikit gugup.
Tak lupa dia juga mengambil minuman yang diberikan oleh Lucad dan meminumnya.
"Cariin kamu," ucap Lucad dengan polosnya.
Deg
Deg
Deg
Dea sedikit terkejut mendengar ucapan Lucas. Apalagi mereka berada dalam jarak yang dekat, aroma parfumnya tercium oleh Dea. Dea berusaha menormalkan detak jantung yang mulai bertingkah.
"Ca-cariin aku kak? Memangnya ada apa kakak cariin aku?" tanya Dea
"Ehh bukan aku yang cari kamu, maaf bikin kamu salah paham. Maksudnya Bu Rumi yang cariin kamu. Katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan," ungkap Lucas.
Dea sedikit kecewa tetapi berusaha agar tak terlihat oleh Lucas.
"Memangnya Rumi belum pulang?"
"Belum, bu Rumi masih ada di ruangan kerja pak Galaksi. Ayo sekarang kita kesana sudah di tunggu, sekalian makan siang bersama," ajak Lucas.
"Oh okey baiklah. Sebentar aku rapikan dulu meja kerjaku ya agar tidak terlihat berantakan,"
"Sini aku bantu biar cepat,"
" Eh.. eh jang-"
Huph
Kedua tangan mereka tak sengaja bersentuhan, menimbulkan getaran listrik yang terasa hingga aliran darah. Buru-buru Dea menarik telapak tangannya berusaha menghindari kontak fisik lebih lama.
"Ahh maaf ga sengaja, biar aku yang bereskan," ucap Lucas
__ADS_1
Dea hanya menganggukkan kepalanya dan masih menormalkan debaran jantungnya.
"Ahh lama-lama gue bisa mati muda!!!"