Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rumi Menghilang


__ADS_3

Galaksi sudah hampir putus asa, Imelda terus saja merongrong dirinya untuk menemani makan siang. Atau lebih tepatnya makan sore karena waktu menunjukkan pukul 4 sore. Imelda terus mendesak Galaksi untuk menemaninya makan padahal pekerjaannya masih banyak. Dari pada kepalanya pengang mendengar ocehan Imelda terpaksa dia menuruti keinginannya.


"Gala, dimakan dong masa gue makaj sendiri?" Keluh Imelda melihat Galaksi hanya minum jus.


"Lah yang mau makan siapa? Kan lo yang laper gue enggak, ya sekarang lo makan aja sendiri," jawab Galaksi ketus.


"Igghhh galak banget sih cocok banget kayak nama depan kamu galak-si. Temenin makan aja nggak mau," Imelda merajuk.


"Ini juga udah ditemenin, lo masih aja cerewet," kesal Galaksi, ingin rasanys kabur dari tempat itu saat ini juga.


"Seenggaknya makan sedikit ga papa kali," ucap Imelda


"Istri gue selalu masak di rumah, kalo gue makan sekarang yang ada malam ga makan lagi. Gue ga mau istri gue sia-sia masaknya," jawab Galaksi.


Imelda kesal karena selalu saja dia membicarakan istrinya. Mengajak Galaksi ke sini juga bukan perkara mudah, harus merengek seperti anak kecil terlebih dahulu. Tapi Imelda tidak menyesal, yang penting bisa menghabiskan waktu berdua dengan Galaksi.


"Eddy mana sih, lama banget lagi!!! Bikin gue kesel aja," gerutu Galaksi dalam hati.


Galaksi sengaja memberitahu Eddy untuk menyusulnya agar ada yang menemani dan ada saksi jika ada salah paham diantara mereka.


"Boss maaf telat, tadi jalanan macet," ucap Eddy sambil terengah-engah.


"Looh kok ada Junaedi sih!" seru Imelda sedikit kesal


"Gue yang ajak, gue ga mau ada yang salah paham terutama istri gue!" jawab Galaksi tegas


"Ini makan Ed, sayang kalo ga di makan. Tenang gue yang bayar," ajak Galaksi.


Dengan senang hati Eddy langsung duduk di samping Imelda membuatnya memberengut kesal. Rencananya untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan Eddy ternyata gagal.


"Lo udah kasih kabar sama bini lo boss?" tanya Eddy


"Ahhhh ya ampun gue lupa, sebentar"


Galaksi mengambil handphone-nya yang ada di saku celananya. Ternyata setelah dicek handphonenya mati sepertinya karena habis baterai.


"Ed, pinjam handphone lo boleh ga handphone gue mati nih kayaknya habis baterai sih," ucap Galaksi


"Eh sorry bos gue nggak bawa handphone. Habisnya gue buru-buru ke sini jadi lupa deh bawa handphone yang ada di atas meja," jawab Eddy sedikit menyesal.


"Heh, untung gue matiin handphonenya. Habis ini gue harap bakal ada perang besar," gumam Imelda dalam hati.


"Ya udah deh habis ini gue langsung balik ke kantor, kasian bini gue kalo balik sendirian, " ucap Galaksi


"Ga akan gue biarkan itu terjadi!!!"

__ADS_1


*


*


Hingga sore hari Galaksi belum kembali ke kantornya karena Imelda merengek untuk ditemani berbelanja baju. Dia beralasan jika kembali ke Indonesia tidak membawa banyak baju.


Terpaksa Galaksi kembali menuruti keinginan Imelda padahal dia sudah sangat jenuh dan ingin segera kembali ke kantor. Jika bukan karena Eddi yang meminta untuk menemani Imelda pasti Galaksi lebih memilih kembali ke kantor.


Saat sedang berkeliling toko baju, Galaksi melihat sebuah setelan gaun malam yang bagus. Jangan bayangkan sebuah Lingerie ya, yang ada di pajangan adalah setelah gaun tidur lengkap dengan celananya. Galaksi suka dengan warnanya, apalagi modelnya juga cantik tidak terbuka.


Namun saat hendak membayarnya di kasir, baju tidur tersebut di ambil oleh Imelda.


