Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Dilema Gala


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sebuah keputusan mendadak bagi Ara saat Gala pulang dari kantor jam dua siang. Ara yang berada di halaman belakang sedang memberi makan hias tentu di buat heran karna biasanya sang suami kembali menjelang makan malam.


"Aku mau keluar kota dia hari sama uncle Air. Aku tinggal gak apa apa ya" jelas Gala sambil meraih dan kemudian menciumi punggung tangan istrinya


"Kok dadakan, ada masalah penting?"


"Iya, Sayang. Kak Sam gak bisa kesana karna kerjaan di pusat gak bisa di tinggal. Dia juga ada beberapa rapat dan pertemuan penting yang gak bisa di cancel" lanjut Gala dengan suara pelan.


"Terus Ara?" tanya gadis itu bingung.


"Disini sama Umi, gak apa apa ya"


Ara menggelengkan kepalanya. Ia tak bisa bergantung semuanya pada Khayangan meski wanita itu pasti tidak keberatan. Karena bagi Ara, Gala adalah penyeimbangnya. Tempat ia meminta tolong dalam hal apapun itu.


"Aku ikut" Rengek Ara dalam dekapan Sang suami.

__ADS_1


"Akunya sibuk, yang ada aku akan tinggalin kamu terus di kamar hotel. Sama aja, Kan?" sahut Gala memberi pengertian.


"Tapi seenggaknya ada kamu, dari pada aku nunggu disini sendiri. Kalau aku ikut, kita masih bisa makan, mandi dan tidur bareng, Kak"


Gala menarik napas dalam-dalam dan ia buang secara perlahan. Memang benar, saran istrinya itu jauh lebih baik dari pada ia meminta Ara menunggu di ibu kota.


"Kalau kamu jenuh, gimana?" tanya Gala. Tentu ia tak akan gegabah mengambil keputusan.


"Tenang, aku gak akan ganggu kamu. Aku akan diem di kamar hotel" janji Ara sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


"Yang bener, nanti nangis" ledek Gala sambil terkekeh. Ara yang kembali menenggelamkan wajah cantiknya di dada sang baby koala hanya tersenyum kecil.


Cek lek.


Gala masuk setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh Bumi yang memang sedang berada di dalam. Kini dua pria tampan itu pun sudah duduk saling berhadapan.


"Gimana? udah izin sama istrimu?" tanya Bumi. langsung.

__ADS_1


"Udah, Bi. Ara malah minta ikut. Ala bingung"


"Kok bingung? kenapa?" Bumi sedikit mengernyit kan dahinya saat kembali bertanya.


"Bisa aja sih Ala bawa Ara, tapi kasihan kalau di tinggal di hotel sendiri sedangkan jadwal meeting dan pergi Langsung ke lapangan itu padat banget, Bi" jelas Gala sedikit mende sah.


"Ajak saja, kalau Ara tak betah dan ingin pulang dia bisa kembali lebih dulu. Jangan mempersulit apa yang bisa dipermudah. Ara sedang hamil, ia butuh kamu di dekatnya. Kalian bisa bersama meski hanya dari malam hingga pagi" ucap Bumi, ia malah memposisikan dirinya sebagai ayah dari Ara bukan sebagai mertua makanya Bumi sangat mendesak Gala untuk membawa Ara keluar kota.


"Aku hanya tak ingin Ia jenuh menungguku, Bi. Disini ada Umi, Ola, senja dan kak Biru. Mereka bisa menemani Ara kapanpun dan kemana pun jika Ara ingin keluar rumah. Pekerjaan ku akan terganggu karna pasti memikirkannya terus di kamar" ungkap Gala dengan perasaan serba salah


"Abi tahu, selama ini ia tak pernah merepotkan mu. Percaya lah, Ara akan jadi anak baik selama kamu sibuk"


"Terlebih...." Bumi menggantung perkataannya.


"Terlebih apa, Bi?" tanya Gala.


.

__ADS_1


.


Terlebih saat kamu mengizinkannya untuk berbelanja sesuka hati...


__ADS_2