Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Kabar baik


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah pemeriksaan selesai, pasangan yang sedang berbahagia itu langsung berpamitan untuk pulang. Tujuan mereka tentu kerumah utama karna disana semua keluarga sedang berkumpul


Entah ada berapa pesan dan panggilan tak terjawab di ponsel mereka dari Kahyangan maupun Biru untuk bertanya kenapa dan dimana kini berada.


"Kita kasih kejutan buat mereka semua, Amma pasti seneng kalau mau punya cicit lagi dan aku harap ini akan buat kesehatan Amma jauh lebih baik, Ra" ucap Gala dengan binaran mata yang bersinar bahagia.


"Ya, Ara juga harap begitu. Ara mau telepon Ibu dulu ya" izinnya pada sang suami yang tentu langsung di iyakan. Wanita baya yang kini tinggal di kampung itu wajib tahu kabar baik yang sedang di rasakan putri tunggalnya itu.


"Assalamu'alaikum, Ibu" sapa Ara saat panggilan teleponnya tersambung.


"Waalaikum salam"


"Ibu, apa kabar, Lagi apa?" tanya Ara lirih, ia sering kali menangis jika sedang berbicara dengan wanita hebatnya itu.


"Ibu baru sampai rumah, ada apa, Ra. Biasanya pagi atau malam telepon ibu"


"Ara punya kabar baik buat ibu, Ara harap ini senang mendengarnya" kata Ara dengan menggigit bibir bawahnya.


"Kabar apa? kamu pasti sudah jauh lebih sehat, kan?"


"Bukan, Bu" sahut Ara yang matanya sudah berkaca kaca.


.

__ADS_1


.


Huaaaa... Ara HAMIL bu....


.


.


.


Ara yang masih terisak di dalam mobil terus di tenangkan oleh Gala, keduanya belum turun meski sudah sampai di garasi rumah utama.


"Ayo, turun dulu. Kita bicara baik baik sama keluarga ku. Kamu jangan nangis terus. Akhir pekan ini kita pulang kampung ya" rayu Gala sambil menghapus air mata yang membanjiri wajah cantik Ara. Entah apa yang membuat gadis itu menangis Gala pun belum paham.


"Tapi... tapi Ara masih mau nangis"


"Ara lagi nangis bukan lagi makan!"


"Iya, deh iya. Terserah kamu. Huft, untung cinta!" tukas Gala mencoba untuk terus sabar.


Lima belas menit berlalu, akhirnya Ara sudah bisa mengusai emosinya sendiri. Ia atur napasnya berkali-kali sebelum masuk kerumah utama.


.


.

__ADS_1


Dengan tangan saling menggenggam, kini pasangan suami istri itu sudah berada di dalam kamar Tuan dan Nyonya besar Rahardian. Kesehatan Melisa yang belum stabil tak memungkinkan untuk wanita baya nan cantik itu bisa ikut berkumpul di ruang keluarga seperti biasa.


Semua sudah berkumpul, kecuali Bumi yang sedang keluar kira-kira hampir satu jam lalu.


"Kalian dari mana? bukannya Ara sedang sakit?" tanya Reza dari atas ranjang.


"Kami dari rumah sakit, Appa" sahut Gala dengan senyum yang terukir di sudut bibirnya.


"Apa Ara sakit lagi? lalu kata dokter apa? Ara sakit apa?" Khayangan terus memberondong banyak pertanyaan untuk sang menantu yang hanya menggelengkan kepalanya.


Gala melepas genggaman tangannya, ia mendekat kearah Khayangan yang berdiri di samping istri tercintanya itu.


"Ada apa, La. Jangan bikin Umi panik atau khawatir. Umi gak suka bercanda kaya gini" tegas Khayangan yang selalu merasa takut jika menyangkut dengan kesehatan.


"Umi yang tenang ya, Ara gak apa-apa, Ara sehat dan cucu Umi juga sehat" kata Gala sambil menangkup wajah Khayangan.


"Cucu siapa?" tanya Bumi yang tiba-tiba datang.


"Cucu kalian berdua, Ara sedang hamil keturunan Rahardian" jelas Gala lagi.


Semua orang yang mendengar berita baik itu tercengang tak percaya namun langsung berucap syukur setelahnya.


.


.

__ADS_1


.


Hahahaha, Kak Bu jadi ENGKONG 🤣🤣🤣


__ADS_2