"Woi, itu istri gue!!!" hardik Galaksi kesal.


"Pilih lagi yang lain napa sih, kan masih banyak modelnya. Lagian kayaknya gue suka sama baju tidur ini," ucap Imelda tanpa rasa bersalah.


"Lo.....!!!" Tunjuk Galaksi dengan jarinya.


Akhirnya Galaksi memilih untuk mengalah daripada membuat keributan di tempat umum. Galaksi mulai mencari sesuatu untuk diberikan kepada istrinya. Matanya melihat sesuatu yang sangan elegan dan cantik, sebuah setelan kerja lengkap dengan blazernya. Berwarna biru dongker akan terlihat sangat cocok jika di kenakan oleh Rumi. Galaksi pun mengambil setelan kerja tersebut dan membayarnya.


Imelda terus saja mengajak Galaksi berkeliling tanpa tujuan hingga lupa waktu. Galaksi sudah mulai lelah dan ingin segera pulang, Eddy pun entah menghilang kemana. Padahal sebelumnya dia izin ke toilet, nyatanya hampir satu jam Eddy belum kembali.


Mata Galaksi membola ketika melihat langit yang sudah berubah menjadi gelap. Berada dalam mall membuat galaksi tidak sadar jika waktu sudah menjelang malam. Galaxy melihat waktu yang tampil di jam tangannya menunjukkan pukul 07.00 malam artinya dia sudah telat selama 2 jam untuk menjemput istrinya.


"Mel, sorry gue harus balik. Istri gue sudah pulang," ucap Galaksi.


"Lebih baik gua ninggalin lo sendiri daripada gue ninggalin istri gue di rumah sendirian. Lo juga udah gede bisa pulang pakai taksi," jawab Galaksi dengan resah.


"Istri lo juga udah gede. Nggak papa kali Kalau ditinggal di rumah sendirian nggak ada yang nyulik juga kan," ucap Imelda seenak jidat.


"Ga bisa, pokoknya gue hatus pulang sekarang juga," ucap Galaksi sambil meninggalkan Imelda.


Namun Imelda menarik lengan Galaksi dan mencegahnya untuk pergi


"Lo tega Galaksi meninggalkan gue seorang diri. Apalagi kita baru bertemu setelah lima tahun terpisah. Apa lo ga kangen sama gue?" ucap Imelda dengan sendu.


"Nggak ada yang pernah nyuruh lo untuk kembali, bahkan mau pergi juga semau lo kan! Sekarang lepaskan tangan gue karena gue harus pulang!!" tegas Galaksi, tangannya di hempaskan dengan kasar hingga pegangan Imelda terlepas.


"Gue minta maaf kalo gue pernah pergi tanpa kabar. Tapi itu semua buat lo, gue ingin memantaskan diri buat lo. Gue juga tau lo cinta sama gue, gue juga cinta sama lo Gala," ucap Imelda


"Tunggu deh sepertinya lo salah paham. Gue nggak pernah cinta sama lo, bahkan lo tahu sendiri Gue nggak pernah jatuh cinta dengan siapapun. Bukan gue yang cinta sama lo, " ungkap Galaksi.


"Ga!! Lo bohong kan Gala. Lu sengaja berkata kayak gitu karena lo sakit hati setelah gue tinggalin. Tapi gue tahu lo sebenarnya masih cinta sama gue," ucap Imelda percaya diri.


Galaksi menggelengkan kepalanya, entah harus dengan cara apa menjelaskan semuanya kepada Imelda. Galaksi juga tidak ingin Imelda terus-menerus salah paham karena memang sebenarnya galaksi tidak pernah cinta dengan Imelda.

__ADS_1


"Dengar baik-baik ya Imel. Gue sudah menikah dan punya istri. Dan gue cuma cinta sama Rumi, istri gue. Gue ga pernah cinta sama lo!!!" Ucap Galaksi dengan spontan.


Deg


Imelda mematung mendengar jika Galaksi mencintai wanita lain. Jantungnya terasa sangat sakit seperti di hujam oleh sebuah pedang tajam. Tak terasa air matanya mulai mengalir merasakan sakit hati yang teramat.


Galaksi ikut mematung, mencerna ucapannya sendiri.


