Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Apartemen


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Yakin gak tahu?" goda Gala dengan berjalan mendekat kearah Ara yang mulai sedikit panik, yang ia ingat pepaya gantung suaminya tadi terlihat sudah imut tapi sepersekian detik kenapa justru seakan mengajaknya untuk berperang kembali.


"Haha, ampun Sayang" kata Ara saat sesatu yang tegak berdiri tepat di depan wajahnya.


"Lagi dong"


"Gak, Ara ngantuk" tolaknya sambil menggelengkan kepala. Padahal tak ia pungkuri jika si pepaya gantung terlihat sangant menggemaskan seakan ia gigit saat itu juga.


Gala yang terkekeh langsung menyalakan keran shower, keduanya membersihkan diri dengan air hangat sebelum nantinya bersiap mengarungi mimpi.


Pasangan suami istri itupun kini sudah bersembunyi di balik selimut dengan piyama couple berwarna merah.


.


.


.


Euuugh...


Ara menggeliat kecil, tubuhnya serasa sakit semua dengan bagian inti yang masih sedikit berdenyut jika ia melebarkan kakinya. Gadis itu terperanjat kaget saat sang suami tak ada di sisinya padahal yang ia ingat Gala memeluknya sebelum tidur.

__ADS_1


"Kemana baby koalanya Ara?" gumanya pelan dengan suara serak khas bangun tidur.


Tak perduli dengan kepalanya yang sedikit pusing, ARa turun dari rajang dan berjalan pelan menuju pintu. Ia yang penasaran dengan hilangnya Gala tentu akan mencoba mencari pria itu.


"Sayang"


Mendengar ada suara di balik punggungnya, Gala pun langsung membalikkan tubuhnya. Senyum langsung terukir di wajah tampannya ketika melihat siapa yang menyapanya barusan.


"Anak curut orang ganteng udah bangun, laper ya?" ucap Gala yang merentangkan kedua tangannya siapa menerima pelukan dari istri tercintanya.


"Iya, ih perut Ara jadi kriuk kriuk begini nyium wangi nasi goreng" kata Ara sambiil melirik dua piring di meja makan.


"Abis di gubrak gubrak jadinya kriuk kriuk ya sekarang" goda Gala seraya menciumi seluruh wajaha bangun tidur Ara yang menurut Gala jauh lebih cantik dan menggemaskan.


"Hari ini mau kemana?" tanya Gala karna hari ini adalah akhir pekan.


"Gak tahu, Ara jalannya sakit jadi mau dirumah aja"


"Disini atau pulang?" tanya Gala lagi karna jawaban Ara bagai ambigu baginya.


"Pulang, disini bahaya" sindir Ara yang langsung membuat Gala tertawa, Ara seakan tahu rencananya yang akan terus mengulang kejadian menyenangkan seperti semalam.


"Tapi nanti sore ya, sama aja pulang jam segini juga gak ada siapa-siapa dirumah"

__ADS_1


"Loh, pada kemana?" Ara bertanya dengan takut wajah penasaran, pasalnya sejak sampai ke apartemen ia belum membuka ponselnya sama sekali.


"Umi sama Abi lagi pergi, ada urusan katanya. Ola juga gak ada dari semalam nginep di rumah senja" jawab Gala yang lalu menegak minumnya yang sisa sedikit di dalam gelas.


Ara yang paham hanya mengangguk, tak ada pilihan lain sampai sore nanti.


"Kak Ala udah mandi ya? kok gak ajak Ara sih?" cetusnya kesal saat sadar jika Gala jauh lebih tampan dan rapih, pakaian yang pria itu kenakan pun tak lagi sama dengannya yaitu piyama couple.


"Ara kan masih tidur, jadi aku mandi duluan. Ara mau mandi? aku mandiin ya" tawar Ala yang merasa bersalah karna seringnya mereka mandi bersama selama setahun menikah.


"Enggak, mandinya nanti aja"


Gala mengacak rambut panjang Ara yang terurai sedikit berantakan, ia ciumi pucuk kepalanya karna rasa gemas dan sayang. Namun, bunyi notifikasi ponsel mengalihkan perhatian Gala.


.


.


@Rahardian


*Appa.


[ Gala, di tunggu laporannya nanti malam di rumah utama ]

__ADS_1


__ADS_2