![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kak, ini tanggal berapa?" tanya Ara yang tiba-tiba memeluk Gala dari belakang saat pria itu berdiri di balkon kamar.
"Tanggal delapan, mau apa?"
"Sayang inget gak kapan terakhir libur wisata?" Ara bertanya dengan perasaan berdebar.
"Enggak, kapan aku mau kan tinggal masuk" jawab Gala pelan seolah ada yang sedang ia pikir kan.
"Aku... Aku...."
"Apa pikiran kita sama?" selak Gala langsung, ia putar tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Ara.
"Kita kerumah sakit sekarang!"
Tanpa minta persetujuan Ara, Gala langsung menarik tangan istrinya keluar kamar. Langkah Gala yang panjang dan tergesa membuat si anak curut justru sedikit berlari untuk menyeimbanginya.
Gala tak menjawab pertanyaan orang orang yang berpasasan dengannya, matanya hanya fokus ke depan dengan perasaan yang sulit di gambarkan.
Braaak
__ADS_1
Gala menutup pintu mobil mewah bagian kiri saat Ara sudah masuk kedalam, cara yang sama pun ia lakukan stelahnya.
Kereta besi itupun melesat dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit milik Rahardian.
"Sayang"
"Hem, kenapa?" Gala balik bertanya dengan menoleh sekilas kearah Ara.
"Apa mungkin, Ara... "
"Aku tak ingin menebak atau berandai andai, kita periksa dulu agar semua lebih jelas, Ok" sahut pria berdada lebar itu.
Ara pun mengangguk pelan, selama perjalan ia hanya memainkan jari jari tangannya di atas paha.
.
.
Dalam ruangan dokter, kini Ara di baringkan di ranjang pasien. Ada juga dokter yang tadi memeriksa Ara rumah utama sebagai dokter pendamping setelah ia menyarankan untuk di periksa ke bagian kandungan.
"Bagaimana, apa tebakan saya benar, Dok?" tanya dokter Mayang.
__ADS_1
"Ya, seperti yang dirimu lihat" jawab Dokter obgyn.
Kedua wanita berpakaian putih itupun tersenyum bersama kearah Gala dan Ara yang menunggu hasil pemeriksaan. Hati mereka sungguh berdebar hebat terbukti dengan dinginnya tangan yang saling menggenggam.
"Selamat ya, Nona Ara sedang mengandung dan usia kehamilannya kini masuk usia tiga minggu. Usia yang cukup rentan di lihat dari usia Nona Ara yang belum genap dua puluh tahun" jelas dokter yang membuat Gala terdiam sesaat seolah dunianya berhenti berputar.
"Apa, dok?" Ara malah bertanya padahal ia paham dengan apa dikatakan dokter barusan.
"Anda hamil, Nona. Selamat ya. Dari rumah utama saya sudah menerka cuma saya masih sedikit ragu. Saat kami sedang mendiskusikan ini nyata nya Nona dan Tuan justru datang kerumah sakit" ucap Dokter mayang.
"Kamu hamil, sayang" ucap Gala yang kini sudah menatap lekat istrinya.
"Kamu hamil anakku" sambung Gala lagi.
"Ya iyalah, masa anak kodok!" jawab Ara.
Kali ini Gala tak perduli dengan apa yang di ucapkan Ara, Ibu hamil itu langsung di peluk dengan sangat erat sambil di ciumi pucuk kepalanya berkali-kali. Tak ada yang kabar yang lebih bahagia dari hari hari ini. Gala terus mengucap syukur yang tak terkira dalam hatinya.
"Kak, lepas. Engap!" kata Ara yang merasa sesak.
"Maaf, Sayang. Aku benar-benar bahagia. Aku mencintaimu, sungguh sangat mencintaimu. Terimakasih banyak sudah mau mengandung buah hatiku, Ra" ucap Gala dengan berurai air mata.
__ADS_1
"Hasil lembur Kak Ala ada di dalem perut Ara sekarang" kekeh si anak curut sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Iya, hasil keringet berdua sambil jerit-jerit itu, Ra. Moga anaknya anteng ya gak kaya kamu pecicilan"