Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Welcome to.....


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ara yang di tinggalkan hanya bisa memainkan ponselnya, menonton drama dan melamun. Entah ada siapa saja di rumah utama ia pun tak tahu. Karna sudah lebih dari enam puluh menit tapi tak ada satupun yang datang ke kamarnya.


Dengan sangat pelan, Ara mengubah posisinya agar lebih nyaman. Tapi ia langsung menoleh saat mendengar ada suara ketukan pintu.


"Iya, Masuk" sahut Ara dengan sorot mata tak lepas dari benda berwarna putih tersebut.


Cek lek.


"Ra, kakak bawakan makan siang untukmu. Habiskan ya" ucao Biru, istri Samudera yang tinggal di rumah utama.


"Makasih, kak. Ara kira gak ada siapa-siapa disini"


"Kakak lagi urus Amma, mungkin kemarin kecapean. Kamu makan ya, kakak tinggal lagi gak apa apa kan?"


"Iya, gak apa-apa. Nanti juga kak Gala pulang" sahut Ara sedih, ia yang tak biasa sendiri tentu langsung merasa kesepian.


"Nanti kalau Embun udah bangun, kakak kesini lagi ya"


"Hem, Iya"


Ara menatap punggung wanita cantik itu yang perlahan menjauh dan hilang dari balik pintu, ini adalah hari kedua ia resmi menjadi Nona Muda Rahardian. Satu hal yang memang sudah ia pikirkan sejak awal, tapi Ara tak pernah menyangka akan secepat ini menyandant status tersebut.

__ADS_1


Ara mulai menyicipi makan siangnya karna isi dari nampan disisinya cukup menggugah seleranya dan dalam sekejap perutnya pun mulai berbunyi.


Makan siang yang tak habis ia geser menjauh, tak. ada lagi yang bisa ia lakukan saat ini. Ara tak berani menghubungi Gala karna takut mengganggu pekerjaan sang suami. Ia pun meraih kembali ponselnya untuk bertukar pesan dengan Sahabat terbaiknya, Merlin.


Triiing..


Gue malu kalo kerumah utama, tar aja mainnya kalau lo udah pulang kerumah Umi


Satu pesan di baca Ara, tapi sudah beberapa detik ia belum juga membalasnya. Ara masih bingung kemana ia akan tinggal setelah dari sini mengingat Gala akan membawanya ke apartemen untuk hidup mandiri.


"Ara tuh gak mau, Ara maunya sama Ibu juga sama Umi. Tapi Ara juga takut ngebantah Kak Gala" gumamnya lirih serba salah sampai tak terasa cairan bening sudah menggenang di mata cantiknya.


Tok.. tok... tok...


"Ara sudah minum obat?" tanya Hujan, kakak ipar mertuanya.


"Belum, Ara baru selesai makan"


"Dimana obatnya, biar Onty yang ambilkan. Umi mu paling sore kemari, dia sedang ada urusan mendadak" kata Hujan seraya mengusap pipi gembil yang sudah dianggapnya anak sendiri. Hujan tentu tahu asal usul Ara, ia tahu bagaimana anak itu tumbuh menjadi remaja yang baik, sopan namun manja karna keluarga iparnya sangat menyayangi gadis kecil itu.


"Urusan apa?"


"Entah, Onty juga belum tahu pasti. Tapi Umi dan Abi langsung pulang" jawab Hujan seadanya.

__ADS_1


Ara hanya mengangguk, ia terima beberapa butir obat yang di berikan Hujan padanya berserta satu gelas air putih. Sedikit berbincang akhirnya Hujan pun pamit keluar dari kamarnya lagi. Ara yang tak bisa apa-apa akhirnya menyalakan laptop yang memang sejak tadi ada di sampingnya. Satu drama ia pilih untuk mengusir rasa jenuhnya sampai tak terasa ia justru terlelap ke alam mimpi.


.


.


Cup


Satu kecupan mendarat sempurna di pipi Ara, Gala yang baru pulang tepat di jam tiga langsung tersenyum saat melihat sang istri tidur pulas dengan layar laptop yang masih menyala.


"Maaf, aku meninggalkanmu"


Gal terus menciumi wajah Ara tak henti sampai beberapa kali, ia akan berhenti saat gadis itu bergeliat kecil.


Triiing.


Satu notifikasi di ponsel Ara mengalihkan perhatian Gala, ia raih benda pipih itu untuk membaca pesan apa di dalamnya.


.


.


.

__ADS_1


Welcome to @PawangRahardian 😍😍


__ADS_2