"Gue mencintai Rumi?" gumam Galaksi dalam hati.


Dia meyakinkan diri untuk ucapannya tersebut. Terucap begitu saja tanpa pernah dipikirkan atau direncanakan terlebih dahulu. Lancar terucap dari bibirnya seperti sesuatu yang memang muncul dalam dirinya.


"Benarkah gue mencintai Rumi?" tanyanya pada diri sendiri.


"Gue ga akan ngebiarin lo direbut wanita lain Gala. Lo hanya boleh mencintai gue ga boleh mencintai wanita lain. Gue akan merebut Lo kembali Galaksi!!!!" teriak Imelda dengan sejuta kekecewaan.


"Lo dari dulu emang nggak pernah berubah ya Mel, selalu egois. Bahkan Lo nggak pernah melihat siapa orang yang selalu memperhatikan dan peduli dengan lo. Lo hanya peduli dengan diri lo sendiri tanpa pernah memperdulikan perasaan orang lain," ucap Galaksi dengan datar.


"Ga.... Ga... Lo pasti sengaja ngomong kayak gitu untuk balas dendam sama gue ya!! Ga papa gue terima, yang penting gue tau lo cinta sama gue," ucap Imelda begitu percaya diri.


"Heuh!! Ternyata sudah ngomong sama lo Mel. Sorry gue harus pergi"


Galaksi pergi meninggalkan Imelda dan menghempas tangannya saat Imelda hendak menariknya hingga Imelda terjatuh. Galaksi tak peduli dengan Imelda dan segera pulang ke apartemennya. Sedangkan Imelda terus berteriak tanpa peduli orang-orang disekitarnya memperhatikan. Hingga Eddy akhirnya datang dan membawa Imelda pergi.


*


*


Galaksi berlari ke apartemennya saat menyadari dia pulang dengan sangat terlambat. Dan bodohnya dia lupa memberikan kabar kepada Rumi. Namun setelah membuka pintu, ruangan apartemen masih gelap. Galaksi tetap berpikiran positif dan mencari Rumi kan setiap ruangan yang ada. Akhirnya galaxy menyadari jika Rumi belum pulang sampai sekarang.


Galaksi mengambil handphone-nya dan men-charge nya. Galaksi merasakan keanehan pada handphone nya pasalnya ketika di charge ternyata dayanya masih 70%.


"Apa Imelda sengaja mematikan handphone gue?" Gumam Galaksi.


"Sial!!!!"


Galaksi menyadari jika handphonenya sengaja dimatikan oleh Imelda. Lantas dia buru-buru mencari nomor Rumi untuk menghubunginya. Setelah dicoba berulang kali ternyata Tak ada satupun panggilannya yang terhubung. Galaksi mulai cemas dengan kondisi Rumi saat ini.


"Rum, kamu kemana?" ucap Galaksi dengan sendu.


Galaksi segera menghubungi Lucas untuk menanyakan keberadaan Rumi bisa saja dia masih berada di kantor. Dari Lucas dia mendapatkan informasi jika Rumi sudah pergi dari kantor sejak jam 6 sore. Saat itu Lucas hendak menyusul Rumi dan mengajaknya pulang bersama namun ternyata keberadaan Rumi sudah menghilang.


Galaksi dibuat semakin khawatir dengan kondisi Rumi apalagi ini sudah terlalu malam. Galaksi menyambar kunci mobilnya dan hendak mencari Rumi di luar sana, apalagi kondisi di luar yang hujan deras membuat Galaksi cemas bercampur khawatir.


Setelah berkeliling ke berbagai tempat yang biasa dikunjungi oleh Rumi, Galaksi belum menemukan sosok Rumi. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan jalanan sudah hampir sepi, Galaksi hampir menyerah. Galaksi juga sudah menghubungi perawat nenek Rumi jika saja Rumi pulang kerumah neneknya. Namun nihil Rumi tak ada datang kesana.

__ADS_1


Galaksi merasakan kehampaan dalam hatinya padahal Rumi berusaha menghilang beberapa jam. Terasa ada yang kosong dalam jiwanya, saat Rumi tak ada. Tanpa sadar Galaksi mulai merindukan Rumi.


"Rum, kamu dimana?"


__ADS_2