![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cekreek..
"Holla, orang ganteng dateng!" teriakan Sean yang masuk begitu saja kedalam ruangan Gala membuat pasangan muda yang sedang saling menatap lekat itu pun tersentak kaget.
Ara yang hendak bangun tentu ditahan oleh Gala, sedangkan Sean masih terpaku di ambang pintu. Hatinya sakit melihat apa yang kini ada di hadapannya.
"Heh, pacar! ngapain?" tanya Sean dengan tangan melipat di dada, ia sembunyikan rasa marahnya dibalik kepura-puraan.
"Kak Sean, tolongin Ara"
"Diem!" tegas Gala masih menahan Ara agar tetap duduk diatas pangkuannya.
Sean berjalan mendekat meski terasa kedua kakinya bagai tak menapak. Ia Sungging kan senyum agar semua terlihat baik-baik saja. Pria itu mengulurkan tangan tapi dengan cepat di tepis oleh Gala.
"Tolong bersikap sopan ya sama pacar orang" sungut Sean pada sahabatnya, sedang Gala hanya mencibir. Tubuh Ara kini ada dalam pelukannya tak perduli gadis itu kini meronta ingin di lepaskan.
"Ada apa lo kesini?"
"Cih, gue kerumah lo, tapi kata Umi pacar gue disini, ya gue susulin lah" jawab Sean.
"Lo gak punya pacar sekarang"
Sean langsung mengernyitkan dahi, ia menoleh kearah Ara yang tersenyum kecil, dari binar matanya terlihat ada rasa serba salah.
__ADS_1
"Maksudnya apa?" tanya Sean masih santai seolah tak paham.
"Putusin, Ra" titah Gala pada Ara. Gadis itu langsung menggigit bibir bawahnya yang sedari tadi begitu menggoda di mata Gala.
"Kak Sean, udahan yuk pacarannya."
Deg..
Hati Sean kembali mencelos, ia tak menyangka Ara akan berkata seperti itu walau ia tahu sejak awal semua hanya main-main tapi kini justru Sean lah yang bermain perasaan.
"Gak mau!"
"Ih, kenapa? Ara mau udahan pacarannya."
"Gak!" cetus Sean lagi.
"Putusin!" sentak Gala.
"Cih, ogah! gue yang pacaran, lo yang ngatur" Sean melengos kearah lemari pendingin di sudut ruangan kerja sahabatnya.
Sean mengambil satu kaleng minuman bersoda, di teguknya sampai setengah sambil berjalan kearah sofa. Sean yang sudah duduk di ikuti pula oleh Ara dan Gala.
"Baru juga pacaran berapa hari masa putus, gak seru ah." ucap Sean masih menolak, ia memainkan minumannya agar tak fokus pada tangan Ara yang di genggam oleh Gala.
"Iih, Ara gak bisa pacaran lagi sama kak Sean, ponsel Ara gak ada" jelas Ara yang kembali membahas si benda pipih.
__ADS_1
"Kemana?"
"Gak tau nih, di umpetin sama kak Gala" cetusnya sambil melirik kesal kearah pria yang memasang raut wajah sedingin es.
"Ya udah, biarin aja. Yuk beli lagi" ajak Sean dengan senyum seringai nya.
Ara yang mendapat tawaran seperti itu, tentu langsung berjingkrak senang. Ia bangun dan meraih tangan Sean.
"Yuk, beli yang keluaran baru yaya tapinya"
"Siap pacar" jawab Sean sambil tertawa.
Gala yang mendengar dan melihat tingkah Ara pun kembali emosi, mana bisa gadis kesayangannya itu menerima tawaran Sean saat berada di sisinya.
"Balik duduk enggak?" titah Gala pada Ara yang yang sudah hampir keluar dari ruangannya.
"Ara mau beli ponsel baru, mumpung ada yang beliin, kak"
"Balik duduk, atau.... " ancam Gala sengaja menggantung ucapannya.
"Atau apa?" tanya Ara dan Sean berbarengan.
.
.
__ADS_1
.
Kita ke KUA...