Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Enak


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Sayang, udah selesai belum?" tanya Gala yang kembali masuk kedalam kamar hotel.


"Liat nih perut Ara tambah besar" keluh nya saat membalikkan badan.


Gala tertawa kecil, Ara memang terlihat semakin lucu dengan perut yang tak lagi buncit malah cenderung membesar dari hari ke hari, ia sudah mulai mudah lelah dan sering merengek karna begah sesudah makan sesuatu meski porsinya sedikit tapi beberapa menit kemudian calon ibu muda itu malah meminta makanan yang lainnya.


"Cuma sebentar kok, ayo"


Ara menerima uluran tangan suaminya. Ia nampak cantik dengan gaun putih yang cukup tertutup meski tak memakai hijab. Khayangan tak pernah menyinggung masalah tersebut meski ia tahu itu sebuah kewajiban.


.


.


Di pelaminan yang begitu luas dan mewah, Gala dan Ara akan menjadi ratu sehari. Bukan hanya rekan bisnis dan para pengusaha juga pejabat yang datang tapi teman-teman sekolah Ara pun turut jadi tamu undangan. Sudah bisa di pastikan seramai apa gedung hotel tersebut kini.


"Araaa.. kangen" teriak Merlin, sahabat Ara selama tiga tahun di bangku sekolah menengah atas.


Keduanya berpelukan erat karna sudah berbulan bulan mereka tak bertemu. Cium pipi kanan kiri pun tak luput dua wanita itu lakukan.


"Ini perut, Ra?" tanya Merlin.

__ADS_1


"Iyalah, masa gentong" sahut Ara dengan sedikit mencibir.


"Haha, Gue kira gerobak baso lo masukin" kekeh Merlin yang kini jauh terlihat lebih dewasa.


Tawa mereka pun pecah, Ara langsung menarik Merlin ke sofa untuk bertukar cerita sedangkan Gala memilih menghampiri beberapa temannya.


Ucapan selamat dan doa terus Gala dan Ara Terima, mereka mengAamiinkan dengan perasaan bahagia. Ara juga membiarkan siapapun mengelus perut besarnya termasuk teman-temannya kecuali pria.


.


.


Hari berbahagia untuk pasangan itupun berakhir saat makan malam bersama. Ara langsung kembali ke kamar hotel bahkan tanpa alas kaki.


"Sini aku bantu buka gaunnya dulu" kata Gala sambil membalikkan tubuh istrinya.


Gala perlahan membuka resleting belakang gaun yang membalut tubuh Ara. Wanita itu berkali-kali menghembuskan napas kasar karna mulai tak nyaman padahal bahan yang di kenakan adalah jenis terbaik dari perancangan busana terkenal.


"Huft, akhirnya! Anak kamu tuh salto terus dalem perut Ara. Udah kaya lari maraton sepuluh kilo terus balik lagi" oceh nya bagai rentetan bunyi petasan.


Gala hanya tersenyum kecil sambil mendengarkan, tak ada gunanya menimpali karna Ara biasanya akan marah. Karna dalam masalah kehamilannya Gala adalah tersangka utama.


"Ya udah, mandi yuk"

__ADS_1


"Bareng?" tanya Ara.


"Iya, sambil aku pijit punggungnya" tawar Gala yang langsung di iyakan oleh sang istri.


Sama seperti Ibu hamil lainnya, Ara merasakan keluhan yang umum terjadi. Mulai dari mual saat bangun pagi, ingin ini dan itu, menangis tiba-tiba, marah tanpa alasan jelas dan pastinya juga sering membuat suaminya kesal.


"Pijit belakang aja, Ok"


"Sekalian yang depan juga aku gak apa-apa" kekeh Gala dengan menaik turunkan alisnya.


Gala menarik tangan Ara untuk masuk kedalam kamar mandi, dalam keadaan polos tanpa apa pun mereka kini berdiri di bawah guyuran air shower yang hangat.


"Balikan tubuhmu, Sayang" bisik Gala.


Tangan pria itu sudah mulai merayap ke punggung namun bebeberapa menit kemudian justru beralih kedepan menuju si MohMoy yang padat berisi.


Suara des ahan pun lolos begitu saja.


.


.


Eh... kok makin enak?

__ADS_1


__ADS_2