![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Apalagi Ala.. udah merasakan enaknya terperosok terjun nyungsep dan terkapar di lembahnya Ara." jawabnya dengan wajah merah mirip buah strawberry kesukaan sang Tutut Jajah.
Eeeeaaaaaaa...
Semuanya bertepuk tangan, bahkan Air dan Langit memeluk Gala yang duduk di antara mereka berdua. Bumi pun tertawa kecil, anak sulungnya itu ternyata benar-benar sudah menjadi pria sejati sejak semalam.
"Sampe nyungsep gitu, sakit pinggang gak?" tanya Langit di sela gelak tawa, ia masih berbangga diri karna putranya masih aman untuk saat ini.
"Enggak, lutut doang nih rasanya mau copot" jawab Gala jujur dan polos.
Bumi sampai menggigit ujung bantal yang masih ia peluk karna saking gemasnya pada Gala.
"Hati hati, Ara belum sembuh total, La" ucap Reza mengingatkan. Tuan besar Rahardian itu memang tak lagi seheboh dulu ia hanya sekedar memberi nasihat karna Reza yakin anak cucunya sudah lebih paham darinya mengingat pergaulan zaman sekarang tak seperti dulu lagi yang menganggap hal seperti itu seolah TABU.
"Apaan, orang Ara malah minta lagi padahal Ala baru aja turun, Appa!" adu Gala yang membuat dua pria di sisinya itu tercengang termasuk Bumi, mertua sekaligus ayah angkat istri putranya.
"Kecil kecil cabe rawit, kak" kata Langit pada Air.
"Iya, malam kedua udah bisa gantian ini sih"
Adu argumen pun terus terjadi antara Air dan Langit, Gala yang duduk di tengah mereka pun akhirnya di buat pusing.
__ADS_1
"Kalian ngomongin Ara, ini tuh ada suaminya Woy!" protes Gala saat nama sang istri berkali-kali di sebut.
"Appa do'ain hasil kerja kerasmu semalam bisa membuahkan hasil, Appa ingin menimang cicit darimu, La" pinta Reza. Tangannya mengusap kepala Samudera yang nyatanya terlelap dalam pelukan sang Gajah.
"Aamiin, Pah. Semoga doa papah segera di kabulkan" ucap Bumi yang baru angkat bicara.
"Ala belum bahas masalah ini sama Ara, Kayanya se dikasihnya aja deh. Lagian masih mau berdua" sahut Gala.
"Emang masih kurang sembilan belas tahun berdua sama Ara?" cetus Bumi.
Gala tersenyum simpul, tak ada kata puas baginya jika sedang bersama sang pemilik hati. Waktu seakan cepat berlalu padahal sudah dua puluh empat jam keduanya saling memeluk.
"Berdua sambil terus bikin, La. Jangan lupa ganti gaya biar lututnya gak sakit" ledek Air.
"Gaya apa?"
"Cih, kamu itu sih. Kalo mau nanya gaya silahkan pada suhunya" ucap Langit lagi kearah Air yang sedang menaik turunkan alisnya.
"Jangan kebanyakan gaya, tar malah gak jadi" kekeh Reza saat di rasa obrolan mereka mulai semakin tak beres.
"Gaya itu penting, Pah. Biar gak monoton. Emangnya ayam gak bergaya" cetus Air sedikit protes.
"Gaya apa? Ala cuma tahu beberapa. Tapi kayanya ikutin insting aja deh" sahut Gala.
__ADS_1
"Ini juga suhunya malah tidur, orang lagi mau diskusi Gaya juga" Kekeh Reza sambil menciumi pucuk kepala si Tutut yang seakan semakin pulas dalam pelukannya.
"Capek banget dia baru keluar kamar dari pagi" balas Air.
"Wiiih, lomba dong" sambung Langit.
"Coba aja tanya, Pah. kali di jawab sama dede" kata Air sambil tertawa.
"De' kalo lagi bajak sawah, enakan pake gaya apa?" tanya Reza pada Samudera. Empat pria yang lainnya pun dengan cepat mendekat kearah Sam yang masih menutup matanya.
.
.
.
Jengking Jengkang
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Apaan lagi tuh 😳😳😳
__ADS_1
Liat dede bobo jadi pengen marende Oey 🤣🤣
.