Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Drama bandara


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek.


Gala masuk kedalam kamarnya setelah berdiskusi panjang lebar dengan Abinya. Kini ia pun memutuskan untuk membawa istrinya ikut keluar kota. Apapun yang terjadi, mereka harus bersama apalagi kini Ara sedang hamil dan sering uring-uringan saat malam hari.


"Kita pergi habis makan malam nanti" ucap Gala saat ia duduk di tepi ranjang.


"Kita? jadi Ara boleh ikut?" tanya si anak curut memastikan.


"Ya, Sayang. Aku tak akan meninggalkanmu" sahut Gala dengan sedikit mencubit pipi gembil istrinya yang kini lebih bulat dari sebelumnya.


Ara yang senang langsung berhambur memeluk Gala, kebahagiaannya lebih sempurna saat pucuk kepalanya di ciumi berkali-kali. Sentuhan lembut itu menambah kenyaman dalam dirinya.


.


.


Ara yang baru saja membersihkan diri langsung menyusul suaminya di lantai bawah, tak kurang dari tiga puluh menit lagi saatnya makan malam bersama dan ia harus membantu Khayangan membereskan semua menu hidangan yang akan di sajikan.


"Ara yakin mau ikut Gala?" tanya Umi.


"Iya, Umi. Kenapa?" Ara balik bertanya tapi tak sanggup melihat wajah ibu mertuanya yang sedari tadi memfokuskan mata pada Ara.

__ADS_1


"Gak Apa-apa. Apa gak sebaiknya tunggu Gala disini. Umi khawatir kamu sendiri di hotel"


"Gak apa-apa, cuma tiga hari kok Umi. Ara janji baik baik aja." Ara sedang berusaha meyakin kan wanita bergamis merah maroon tersebut.


Umi hanya mengangguk pelan, meski senyumnya sangat sangat di paksakan. Khayangan akan mencoba percaya pada Ara.


"Ara janji akan selalu telepon Umi, Ara akan pastikan Ara gak akan baik baik aja di sana" ucapnya lagi, Ara sangat paham dengan apa yang di rasakan Umi nya saat ini. Sama persis saat ia akan di tinggal Ibu pulang ke kampung.


"Baiklah, Umi pegang janjimu, Sayang."


Makanan sudah siap di atas meja makan, kini saatnya semua anggota keluarga menikmatinya dengan lahap terutama Ara yang kini porsi makannya kadang sampai tiga kali lipat belum termasuk cemilan, buah dan kadang jajan di luar rumah secara mendadak.


"Kamu udah beresin semua keperluan untuk disana kan?" tanya Gala pada istrinya saat piring kosong pertanda makanannya habis.


"Sudah, Ara taruh kopernya di dekat pintu"


"Tas Ara di meja rias jangan lupa ya" teriak Ara saat suaminya sudah berjalan beberapa langkah.


Sesuai rencana, mereka akan pergi setelah makan malam agar bisa beristirahat sebelum mengawali hari dengan tumpukan pekerjaan yang menanti di luar kota.


"Kami pamit, doakan berangkat dan pulang dalam keadaan selamat" ujar Gala saat ia meraih punggung tangan orangtuanya.


"Pasti, Abi dan Umi akan mendoakan kalian." sahut Bumi.

__ADS_1


"Umi akan tunggu kabar dari Ara sesuai janji, Ok" sambung Khayangan pada menantunya.


Ara mengangguk dan berhambur memeluk Umi. Wanita yang begitu sangat baik padanya sejak ia menyapa dunia.


"Nanti pas sampai, Ara akan telepon Umi"


Gala dan Ara pun masuk kedalam mobil setelah berpamitan. Kereta besi itu melaju dengan kecepatan tinggi karna jalan yang tak terlalu ramai, hingga tiga puluh menit berselang merekapun sampai di bandara.


"Sayang, Kak Jessy ikut?" tanya Ara saat ia melihat wanita yang sangat ia kenal.


"Tentu, dia asisten ku" jawab Gala.


"Oh..."


Gala dan Ara berjalan menghampiri Jessy, wanita seksi dengan dress setengah paha itu terlihat sangat kecewa saat melihat Ara bergelayut manja di tangan Gala.


"Hallo tante" sapa Ara pada Jessy.


"Hem, iya" sahutnya malas malah langsung membuang muka.


Gala sedikit berbincang dengan Jessy sambil menunggu Air datang. Dan setelah uncle nya itu tiba barulah mereka berangkat.


.

__ADS_1


.


Tante, tolong bawain tas Ara ya. Tapi hati hati loh itu isinya buat lemburan Kak Ala di ranjang


__ADS_2